INDOPOSCO.ID – Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan pihaknya telah mencopot berbagai identitas Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) dan spanduk tidak resmi di area tenda Arafah.
“Kami tadi langsung mencopot identitas KBIHU dan spanduk yang tidak resmi. Ini pengingat agar tidak ada penguasaan tenda untuk kelompok tertentu,” kata Dahnil Anzar saat meninjau tenda Arafah bersama sejumlah delegasi Amirul Hajj, Makkah, dikutip Jumat (22/5/2026).
Ia menegaskan, bahwa seluruh jemaah berhak mendapatkan layanan yang sama tanpa diskriminasi kelompok. “Tidak boleh ada tenda yang didominasi untuk kepentingan kelompok tertentu,” ujar Dahnil Anzar.
Ia mengingatkan akan ada sanksi tegas bagi KBIHU yang terbukti melakukan penguasaan tenda demi kepentingan kelompok. “Kalau ditemukan pelanggaran, tentu akan ada tindakan tegas,” tegasnya.
Kemenhaj juga menegur pihak syarikah yang membiarkan tempelan itu terpasang. Sejumlah tenda yang dikelola oleh syarikah Rakeen maupun Duyuful Bait didapati memiliki tempelan nama kloter dan tulisan KBIHU.
Tindakan KBIHU yang mengkavling tenda-tenda secara sepihak tersebut sangat merugikan jamaah calon haji. Ia merujuk pada evaluasi penyelenggaraan tahun sebelumnya, perilaku serupa menyebabkan banyak jamaah calon haji tidak mendapatkan fasilitas tenda.
Di samping itu, ia mengimbau jemaah untuk menjaga kesehatan, mengatur aktivitas, dan menghemat tenaga menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna.
“Semoga seluruh jemaah haji Indonesia selalu sehat, diberi kemudahan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah, dan menjadi haji yang mabrur,” tutur Dahnil. (dan)










