INDOPOSCO.ID – Semangat kebangkitan tidak pernah berhenti pada satu zaman. Jika dahulu perjuangan bangsa dilakukan untuk merebut kemerdekaan fisik, kini perjuangan itu hadir dalam bentuk menjaga kedaulatan informasi, memperkuat kualitas manusia, dan melindungi generasi muda di tengah derasnya arus digitalisasi.
“Memasuki tahun 2026 ini, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital,” ujar Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Sekretaris Utama BKKBN Prof. Budi Setiyono, S.Sos., M.Pol.Admin., Ph.D. saat membacakan amanat menteri Komunikasi dan Digital pada Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 yang digelar di Kantor Pusat Kemendukbangga/BKKBN, Rabu (20/5/2026).
Peringatan Harkitnas tahun ini juga menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia tidak hanya dibangun melalui kemajuan teknologi dan ekonomi, tetapi juga melalui keberhasilan bangsa menjaga anak-anak Indonesia agar tumbuh sehat, cerdas, dan berkarakter.
Pemerintah, melalui berbagai program strategis nasional terus memperkuat fondasi tersebut. Mulai dari Program Makan Bergizi Gratis, pemerataan akses pendidikan melalui pembangunan sekolah rakyat dan sekolah garuda, layanan kesehatan dengan menghadirkan layanan cek kesehatan gratis, hingga penguatan ekonomi masyarakat desa melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Tak hanya itu, pemerintah juga menaruh perhatian besar terhadap keamanan generasi muda di ruang digital melalui implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).
Dalam amanat yang dibacakannya, Prof. Budi menegaskan bawah kebijakan ini menjadi langkah nyata negara dalam menciptakan ruang digital yang lebih sehat bagi anak-anak Indonesia. “Melalui kebijakan ini, kita memastikan bahwa anak yang merupakan tunas bangsa kita mengakses ruang digital yang sehat, beretika, dan sesuai dengan usia tumbuh kembangnya,” tegasnya.
Mengakhiri amanat tersebut, Prof. Budi mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali menyadari bahwa masa depan Indonesia sesungguhnya sedang tumbuh di hadapan kita, pada anak-anak yang hari ini membutuhkan perlindungan, pendidikan, kesehatan, dan ruang tumbuh yang sehat untuk menggapai cita-cita mereka.
Semangat Kebangkitan Nasional tidak lagi hanya dimaknai sebagai perjuangan merebut kemerdekaan, tetapi juga perjuangan menjaga kualitas generasi penerus agar mampu berdiri tegak menghadapi tantangan zaman.
Peringatan Harkitnas ke-118 di lingkungan Kemendukbangga/BKKBN bukan hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga ajakan untuk terus menumbuhkan harapan dan optimisme. Sebab dari keluarga yang kuat akan lahir generasi yang tangguh, dan dari generasi yang tangguh akan tumbuh Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaulat.(ney)










