• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Rupiah Terus Melemah, Harga Mi Instan hingga Tahu-Tempe Terancam Naik

Dilianto Editor Dilianto
Selasa, 19 Mei 2026 - 17:42
in Ekonomi
Ilustrasi - Pelemahan rupiah ke level Rp17.705 per dolar AS dalam penutupan perdagangan pada Selasa (19/5/2026) berpotensi memicu kenaikan harga pangan dan produk olahan di dalam negeri. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Ilustrasi - Pelemahan rupiah ke level Rp17.705 per dolar AS dalam penutupan perdagangan pada Selasa (19/5/2026) berpotensi memicu kenaikan harga pangan dan produk olahan di dalam negeri. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan seiring menguatnya indeks dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap stabilitas harga pangan nasional, terutama karena tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor sejumlah komoditas strategis.

Dalam perdagangan Selasa (19/5/2026), rupiah ditutup melemah 38 poin ke level Rp17.705 per dolar AS. Mata uang Garuda bahkan sempat terperosok hingga 70 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp17.680 per dolar AS.

BacaJuga:

Tanpa Pajak Baru, Penerimaan Negara Justru Melonjak

BCA Syariah Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Sertifikasi Halal dan Literasi Keuangan

Perkuat Sinergi Operational, Pertamina Drilling Gembleng 20 Perwira SCM PHR di IDTC

Analis mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menilai tekanan terhadap rupiah kali ini bukan semata dipicu sentimen global, tetapi juga membuka kerentanan struktural ekonomi domestik, khususnya di sektor pangan.“

Tekanan terhadap rupiah bukan hanya soal sentimen global. Di dalam negeri, pelemahan mata uang Garuda mulai menguji ketahanan harga pangan nasional, terutama karena Indonesia masih sangat bergantung pada impor untuk sejumlah komoditas penting,” ujar Ibrahim melalui gawai, Selasa (19/5/2026).

Ia menjelaskan, pelemahan rupiah membuat biaya impor melonjak lantaran mayoritas transaksi perdagangan internasional menggunakan dolar AS. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan harga bahan pangan dan produk olahan di pasar domestik.

Ketergantungan Indonesia terhadap impor pangan saat ini masih tergolong tinggi. Gandum masih sepenuhnya diimpor, sementara kedelai sekitar 90 persen dipenuhi dari luar negeri. Selain itu, impor bawang putih mencapai sekitar 95 persen, gula sekitar 60 persen, serta daging sapi dan kerbau sekitar 54 persen.

Menurut Ibrahim, jika tren pelemahan rupiah terus berlanjut, dampaknya dapat segera merembet pada kenaikan harga kebutuhan masyarakat. Fenomena tersebut dikenal sebagai imported inflation, yakni inflasi yang muncul akibat depresiasi nilai tukar dan tingginya ketergantungan pada barang impor.

“Dalam situasi seperti ini, bukan hanya bahan baku yang terdampak, tetapi juga produk olahan yang dikonsumsi masyarakat sehari-hari,” katanya.

Ia memprediksi tekanan paling cepat akan dirasakan pada komoditas berbasis gandum dan kedelai. Industri pengolahan dinilai akan langsung menghadapi lonjakan biaya bahan baku, yang kemudian diteruskan kepada konsumen dalam bentuk kenaikan harga jual.

“Produk seperti mi instan, roti, tahu-tempe, susu, hingga makanan olahan lainnya berpotensi ikut terkerek, terutama pada semester II/2026,” ungkap Ibrahim.

Tak hanya itu, kenaikan biaya produksi juga dipicu oleh meningkatnya ongkos energi, distribusi, kemasan, serta logistik. Karena itu, harga pangan olahan diperkirakan akan lebih cepat mengalami penyesuaian dibanding komoditas mentah.

Di pasar valuta asing, Ibrahim memperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan Rabu (20/5/2026) masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah.

“Untuk perdagangan besok, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp17.700 hingga Rp17.750 per dolar AS,” tutupnya. (her)

Tags: Bank Indonesiadolar ASHarga Pangan Naikmi instannilai tukar rupiah

Berita Terkait.

purbaya
Ekonomi

Tanpa Pajak Baru, Penerimaan Negara Justru Melonjak

Jumat, 4 September 2026 - 02:12
bca
Ekonomi

BCA Syariah Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Sertifikasi Halal dan Literasi Keuangan

Kamis, 3 September 2026 - 18:08
driling
Ekonomi

Perkuat Sinergi Operational, Pertamina Drilling Gembleng 20 Perwira SCM PHR di IDTC

Kamis, 3 September 2026 - 17:17
menkop
Ekonomi

Kemenkop Kembali Tegaskan Isu Anggaran Rp103 Miliar untuk Podcast Tidak Tepat

Kamis, 3 September 2026 - 16:29
Kemenkop Raih Opini WTP BPK Tahun Anggaran 2025
Ekonomi

Kemenkop Raih Opini WTP BPK Tahun Anggaran 2025

Kamis, 3 September 2026 - 13:40
Surplus Dagang Juli Cuma USD 0,12 Miliar, Ekspor Tetap Ngebut
Ekonomi

Surplus Dagang Juli Cuma USD 0,12 Miliar, Ekspor Tetap Ngebut

Kamis, 3 September 2026 - 13:15

OLAHRAGA

Hadapi Laos, Nova Arianto Putar Otak Tentukan Pemain Garuda Muda
Olahraga

Hadapi Laos, Nova Arianto Putar Otak Tentukan Pemain Garuda Muda

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 3 September 2026 - 09:12

INDOPOSCO.ID - Pelatih Timnas Indonesia U-20 Nova Arianto mempertimbangkan komposisi pemain yang akan diturunkan menghadapi Laos U-20 dalam laga kedua...

SelengkapnyaDetails
nova

Tumpul Lawan Malaysia, Garuda Muda Pertajam Penyelesaian Akhir demi Tumbangkan Laos

Rabu, 2 September 2026 - 15:05
ferry

Izin Prinsip Sudah Terbit, League Persija Versus Persib Fix di GBK

Rabu, 2 September 2026 - 13:13
SUPER

Super League 2026 Resmi Bergulir, STY vs Igor Tolic Panaskan Rivalitas Persija-Persib

Rabu, 2 September 2026 - 08:10
league

Alasan “Indonesia Menyala” Gantikan “Gaskeun” sebagai Theme Song Super League 2026/2027

Rabu, 2 September 2026 - 04:04

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.