INDOPOSCO.ID – PT Pertamina (Persero) bersama ASRI Energi Edukasi menghadirkan semangat baru dalam edukasi energi berkelanjutan melalui kegiatan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 40 Jakarta, Senin (11/5/2026). Program ini tidak sekadar memperkenalkan isu transisi energi, tetapi juga mendorong siswa lebih dekat dengan dunia Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Melalui program Sekolah Energi Berdikari (SEB), Pertamina ingin membangun kesadaran sejak dini bahwa perubahan lanskap energi global membutuhkan generasi muda yang adaptif, kreatif, dan memiliki kemampuan teknologi yang kuat.
VP CSR & SMEPP Management PT Pertamina (Persero), Rudi Ariffianto, menegaskan pentingnya pengenalan isu energi dan STEM sejak bangku sekolah. Menurutnya, rendahnya minat pelajar Indonesia terhadap bidang STEM menjadi perhatian serius di tengah percepatan transformasi energi dunia.
“Transisi energi dan penguatan STEM harus diperkenalkan sejak awal agar generasi muda memiliki kesiapan dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan energi masa depan,” ujarnya.
Rudi menambahkan, Indonesia memiliki potensi energi nonfosil yang melimpah sehingga diperlukan sumber daya manusia yang siap menjadi penggerak sektor energi di masa mendatang, baik sebagai regulator, inovator, maupun pelaku industri.
Program edukasi ini juga menjadi bagian dari strategi Pertamina dalam menjalankan dual growth strategy, yakni menjaga ketahanan energi nasional melalui bisnis inti migas sekaligus mempercepat pengembangan energi rendah karbon dan energi baru terbarukan (EBT).
Kolaborasi lintas sektor turut menjadi sorotan dalam kegiatan tersebut. Ketua Yayasan Berkat Budaya Sejahtera, Glory Oyong, menyebut sinergi antara dunia pendidikan dan industri memiliki peran penting dalam membangun pemahaman keberlanjutan bagi generasi muda.
Di sisi lain, Kepala Sekolah SMAN 40 Jakarta, Adriansyah, menyambut positif kegiatan tersebut karena dinilai sejalan dengan langkah sekolah dalam memperkuat budaya peduli lingkungan menuju predikat Adiwiyata Mandiri.
“Ini momentum baik isu lingkungan dipadukan dengan energi dan STEM,” kata Glory.
Sementara itu, VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menilai keterlibatan dunia pendidikan menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang siap menghadapi dinamika energi global.
“Melalui sinergi sektor pendidikan, komunitas dan pemangku kepentingan, Pertamina terus mendorong ekosistem pembelajaran yang memperkuat kapasitas generasi muda sebagai fondasi ketahanan energi nasional dan keberlanjutan energi masa depan,” tuturnya.
Sebagai perusahaan yang aktif mendorong transisi energi, Pertamina terus memperkuat komitmennya mendukung target Net Zero Emission 2060 melalui berbagai program yang berdampak langsung pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari transformasi perusahaan yang menempatkan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) sebagai pijakan utama dalam operasional dan pengembangan bisnis berkelanjutan.(her)











