INDOPOSCO.ID – Di tengah tantangan lapangan migas yang kian menua dan tuntutan standar keselamatan operasi yang makin tinggi, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) justru mencetak capaian efisiensi yang melampaui ekspektasi. Melalui program Optimus 2025, PHE membukukan realisasi cost optimization sebesar USD635 juta, jauh di atas target awal USD250 juta.
Capaian ini menyumbang sekitar 57 persen dari total cost optimization di lingkungan PT Pertamina (Persero), sekaligus mengantarkan PHE meraih predikat Grand Champion Optimus 2025.
Direktur Manajemen Risiko PHE, Whisnu Bahriansyah, menyebut keberhasilan tersebut sebagai buah dari disiplin eksekusi dan konsistensi perbaikan di seluruh lini organisasi.
“Di tengah berbagai tantangan, kita tetap mampu menghadirkan kinerja unggul melalui disiplin eksekusi dan semangat perbaikan berkelanjutan,” ujarnya saat membuka OPTIMUS Award 2025 & Kick Off 2026 di Jakarta.
Memasuki 2026, ruang optimalisasi dalam RKAP dinilai makin terbatas. Di saat yang sama, mayoritas lapangan yang dikelola PHE berada pada fase mature dan declining production, yang meningkatkan kompleksitas operasional dan biaya perawatan aset.
Komisaris PHE, Nanang Untung, menegaskan strategi perusahaan ke depan akan bertumpu pada tiga pilar utama: revenue growth, efisiensi, dan cost avoidance.
“Lapangan yang kita kelola sebagian besar sudah mature dan declining. Tantangan makin besar, tetapi di situlah peluang optimalisasi kreatif dan terukur muncul,” katanya.
Di sisi lain, dinamika eksternal seperti potensi kenaikan harga minyak dunia dan meningkatnya kebutuhan energi nasional dinilai sebagai peluang yang bisa dimanfaatkan untuk menopang kinerja hulu migas.
Namun, menurut manajemen, peluang tersebut hanya bisa dioptimalkan bila seluruh insan perusahaan memiliki semangat inovasi dan keberanian berpikir di luar kebiasaan.
Program Optimus sendiri telah memasuki tahun ke-6 dan didorong menjadi budaya organisasi, bukan sekadar program efisiensi sesaat.
“Optimus harus menjadi motor lahirnya terobosan baru. Ini bagian dari upaya strategis memberikan nilai tambah bagi bangsa dan negara,” tambah Whisnu.
Dalam menjalankan operasi dan bisnis hulu migas, PHE menegaskan komitmen pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Perusahaan juga menerapkan Zero Tolerance on Bribery melalui implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berstandar ISO 37001:2016.
Dengan kombinasi efisiensi ekstrem, inovasi berkelanjutan, dan tata kelola yang kuat, PHE optimistis mampu menjaga kinerja sekaligus menopang ketahanan energi nasional di tengah tantangan industri migas yang makin kompleks. (rmn)











