INDOPOSCO.ID – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) mencatat telah memfasilitasi pemulangan 5.112 pekerja migran nonprosedural dari Malaysia sepanjang 1 Januari hingga 17 Mei 2026. Langkah itu diambil di tengah beratnya tantangan penempatan kerja ilegal di negara tetangga tersebut.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin meminta sejumlah perusahaan yang terafiliasi dengan Malaysian Chinese Association (MCA) untuk menutup celah dan menolak penempatan pekerja migran Indonesia secara ilegal.
“Kami berharap MCA dapat membantu mendukung mengimbau perusahaan dan mitra strategis di Malaysia, agar hanya melakukan perekrutan pekerja migran melalui mekanisme resmi dan tidak mempekerjakan Pekerja nonprosedural demi meningkatkan pelindungan Pekerja Migran di Malaysia,” kata Mukhtarudin saat melakukan kunjungan kerja di Malaysia, Kamis (21/5/2026).
Oleh karena itu, Mukhtarudin mendorong pembenahan tata kelola penempatan, dan berharap MCA dapat mengutamakan kesempatan kerja bagi Pekerja Migran terampil, khususnya tenaga kesehatan di rumah sakit milik MCA, serta sektor formal lainnya melalui jaringan perusahaan di bawah asosiasinya.
Pertemuan Menteri Mukhtarudin dan MCA itu diharapkan segera ditindaklanjuti dengan pembentukan Joint Working Group (JWG) atau Task Force bersama untuk menyusun roadmap jangka panjang pengembangan talenta dan penguatan sistem pelindungan pekerja migran di Malaysia.
Presiden MCA Datuk Seri Wee Ka Siong menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kunjungan delegasi Indonesia. Ia menegaskan bahwa hubungan antara Indonesia dan Malaysia selama ini sudah berjalan sangat akrab dan harmonis.
“Ini merupakan kehormatan besar karena Bapak Mukhtarudin adalah Menteri Pertama dari kementerian baru Indonesia yang datang mengunjungi kami di MCA,” ujar Wee Ka Siong dalam kesempatan yang sama.
Pihak MCA menyatakan sangat terbuka untuk membangun kerja sama yang erat dengan KP2MI Indonesia, terutama dalam membangun ekosistem penempatan tenaga kerja yang bersifat holistik dan saling menguntungkan.
“Saya sangat optimistis pertemuan hari ini akan mencatatkan sejarah baru bagi kedua negara. Mari kita terus perkuat hubungan persaudaraan ini agar semakin erat demi mewujudkan kemakmuran bersama,” beber Ka Siong. (dan)










