INDOPOSCO.ID – Dalam rangka mengawal transisi DKI Jakarta menjadi kota global (global city), pengusaha muda memegang peran yang sangat penting untuk dapat menggerakan ekonomi dan menciptakan ekosistem bisnis di Jakarta yang berdaya saing global. Sebagai mitra strategis pemerintah, Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya (BPD HIPMI Jaya) resmi menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Daerah (DIKLATDA) 2026 sebagai wadah guna memperkuat kapasitas, pola pikir, dan kepemimpinan anggota. Melalui forum ini, para pengusaha muda HIPMI ditempa agar bisa memiliki karakter yang lebih adaptif, inovatif, dan kolaboratif. Acara bergengsi ini diselenggarakan di The Tribrata Darmawangsa pada hari Kamis, 21 Mei 2026.
Pembukaan agenda kaderisasi wajib ini berlangsung sangat meriah dan dihadiri langsung oleh sederet tokoh penting nasional, jajaran kabinet, serta pimpinan daerah. Beberapa tokoh yang turut hadir ke acara antara lain Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono, Gubernur DKI Jakarta Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M., Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino, Ketua Bidang X BPP HIPMI Jay Aryaputra Singgih, serta Ketua Umum BPD HIPMI Jaya M. Riandy Haroen. Kehadiran para tokoh lintas sektor ini menegaskan bobot strategis dari pelatihan yang dijalani oleh para kader.
Dengan mengambil tema “Peran Pengusaha Muda Dalam Transisi Ekonomi Global”, acara ini mengadakan 4 sesi diskusi panel yang diisi oleh panelis-panelis yang memiliki latar belakang berbeda-beda. Keempat sesi diskusi panel itu antara lain membahas soal Keorganisasian, Ekonomi & Bisnis, Kebangsaan, dan Kearifan Lokal. Seluruh rangkaian sesi tersebut dirancang secara berjenjang untuk membekali peserta dengan peta jalan bisnis yang komprehensif.
Sesi Keorganisasian diisi oleh 4 kader HIPMI terbaik di tingkat pusat, yaitu Bendahara Umum BPP HIPMI Reynaldo Bryan, Wakil Bendahara Umum BPP HIPMI Ade Jona, Ketua Bidang ESDM, Lingkungan Hidup, dan Kehutanan BPP HIPMI Afi Kalla, dan Ketua Bidang Sinergitas Danantara, BUMN, dan BUMD BPP HIPMI Anthony Leong. Dalam sesi pertama ini, mereka berdiskusi mengenai bagaimana kader HIPMI dapat memaknai nilai-nilai organisasi yang kuat, dan pentingnya menjalani kaderisasi berjenjang dari level cabang sampai ke level pusat.
Memasuki sesi kedua yang membahas Ekonomi & Bisnis, panggung diskusi diisi oleh Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim dan Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Komarudin. Kedua panelis tersebut mengupas tuntas mengenai bagaimana pengusaha muda dapat memiliki resiliensi yang tinggi agar transisi Jakarta menjadi Kota Global tetap berjalan di atas fondasi ekonomi yang kokoh di tengah terpaan dinamika pasar internasional.
Sementara itu, di dalam sesi Kebangsaan, BPD HIPMI Jaya menghadirkan dua tokoh vokal nasional, yaitu Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya dan Direktur Eksekutif Negara Institute Dr. Akbar Faizal, M.Si. Di dalam sesi ini, banyak pembahasan mendalam soal bagaimana pengusaha muda harus memiliki pemahaman dalam membaca arah kebijakan negara dan menjaga ketahanan bisnis di tengah dinamika demokrasi yang sedang berlangsung.
Sebagai penutup rangkaian panel, sesi kearifan lokal menghadirkan dua tokoh wanita inspiratif daerah, yaitu Ketua Umum KADIN DKI Jakarta Hj. Diana Dewi, S.E. dan Anggota DPRD DKI Jakarta Hilda Kusuma Dewi. Keduanya membahas bagaimana potensi bisnis lokal di Jakarta dapat dimanfaatkan untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah, sekaligus mengupas tuntas sektor-sektor potensial di Jakarta yang belum tergarap maksimal serta dukungan regulasi yang menyertainya.
“Namun, di era ketidakpastian global ini, sekadar lahirnya pengusaha muda saja tidak cukup. Kita harus memberikan bekal kuat agar mereka tetap bisa berkembang dan semakin kuat di era transisi Jakarta sebagai kota global,” tambahnya.
Oleh karena itu, HIPMI Jaya sengaja menghadirkan tokoh-tokoh panelis ini agar mereka dapat membangun karakter pejuang pengusaha yang adaptif, inovatif, dan kolaboratif. Menurutnya, dengan menambah pengetahuan praktis dari para pakar ini, kedepannya para kader HIPMI akan bisa mengetahui bagaimana caranya menghadapi tantangan-tantangan bisnis yang sedang berlangsung di era ketidakpastian ini.
“Kami yakin setelah mengikuti DIKLATDA 2026 ini, teman-teman Pengusaha Muda HIPMI Jaya dapat membawa pulang banyak manfaat yang bisa diaplikasikan langsung ke dalam bisnisnya, agar bisnis mereka bisa scale up. Sehingga, kedepannya mereka akan menjadi pebisnis yang tangguh dan berdaya saing global,” pungkas Razoola Menakh.
Sebagai informasi, DIKLATDA 2026 BPD HIPMI Jaya ini diikuti secara intensif oleh 200 kader aktif yang merupakan anggota baru BPD HIPMI Jaya. Seluruh peserta yang hadir membawa latar belakang bisnis dari sektor industri yang sangat variatif, serta tersebar merata di 6 wilayah kota administratif DKI Jakarta.(her)










