• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Waspadai ‘Soft Cognitive Warfare’, DPR Soroti Kesiapan Radar dan Pertahanan Udara Nasional

Dilianto Editor Dilianto
Selasa, 19 Mei 2026 - 21:42
in Nasional
Amelia

Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini, dalam Rapat Kerja Komisi I DPR RI bersama Menteri Pertahanan, Panglima TNI, dan para Kepala Staf TNI di Ruang Rapat Komisi I DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026). Foto: Biro Pemberitaan DPR RI/Arief/Karisma

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, menyoroti pentingnya penguatan sistem deteksi dini terpadu dalam menghadapi dinamika geopolitik global yang semakin kompleks dan berpotensi mengganggu stabilitas nasional.

Hal tersebut disampaikan Amelia dalam Rapat Kerja Komisi I DPR RI bersama Menteri Pertahanan, Panglima TNI, dan para Kepala Staf TNI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

BacaJuga:

Satgas PPKPT Diperkuat, Kemdiktisaintek Ingin Kampus Bebas Intimidasi dan Kekerasan

Ungkap Alasan Presiden Hadiri Paripurna DPR, Begini Penjelasan Mensesneg

Lindungi Jemaah, Polri Bongkar Sindikat Haji Ilegal Berkedok Wisata

Dalam rapat yang membahas perkembangan geopolitik global dan kondisi pasukan perdamaian di Timur Tengah itu, Amelia menilai ancaman keamanan saat ini tidak lagi hanya berbentuk konflik militer konvensional, tetapi juga mencakup perang ekonomi, disrupsi informasi, hingga operasi persepsi publik.

“Dinamika geopolitik global menunjukkan keterkaitan semakin kerasnya antara konflik militer konvensional dan perang ekonomi, kemudian disrupsi informasi hingga operasi persepsi publik yang tentu saja berdampak langsung kepada stabilitas nasional,” ujar Amelia.

Ia juga menyoroti eskalasi konflik di kawasan Selat Hormuz serta perang Rusia-Ukraina yang dinilai telah mengubah pola aliansi pertahanan dunia dan memicu tekanan global di berbagai sektor.

Karena itu, Amelia mendorong Kementerian Pertahanan, TNI, BIN, Kemkomdigi, BSSN, dan lembaga terkait membangun sistem deteksi dini terpadu yang mampu membaca ancaman militer maupun nonmiliter secara bersamaan.

“Kita mendorong Kemenhan, TNI, BIN, Kemkomdigi, kemudian BSSN dan lembaga terkait membangun sistem deteksi dini terpadu yang tidak hanya membaca ancaman militer konvensional saja, tetapi juga operasi persepsi, disinformasi, polarisasi digital, dan kondisi sosial masyarakat,” katanya.

Menurutnya, pendekatan keamanan nasional saat ini tidak lagi cukup hanya mengandalkan hard power semata. Pemerintah perlu mengintegrasikan strategi komunikasi, cyber intelligence, dan penguatan ketahanan psikologis masyarakat dalam sistem pertahanan nasional.

Amelia juga mempertanyakan apakah praktik soft cognitive warfare atau perang kognitif lunak yang berkembang di ruang digital Indonesia saat ini sudah dapat dikategorikan sebagai ancaman nasional nonmiliter yang membutuhkan regulasi khusus dan keterlibatan lintas lembaga.

Selain isu perang informasi, ia turut menyoroti kondisi pasukan perdamaian TNI di Lebanon di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah. Amelia meminta pemerintah memastikan adanya contingency plan yang matang untuk melindungi personel Indonesia.

“Saat ini potensi perluasan konflik di kawasan tersebut bukan lagi sekadar ulasan analisis saja, tetapi sudah menjadi risiko nyata yang harus kita antisipasi secara serius,” tegasnya.

Ia menjelaskan, skema mitigasi yang perlu dipersiapkan mencakup evakuasi personel, perlindungan pasukan, penguatan rules of engagement, hingga langkah antisipasi dampak geopolitik terhadap keamanan prajurit Indonesia di wilayah konflik.

Di akhir penyampaiannya, Amelia juga meminta penjelasan terkait kesiapan sistem pertahanan udara nasional, termasuk kondisi radar TNI Angkatan Udara, jumlah radar aktif, hingga titik-titik blind spot pengawasan udara Indonesia setelah terbitnya Undang-Undang Ruang Udara.

Ia berharap regulasi baru tersebut mampu menutup berbagai celah kerawanan dalam sistem pertahanan udara nasional dan memperkuat pengawasan wilayah udara Indonesia secara menyeluruh.(dil)

Tags: binDPR RIKemenhanKementerian KomdigiKomisi ISoft Cognitive WarfareTNI

Berita Terkait.

Beny-Bandanadjaja
Nasional

Satgas PPKPT Diperkuat, Kemdiktisaintek Ingin Kampus Bebas Intimidasi dan Kekerasan

Rabu, 20 Mei 2026 - 01:26
Prabowo
Nasional

Ungkap Alasan Presiden Hadiri Paripurna DPR, Begini Penjelasan Mensesneg

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:44
polri
Nasional

Lindungi Jemaah, Polri Bongkar Sindikat Haji Ilegal Berkedok Wisata

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:34
Tentara-Israel
Nasional

Terus Dikawal, Kemlu Verifikasi Posisi 5 WNI yang Diculik Tentara Israel

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:14
PGTC-2026
Nasional

Pertamina Hadirkan Energy AdSport Challenge di ITB, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Mahasiswa

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:53
Sarifuddin-Sudding
Nasional

DPR Tegaskan Pendaftaran Tanah dalam UUPA Lindungi Hak Rakyat dan Masyarakat Adat

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:43

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    2788 shares
    Share 1115 Tweet 697
  • Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jaksel dan Jaktim

    1055 shares
    Share 422 Tweet 264
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1237 shares
    Share 495 Tweet 309
  • Diduga Terlibat Kasus Narkoba, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Polda Kaltim

    804 shares
    Share 322 Tweet 201
  • IPA Convex 2026, Momentum Besar Industri Migas Menjawab Ancaman Krisis Energi

    824 shares
    Share 330 Tweet 206
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.