INDOPOSCO.ID – Atmosfer berbeda akan terasa di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Jumat (15/5/2026) sore. Bukan sekadar pertandingan pekan ke-33 Super League 2025/26, duel menghadapi Persebaya Surabaya menjadi momen emosional bagi Semen Padang FC yang menjalani laga kandang terakhir musim ini.
Di tengah kenyataan pahit sudah dipastikan terdegradasi, Kabau Sirah tetap menatap pertandingan dengan kepala tegak. Tim asuhan Imran Nahumarury ingin menutup kisah di kandang dengan hasil yang bisa dikenang suporter.
Saat ini Semen Padang masih tertahan di posisi ke-17 klasemen dengan koleksi 20 poin. Situasi itu berbanding jauh dengan Persebaya yang nyaman berada di papan atas, tepatnya peringkat kelima dengan 52 angka. Namun bagi tuan rumah, pertandingan kali ini lebih dari sekadar soal posisi klasemen.
“Persiapan berjalan seperti biasa di laga home. Tentu laga yang sudah tak punya pengaruh untuk kami. Tapi kami tetap akan profesional sampai akhir nanti dengan berusaha maksimal di dua laga terakhir, home dan away. Dan tentu saya harap pemain tetap antusias untuk meraih kemenangan sebagai hadiah terakhir untuk masyarakat Padang,” kata pelatih Semen Padang FC, Imran Nahumarury dalam keterangan resmi klub, Jumat (15/5/2026).
Meski tekanan kompetisi sudah tak lagi menentukan nasib tim, Imran mengaku fokus menjaga motivasi para pemain agar tetap tampil penuh semangat. Pelatih berlisensi AFC Pro itu bahkan membuka peluang melakukan sejumlah perubahan dalam susunan tim.
“Saya lihat pemain juga sangat bersemangat. Yang pasti, nanti akan banyak perubahan. Saya ingin mencoba pemain-pemain yang menit bermainnya kurang musim ini,” dia menegaskan.
Semen Padang sendiri diperkirakan tampil pincang dalam pertandingan nanti. Sejumlah nama penting seperti Boubakary Diarra, Ravy Tsouka, Kazaki Nakagawa, serta Angelo Meneses disebut belum berada dalam kondisi ideal. Sementara Jaime Giraldo harus absen akibat akumulasi kartu kuning.
Kondisi tersebut membuat Imran sadar timnya menghadapi tantangan berat pada dua laga terakhir musim ini. Meski begitu, ia tetap menyimpan optimisme.
“Harus diakui, dua laga terakhir adalah berat. Tapi kami sudah siapkan semuanya. Kalau di dua laga terakhir bisa dapat enam poin, kenapa tidak. Tapi kita juga harus realistis,” ucapnya menambahkan.
Pertandingan melawan Persebaya juga memiliki makna khusus karena menjadi laga terakhir sebelum Stadion Haji Agus Salim memasuki masa renovasi. Karena itu, Semen Padang ingin meninggalkan kesan manis sebelum stadion kebanggaan masyarakat Sumatera Barat itu ditutup sementara.
“Kita lakukan persiapan yg baik untuk harapannya hasil yang didapat bagus juga tentunya,” tambah pelatih berlisensi AFC Pro itu.
Setelah duel kontra Persebaya, Semen Padang akan menutup musim dengan laga tandang menghadapi Persija Jakarta pada pekan terakhir Super League 2025/26, Sabtu (23/5/2026) mendatang.(her)











