INDOPOSCO.ID – Kegiatan lomba baris-berbaris dan pengibaran bendera yang selama ini identik dengan semangat kedisiplinan pelajar kini menjadi perhatian publik setelah nilai anggarannya disebut mengalami lonjakan signifikan pada 2026.
Koordinator Center For Budget Analisis (CBA) Jajang Nurjaman, menyoroti besarnya peningkatan anggaran program Sosialisasi Empat Pilar MPR yang dikemas dalam kegiatan Lomba Kreasi Baris Berbaris dan Pengibaran Bendera.
Menurut Jajang, pola penganggaran pada 2026 berbeda dibanding tahun sebelumnya. Jika pada 2025 kegiatan tersebut dibagi dalam sejumlah paket proyek, kini seluruhnya digabung menjadi satu proyek besar dengan nilai yang jauh lebih tinggi.
“Pada tahun 2026 proyek Lomba Kreasi Baris Berbaris dan Pengibaran Bendera dijadikan satu proyek besar. Sedangkan pada tahun 2025 dipecah menjadi 14 proyek,” ucap Jajang dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).
Ia mengungkapkan, total anggaran kegiatan pada 2025 tercatat sekitar Rp1,1 miliar. Namun pada 2026 nilainya meningkat drastis hingga mencapai Rp3,1 miliar.
“Jadi dari tahun 2025 ke tahun 2026 ada peningkatan anggaran yang luar biasa fantastis mencapai Rp1,9 miliar. Cukup lumayan untuk membuat barisan tegak dan bendera berkibar dengan gagah,” sindirnya.
CBA menilai lonjakan dana tersebut perlu mendapat perhatian serius agar tidak menimbulkan dugaan penyalahgunaan anggaran. Jajang bahkan menyebut kegiatan semacam itu berpotensi berubah menjadi “lahan basah” apabila pengawasannya lemah.
Karena itu, pihaknya meminta Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah memberikan penjelasan terbuka kepada publik mengenai rincian penggunaan anggaran tersebut.
Dalam nada satir, Jajang juga melontarkan usulan agar peserta lomba baris-berbaris tidak lagi berasal dari kalangan siswa sekolah, melainkan diikuti langsung oleh anggota MPR dan DPD.
“Karena ternyata kegiatan ini sekarang sudah jadi proyek kelas kakap. Jadi sekalian saja anggota MPR dan DPD yang ikut lomba,” katanya.
Jajang pun menyentil kemampuan para legislator dalam menjaga disiplin dan kekompakan layaknya peserta lomba baris-berbaris.
“Kalau para wakil rakyat saja belum tentu mampu melakukan baris-berbaris dengan rapi dan penuh kekuatan, masa anak-anak sekolah yang polos harus dibebani proyek semahal itu?” pungkasnya.
Selain meminta penjelasan dari pihak MPR, CBA juga mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk turun tangan melakukan audit terhadap penggunaan anggaran tersebut.
“Dengan anggaran yang sedemikian besar, tentunya kita berharap BPK segera melakukan audit yang benar agar barisan yang terbentuk bukan sekadar rapi di mata, tapi juga rapi dalam pengelolaan dan pertanggungjawabannya,” tambahnya.(her)











