INDOPOSCO.ID – Transformasi digital pariwisata Bali memasuki babak baru. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menggandeng PT Mitra Kasih Perkasa (MKP) membangun standar baru ekosistem wisata digital yang mengintegrasikan sistem ticketing, pembayaran, hingga layanan keuangan di berbagai destinasi dan pelabuhan wisata di Bali.
Kolaborasi ini menempatkan BTN bukan sekadar penyedia layanan perbankan, tetapi menjadi bagian utuh dari perjalanan wisatawan mulai dari pemesanan tiket, pembayaran, hingga transaksi di kawasan destinasi.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengatakan kemitraan tersebut merupakan bagian dari strategi perseroan memperluas layanan berbasis ekosistem, khususnya di sektor dengan aktivitas transaksi tinggi seperti pariwisata.
Penguatan ekosistem wisata digital ini akan terintegrasi langsung dengan Bale by BTN, super apps milik BTN. Melalui aplikasi ini, wisatawan nantinya dapat mengakses pemesanan tiket wisata dan transportasi, pembayaran digital, hingga kebutuhan transaksi selama berada di Bali hanya dalam satu platform.
“Bale by BTN kami dorong menjadi platform yang tidak hanya melayani kebutuhan perbankan, tetapi juga mendukung lifestyle dan transaction ecosystem masyarakat, termasuk sektor pariwisata,” ujar Nixon saat penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Dalam kolaborasi ini, MKP berperan sebagai penyedia sistem ticketing terintegrasi, sementara BTN menjadi exclusive banking partner yang menangani seluruh transaksi tunai maupun non-tunai, termasuk proses settlement yang ditempatkan pada rekening BTN.
BTN juga akan menghadirkan berbagai kanal layanan di kawasan wisata dan pelabuhan, mulai dari ATM/CRM, EDC, QRIS BTN untuk merchant dan UMKM, hingga layanan transaksi digital lainnya. Bahkan, BTN memperoleh posisi sebagai exclusive branding partner di berbagai titik interaksi wisatawan seperti ticketing gate, boarding pass, signage, hingga area tunggu penumpang.
Menurut Nixon, inisiatif ini membuka peluang besar terhadap pertumbuhan transaksi, penghimpunan dana, sekaligus penguatan basis nasabah dari ekosistem pariwisata.
Bali sendiri mencatat sekitar 16,3 juta kunjungan wisatawan pada 2025 dengan kontribusi devisa pariwisata mencapai Rp176 triliun. Angka ini menjadi potensi besar bagi integrasi layanan keuangan digital di sektor wisata.
MKP memiliki posisi strategis dalam ekosistem pariwisata Bali melalui pengelolaan sejumlah titik krusial wisata dan pelabuhan dengan trafik pengunjung yang signifikan setiap tahunnya, yakni Pelabuhan Matahari Terbit Sanur dengan sekitar 1,25 juta pengunjung per tahun, Desa Wisata Penglipuran sekitar 724 ribu pengunjung, Pelabuhan Sampalan Nusa Penida sekitar 465 ribu pengunjung, Pelabuhan Serangan Denpasar sekitar 284 ribu pengunjung, serta Pelabuhan Bias Munjul Nusa Ceningan dengan sekitar 9 ribu pengunjung per tahun.
Sebelumnya, BTN dan MKP telah berkolaborasi dalam fitur pemesanan tiket wisata di Bale by BTN, digitalisasi ticketing kawasan Ancol, hingga pengembangan sistem pembayaran INKOPPAS. Saat ini, total trafik pada ekosistem MKP mencapai lebih dari 4 juta pengunjung per tahun dengan potensi volume transaksi sekitar Rp280 miliar.
Chief Executive Offiver (CEO) and Co-Founder MKP, Nicholas Anggada, menyatakan pariwisata modern tidak lagi hanya berbicara soal destinasi, tetapi bagaimana seluruh customer journey terhubung secara seamless dari booking, payment, boarding, hingga transaksi di destinasi.
Melalui unit bisnis travel technology, MKP kini dipercaya mendukung pengelolaan transaksi operator kapal dan layanan wisata di pelabuhan strategis Bali dan Nusa Penida. MKP juga tercatat sebagai perusahaan teknologi pertama dan satu-satunya yang terverifikasi Kementerian Perhubungan melalui SE DJPL Nomor 33 Tahun 2023 tentang implementasi e-ticketing pelayaran penumpang.
Selain pelabuhan wisata, MKP juga dipercaya menjadi mitra digitalisasi Desa Penglipuran dalam pengelolaan dana dan data transaksi kawasan wisata, dengan BTN sebagai strategic banking partner yang memperkuat sistem transaksi serta pengelolaan dana yang lebih akuntabel.
Kolaborasi BTN dan MKP ini menjadi contoh nyata integrasi digital banking, lifestyle ecosystem, dan tourism ecosystem secara end-to-end, sekaligus mendorong pariwisata nasional yang lebih modern, terintegrasi, dan terdigitalisasi. (rmn)











