INDOPOSCO.ID – Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta menyatakan bahwa dukungan kemanusiaan untuk Palestina harus terus berjalan, sembari meminta dunia internasional menjamin keamanan jalur bantuan dan melindungi para aktivis.
Hal itu disampaikan Sukamta menyusul kasus sembilan warga negara Indonesia (WNI) tergabung dalam misi kemanusiaan Gaza, yang sempat diculik oleh tentara Israel pada Senin (18/5/2026).
“Solidaritas kemanusiaan untuk Palestina tidak boleh padam. Dunia internasional harus memastikan bantuan kemanusiaan dapat disalurkan secara aman dan para aktivis kemanusiaan mendapat perlindungan,” kata Sukamta dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Menurut informasi yang diterima dari Menteri Luar Negeri Sugiono, para aktivis dijemput menggunakan maskapai Turkish Airlines, kemudian dibawa ke Istanbul sebelum diterbangkan kembali menuju Jakarta.
Adapun sembilan WNI yang disandera oleh tentara Israel terdiri dari Andi Angga, Bambang Noroyono, Andre Prasetyo, Thoudy Badai, Heru Rahendro, Asad Aras, Hendro Prasetyo, Herman Budiyanto Sudarsono, dan Ronggo Wirasano.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembebasan itu merupakan hasil kerja bersama berbagai lembaga negara Indonesia yang bergerak cepat dan terkoordinasi.
Menurutnya, peran aktif Kementerian Luar Negeri melalui komunikasi diplomatik intensif, koordinasi lintas negara, serta pendampingan terhadap para WNI menjadi faktor penting dalam proses pembebasan tersebut.
“Saya mengucapkan penghargaan dan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri RI, yang telah bekerja keras melakukan langkah-langkah diplomasi dan perlindungan terhadap warga negara Indonesia,” tutur Sukamta.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Turki atas peran aktif dan dukungan penuh dalam memfasilitasi proses pemulangan sembilan WNI itu.
“(Mereka) akan segera melanjutkan perjalanan kembali ke Tanah Air,” imbuh Sugiono terpisah di Jakarta, Kamis (21/5/2026) malam. (dan)










