• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Rupiah Dibuka Melemah, Pernyataan Nyeleneh Prabowo Dinilai Picu Kekhawatiran Pasar

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Senin, 18 Mei 2026 - 13:18
in Headline
uang

Ilustrasi - Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, awal Januari 2025 lalu. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Analis mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah yang pada perdagangan Senin pagi (18/5/2026) dibuka turun 75 poin ke level Rp17.672 per dolar Amerika Serikat (AS).

Dalam analisanya, Ibrahim menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto saat peresmian 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih pada Sabtu (16/5/2026) menjadi perhatian pelaku pasar dan memengaruhi sentimen terhadap rupiah.

BacaJuga:

Polemik Hijab Kadet Unhan Memanas, DPR Soroti Pelaksanaan Aturan di Lapangan

Bank Mandiri Diminta Tak Lempar Tanggung Jawab soal Pemblokiran Rekening Nasabah

Maulid Nabi Muhammad SAW, Menag: Akhlak Fondasi Peradaban

Menurut Ibrahim, pernyataan yang terkesan menganggap pelemahan rupiah tidak berdampak bagi masyarakat desa karena tidak menggunakan dolar justru memunculkan persepsi negatif di pasar.

“Pernyataan Presiden Prabowo dianggap pasar sebagai bentuk sikap yang terlalu menganggap enteng penguatan dolar terhadap rupiah. Ini akhirnya berdampak terhadap sentimen pasar,” ujar Ibrahim dalam analisanya, Senin (18/5/2026).

Ia menjelaskan, penguatan dolar AS memiliki dampak luas terhadap perekonomian nasional, terutama pada sektor impor energi. Ketika dolar menguat, harga minyak mentah ikut terdorong naik sehingga beban impor Indonesia semakin besar.

“Saat dolar mengalami penguatan, harga minyak mentah juga naik. Ini berdampak terhadap impor minyak Indonesia yang sangat besar,” katanya.

Ibrahim juga menilai kondisi tersebut dapat mendorong masyarakat mengalihkan simpanan dari rupiah ke valuta asing karena kekhawatiran terhadap pelemahan mata uang domestik.

“Masyarakat bisa berpindah dari tabungan rupiah ke valuta asing. Ini yang harus diantisipasi pemerintah,” jelas Ibrahim.

Lebih lanjut, Ibrahim menilai komunikasi pemerintah seharusnya difokuskan pada upaya penanganan krisis dan strategi penguatan rupiah, bukan sekadar pernyataan bernada candaan atau olok-olok.

Ia menyebut pemerintah perlu memberikan penjelasan yang lebih konkret mengenai langkah pengendalian impor energi, termasuk rencana implementasi B50 sebagai pendamping bahan bakar fosil.

“Yang seharusnya dilakukan pemerintah adalah memberikan solusi bagaimana menangani krisis agar rupiah kembali menguat,” kata Ibrahim.

Dalam kesempatan itu, Ibrahim juga menyoroti perkembangan masyarakat di era teknologi saat ini. Menurutnya, masyarakat desa kini sudah memahami isu ekonomi global, termasuk dolar dan investasi saham.

“Sekarang masyarakat desa juga tahu tentang dolar dan saham. Teknologi membuat informasi bisa diakses semua kalangan,” tuturnya.

Ia pun menilai komunikasi publik pemerintah perlu disesuaikan dengan perkembangan masyarakat saat ini agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah kondisi ekonomi yang sensitif.

“Masyarakat di desa sekarang bahkan bisa lebih cepat memahami perkembangan ekonomi dibanding yang dibayangkan pemerintah,” tambahnya.

Dikehatui, Presiden Prabowo Subianto buka suara terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang kini menyentuh level Rp17.600 per US$. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri peresmian 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih pada Sabtu (16/5/2026), di tengah kekhawatiran publik terhadap kondisi rupiah yang tercatat menjadi salah satu titik terlemah sepanjang sejarah.

Di hadapan peserta acara, Prabowo mencoba menenangkan masyarakat dengan menyebut kondisi ekonomi nasional masih terkendali. Ia bahkan berkelakar bahwa masyarakat desa tidak terlalu terdampak gejolak dolar AS karena aktivitas sehari-hari tidak menggunakan mata uang tersebut.

“Selama Purbaya Yudhi Sadewa bisa senyum, tenang saja, nggak usah kau khawatir. Mau dolar berapa ribu kek, kalian di desa-desa nggak pakai dolar,” ujar Prabowo yang langsung disambut tawa para peserta.

Meski demikian, Prabowo mengakui pelemahan rupiah tetap memiliki dampak, terutama bagi kalangan yang melakukan transaksi menggunakan dolar AS. Namun, ia memastikan fundamental ekonomi Indonesia masih kuat dan pemerintah optimistis mampu menghadapi tekanan global yang tengah terjadi. (her)

Tags: Ibrahim Assuaibinilai tukar rupiahPrabowo SubiantoPresiden Prabowo

Berita Terkait.

sukamta
Headline

Polemik Hijab Kadet Unhan Memanas, DPR Soroti Pelaksanaan Aturan di Lapangan

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:02
mandiri
Headline

Bank Mandiri Diminta Tak Lempar Tanggung Jawab soal Pemblokiran Rekening Nasabah

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:18
menag
Headline

Maulid Nabi Muhammad SAW, Menag: Akhlak Fondasi Peradaban

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:37
riau
Headline

Prabowo di Riau: Edukasi Warga Larangan Bakar Lahan, Sikat Korporasi Nakal

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:17
api
Headline

BNPB Klaim Karhutla di Beberapa Wilayah Telah Padam

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:14
Kebakaran Sade Hanguskan 167 Bangunan, Kementerian Kebudayaan Kaget Temuan Data Ini
Headline

Kebakaran Sade Hanguskan 167 Bangunan, Kementerian Kebudayaan Kaget Temuan Data Ini

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:27

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.