INDOPOSCO.ID – Presiden Prabowo Subianto telah tiba di Gedung DPR untuk menghadiri rapat paripurna ke-19 dalam masa persidangan V tahun sidang 2025-2026 pada Rabu, (20/5/2026).
Hal itu terungkap dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden. Prabowo akan menyampaikan skenario arah kebijakan ekonomi makro dan strategi fiskal pemerintah.
“Kami menginformasikan kembali kepada Bapak/Ibu sekalian untuk dapat berdiri menyambut kedatangan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia,” kata pembaca acara rapat paripurna DPR dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Wakil Ketua DPR Saan Mustopa sempat mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto hadir secara langsung dalam rapat paripurna DPR.
“Ya, rencananya seperti itu ya. Jadi apa, untuk penyampaian kerangka ekonomi makro, terus juga pokok-pokok kebijakan fiskal, yang akan disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo,” jelas Saan Mustopa terpisah di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Pelaksanaan sidang paripurna kali ini akan berbeda dengan tahun sebelumnya karena akan dihadiri oleh Presiden RI. Biasanya, rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPR Puan Maharani, yang didampingi oleh jajaran pimpinan DPR.
“Seperti itu. Pak Presiden menyampaikan secara langsung,” ucap politikus NasDem itu. Merujuk agenda, rapat paripurna rencananya akan dimulai pukul 10.00 WIB. Prabowo akan berpidato selama 45 menit.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengemukakan alasan Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri langsung rapat paripurna ke-19 DPR dalam masa persidangan V tahun sidang 2025-2026 pada Rabu, (20/5/2026). Mengingat besok bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.
“Kebetulan tanggal 20 (Mei), Hari Kebangkitan Nasional,” tutur Prasetyo Hadi terpisah kepada wartawan di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, momentum rapat paripurna saat ini harus dimanfaatkan untuk menyatukan visi dan kekuatan sebagai satu bangsa, terutama dalam mengemban tugas mengawal perekonomian.
“Jadi, Presiden ingin memanfaatkan momentum untuk sekali lagi kita menyatukan pandangan dan kekuatan sebagai satu bangsa terutama didalam menjalankan tugas menjaga perekonomian bangsa kita,” terang Prasetyo Hadi. (dan)










