INDOPOSCO.ID – PT Siloam International Hospitals Tbk (Siloam) menutup Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025, Rabu (12/5/2026), dengan dukungan penuh pemegang saham atas seluruh agenda rapat. Momentum ini menjadi penegasan arah baru transformasi Perseroan melalui strategi diferensiasi arketipe jaringan rumah sakit, yang kini menjadi fondasi pertumbuhan berkelanjutan Siloam ke depan.
Sepanjang 2025 yang disebut manajemen sebagai tahun transisi—Siloam tetap mencatatkan kinerja keuangan yang solid. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp12,8 triliun atau tumbuh 5,2 persen year on year (YoY), i Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) Rp2,8 triliun naik 18,3 persen YoY, serta laba bersih Rp1,1 triliun melonjak 22,5 persen YoY.
Capaian ini ditopang implementasi inisiatif transformasi Next Gen Siloam (NGS), sebuah agenda strategis komprehensif untuk memperkuat kapabilitas klinis, operasional, dan alokasi modal di seluruh jaringan rumah sakit.
Melalui strategi arketipe, Siloam membagi jaringannya ke dalam dua fokus utama. Network Premium diarahkan pada penguatan keunggulan klinis melalui kolaborasi global, peningkatan pengalaman pasien, serta investasi berkelanjutan pada teknologi medis mutakhir. Sementara Network Value Seeker menitikberatkan efisiensi operasional, aksesibilitas, dan perluasan jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat luas.
Pendekatan ini memungkinkan penyelarasan yang lebih presisi antara kemampuan klinis, kebutuhan pasar, dan optimalisasi sumber daya di setiap rumah sakit dalam jaringan Siloam.
Presiden Direktur Siloam, David Utama, menyampaikan strategi arketipe menjadi titik awal transformasi yang lebih luas.
“Kami dengan bangga melaporkan kinerja operasional dan keuangan yang kuat selama periode ini, didorong oleh implementasi strategi archetype. Ini menandai awal transformasi yang lebih luas, sejalan dengan visi kami menghadirkan layanan kesehatan berkualitas tinggi dan mudah dijangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya, dalam RUPST dan Paparan Publik, di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Rabu (12/5/2026).
Pada 2025, Siloam memperkuat kapasitas layanannya melalui pengoperasian Siloam Hospitals Surabaya yang terintegrasi dengan Mochtar Riady Center for Advanced Care (MRCAC). Kehadiran fasilitas ini memperluas akses masyarakat Jawa Timur terhadap layanan kesehatan berteknologi tinggi di dalam negeri.
Siloam juga melakukan soft-launch perluasan Siloam Hospitals Makassar, bersamaan dengan pengenalan sistem CT-LINAC terintegrasi pertama di Asia Tenggara, yang memperkuat kapabilitas precision oncology Perseroan.
Investasi ini merupakan bagian dari komitmen Siloam untuk menekan kebutuhan masyarakat Indonesia berobat ke luar negeri dengan menghadirkan standar layanan kelas dunia di dalam negeri.
RUPST juga memutuskan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2025. Seluruh laba bersih dicatat sebagai laba ditahan guna mendukung ekspansi, investasi teknologi medis, serta penguatan kualitas layanan di seluruh jaringan.
RUPST juga menetapkan kembali susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan. Jajaran Direksi dipimpin oleh Presiden Direktur David Utama, bersama para Direktur yakni Atiff Ibrahim Gill, Benny Haryanto Djie, Gabriele Isacco Tironi, Phua Meng Kuan (Daniel Phua), Richard Kidarsa, dan Surya Tatang.
Sementara itu, Dewan Komisaris dipimpin oleh Presiden Komisaris merangkap Komisaris Independen Yasonna Hamonangan Laoly, dengan anggota Komisaris Andy Nugroho Purwohardono dan Sigit Prasetya, serta Komisaris Independen James Tobias Hall dan Bambang Soesatyo.
Dengan fondasi strategi arketipe dan transformasi Next Gen Siloam, Perseroan menatap fase pertumbuhan berikutnya dengan fokus pada diferensiasi layanan, penguatan klinis, serta perluasan akses kesehatan berkualitas bagi masyarakat Indonesia. (rmn)











