• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Tradisi Syukuran, Ratusan Jemaat Antusias Ikuti Pawai Budaya GKJ Gandaria

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 24 Mei 2026 - 23:01
in Megapolitan
Ratusan jemaat mengikuti pawai budaya dalam rangka Masa Raya Pentakosta 2026 dan Riyaya Undhuh-Undhuh di Kompleks Yonif Mekanis 201 Jaya Yudha, Jakarta Timur, Minggu (24/5/2026) pagi. Foto : Aro/indoposco.id

Ratusan jemaat mengikuti pawai budaya dalam rangka Masa Raya Pentakosta 2026 dan Riyaya Undhuh-Undhuh di Kompleks Yonif Mekanis 201 Jaya Yudha, Jakarta Timur, Minggu (24/5/2026) pagi. Foto : Aro/indoposco.id

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID — Gereja Kristen Jawa (GKJ) Gandaria menggelar perayaan Masa Raya Pentakosta 2026 dan Riyaya Undhuh-Undhuh dengan parade budaya di sekitar lingkungan gereja, Kompleks  Batalyon Infantri (Yonif) Mekanis 201 Jaya Yudha, Jakarta Timur, Minggu (24/5/2026) pagi.

Kegiatan tersebut diikuti ratusan jemaat dari berbagai wilayah pelayanan GKJ Gandaria.

BacaJuga:

Thanksgiving Tradition: Hundreds of Congregants Enthusiastically Join GKJ Gandaria Cultural Parade

Jakbar Dijuluki ‘Gotham City’, DPRD Desak Pemprov DKI Pulihkan Keamanan

Pigai Larang Begal Ditembak, Polisi: Keselamatan Warga yang Utama!

Pendeta GKJ Gandaria, Dr Didik Christian A.C. menjelaskan bahwa Riyaya Undhuh-Undhuh merupakan tradisi syukur tahunan yang berakar dari budaya agraris masyarakat Jawa.

“Undhuh-Undhuh adalah hari raya syukur tahunan. Tradisi ini berasal dari kehidupan agraris, ketika para petani setelah bekerja selama satu tahun merasakan berkat Tuhan atas usaha mereka, lalu saat panen mereka mempersembahkan hasil panen itu kepada gereja sebagai wujud syukur,” ujarnya.

Menurutnya, nilai utama dari tradisi tersebut terus dilestarikan oleh gereja sebagai bentuk ungkapan syukur jemaat atas pemeliharaan Tuhan selama satu tahun.

“Spirit itulah yang kami lestarikan, bahwa Tuhan sudah memelihara dan memberkati kehidupan jemaat. Riyaya Undhuh-Undhuh menjadi hari raya panen dan pesta syukur tahunan kepada Tuhan,” katanya.

Ia menyebutkan, peserta kegiatan mencapai sekitar 400 orang yang berasal dari berbagai kelompok wilayah pelayanan GKJ Gandaria, mulai dari Cibinong hingga kawasan Pasar Rebo.

“Kegiatan ini merupakan penyelenggaraan tahun kedua dan direncanakan akan terus dilaksanakan setiap tahun,” tambahnya.

Menurut Didik, antusiasme jemaat terlihat sejak pagi hari. Meski ibadah dimulai pukul 08.00 WIB, banyak jemaat sudah hadir sejak pukul 06.30 WIB untuk mengikuti rangkaian kegiatan.

“Mereka merasa ini adalah hari raya bersama. Antusiasmenya luar biasa,” tandasnya.

Peserta parade budaya berasal dari berbagai kelompok usia, mulai anak-anak hingga lanjut usia (lansia). Anak-anak sekolah minggu turut tampil dalam pertunjukan tari, sementara jemaat lansia juga ikut berpartisipasi dalam pawai budaya tersebut.

Sementara itu, Ketua Majelis GKJ Gandaria, Cahya Nugraha Pancono Putra mengatakan bahwa kegiatan Riyaya Undhuh-Undhuh tidak hanya menampilkan budaya Jawa, tetapi juga keberagaman etnis Indonesia.

“Kami menampilkan berbagai etnis, bukan hanya Jawa saja. Dari Sabang sampai Merauke ada di sini. Walaupun namanya Gereja Kristen Jawa, jemaat kami berasal dari berbagai suku seperti Batak, Papua, dan lainnya,” katanya.

Menurut Cahya, pihak gereja berkomitmen melestarikan budaya sebagai bagian dari identitas kebangsaan tanpa mengurangi nilai keimanan.

“Secara kemajelisan kami ingin budaya ini terus dilestarikan. Keimanan tidak mengurangi budaya dan identitas kita sebagai warga negara Indonesia,” ujarnya.

Dalam parade tersebut, para peserta mengenakan beragam pakaian adat seperti busana Jawa, Batak, hingga Betawi. Penampilan budaya Betawi disebut menjadi salah satu yang paling menarik perhatian melalui iringan musik yang dinamis dan meriah.

Pantauan Indoposco.id di lokasi, ratusan peserta pawai budaya tampak dijaga sejumlah Provost Yonif Mekanis 201 Jaya Yudha. Massa menelusuri jalanan komplek mulai dari dan menuju gereja. Sesekali terjadi kemacetan, namun dapat diurai oleh  para prajurit berseragam loreng. (aro)

Tags: gerejakristenpendeta

Berita Terkait.

Thanksgiving Tradition: Hundreds of Congregants Enthusiastically Join GKJ Gandaria Cultural Parade
Megapolitan

Thanksgiving Tradition: Hundreds of Congregants Enthusiastically Join GKJ Gandaria Cultural Parade

Minggu, 24 Mei 2026 - 23:11
jakbar
Megapolitan

Jakbar Dijuluki ‘Gotham City’, DPRD Desak Pemprov DKI Pulihkan Keamanan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:12
pigai
Megapolitan

Pigai Larang Begal Ditembak, Polisi: Keselamatan Warga yang Utama!

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:02
Belajar dari Kasus Jemaah Hilang, Pemerintah Minta Petugas Haji Lebih Peka
Megapolitan

Polisi Sita 8 Senpi hingga Puluhan Sajam dari Tangan 173 Penjahat Jalanan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:17
Pelecehan
Megapolitan

Diduga Lecehkan Penumpang, Pria Mabuk di Stasiun Cikini Diamuk Massa

Jumat, 22 Mei 2026 - 23:25
Polisi
Megapolitan

Begal di Jakbar Kian Meresahkan, Polisi Klaim Sudah Berusaha Maksimal

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:12

BERITA POPULER

  • Pemain-Persib

    Ungkapan Kebahagiaan Trio Naturalisasi Usai Bawa Persib Juara Super League

    3523 shares
    Share 1409 Tweet 881
  • Daftar Lengkap Timnas Indonesia: Diwarnai Debutan dan Kembalinya Pemain Lama

    1591 shares
    Share 636 Tweet 398
  • Menteri Trenggono: Hasil Panen BUBK Kebumen Menuju Kebangkitan Udang Indonesia Berkualitas Ekspor

    1473 shares
    Share 589 Tweet 368
  • Anggaran LCC Empat Pilar MPR Capai Rp30,7 Miliar, CBA: Ini Bukan Lagi Lomba, Tapi Proyek Raksasa Harus Diaudit!

    1193 shares
    Share 477 Tweet 298
  • Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jaksel dan Jaktim

    1300 shares
    Share 520 Tweet 325
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.