INDOPOSCO.ID – Presiden Prabowo Subianto menyatakan, bahwa Indonesia saat ini menempati posisi terendah di antara negara-negara G20 dalam hal rasio belanja dan penerimaan negara terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
“Marilah kita jujur kepada diri kita sendiri. Hari ini Indonesia sebagai negara anggota G20, rasio belanja negara kita terhadap Produk Domestik Bruto. Dan juga rasio penerimaan negara kita terhadap PDB kita adalah yang paling rendah di antara negara-negara G20,” kata Prabowo dalam rapat paripurna DPR ke-19, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Padahal Indonesia merupakan eksportir nomor satu dunia untuk tiga komoditas strategis penting yakni minyak kelapa sawit, batu batu dan paduan besi.
“Tiga komoditas strategis ini menghasilkan devisa lebih dari US$65 miliar atau setara dengan Rp1.100 T per tahun,” ujar Prabowo.
Ia membandingkan bahwa rasio pendapatan negara Kamboja sudah mencapai 15 persen dari PDB, sementara Indonesia masih berada di angka 11 hingga 12 persen dari PDB.
Oleh karena itu, ia mendesak perlunya introspeksi dan keberanian mempertanyakan kegagalan pengelolaan ekonomi nasional agar pendapatannya bisa setara dengan negara seperti Filipina dan Meksiko.
“Kamboja saja 15 persen dari PDB. Indonesia, 11-12 persen dari PDB. Kita harus intropeksi, sadar dan berani bertanya kenapa kita tidak bisa kelola ekonomi kita sehingga pendapatan negara bisa setara dengan negara seperti Filipina, Meksiko,” imbuh Prabowo.
Anggota G20 saat ini secara resmi terdiri dari 19 negara dan 2 uni regional, yaitu Uni Eropa dan Uni Afrika yang resmi bergabung sebagai anggota tetap sejak akhir 2023. Secara kolektif, forum multilateral ini mewakili sekitar 85 persen dari total PDB dunia, 75 persen perdagangan global, dan mencakup sekitar 80 persen populasi dunia.(dan)










