• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Indonesia Percepat Ekonomi Hijau, Wamenkeu Soroti Peran Kalkulator Karbon BI

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 12 Mei 2026 - 11:30
in Ekonomi
Juda-Agung

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung saat menghadiri Townhall Meeting dan Halalbihalal DJPPR di Jakarta, Selasa (31/3/2026). Foto: Dok. Kemenkeu

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah meningkatnya tekanan perubahan iklim global, pemerintah mulai memperkuat strategi pengendalian emisi dengan pendekatan yang lebih terukur. Salah satu langkah terbaru datang dari peluncuran Kalkulator Hijau 2.0 oleh Bank Indonesia (BI), yang dinilai bakal menjadi instrumen penting dalam membangun ekosistem keuangan berkelanjutan di Tanah Air.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menilai kehadiran platform tersebut bukan hanya membantu menghitung jejak karbon, tetapi juga menjadi fondasi pengendalian emisi nasional secara sistematis.

BacaJuga:

Bea Cukai Makassar Lepas Ekspor 44 Ton Arang Cangkang Kemiri ke Tiongkok

Pegadaian Raih Predikat ‘Best of the Best’ di BUMN Entrepreneurial Marketing Awards 2026

PTBA Perkuat SDM Lokal, Persiapkan di Wilayah Operasional Perusahaan Ala Militer

“Ini bukan sekedar alat untuk menghitung. Ini adalah alat untuk mendisiplinkan kita dan untuk mengendalikan karbon itu sendiri. Kita tidak mungkin mengendalikan sesuatu yang tidak kita ukur. Jadi memang harus diukur dulu baru dikendalikan,” ujar Juda di Jakarta, Senin (11/5/2026).

Menurut Juda, akurasi data emisi menjadi faktor kunci dalam memperkuat kredibilitas pembiayaan hijau Indonesia. Karena itu, Kalkulator Hijau 2.0 dipandang mampu menjadi instrumen pengawasan sekaligus pengukuran agar proses transisi menuju ekonomi rendah karbon berlangsung transparan dan akuntabel.

Di sisi lain, pemerintah juga terus mengarahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menopang agenda transformasi hijau nasional. Kementerian Keuangan, kata Juda, memanfaatkan instrumen fiskal sebagai penyangga ekonomi sekaligus pemantik investasi ramah lingkungan.

“Kementerian Keuangan juga terus mengoptimalkan peran APBN sebagai shock absorber sekaligus pendorong investasi hijau,” jelasnya.

Ia menjelaskan, strategi fiskal pemerintah saat ini bertumpu pada tiga jalur utama. Mulai dari pemberian insentif seperti tax allowance, tax holiday, hingga pembebasan PPN dan bea masuk bagi sektor ekonomi hijau. Selain itu, anggaran kementerian dan lembaga juga diarahkan untuk mendukung dekarbonisasi, pengembangan energi terbarukan, serta penguatan ketahanan pangan nasional.

Indonesia sendiri disebut semakin aktif memainkan peran di pasar keuangan hijau global. Setelah menerbitkan Global Sovereign Green Sukuk pertama di dunia pada 2018, pemerintah kembali menghadirkan instrumen pembiayaan hijau melalui Blue Samurai Bonds di pasar Jepang yang difokuskan untuk perlindungan ekosistem laut.

Dalam kesempatan itu, Juda juga mengingatkan ancaman nyata perubahan iklim yang semakin terasa. Ia menyoroti kenaikan suhu global pada 2023 yang mencapai 1,45 derajat Celsius atau mendekati ambang batas kritis Paris Agreement.

Menurutnya, Indonesia sebagai negara kepulauan berada pada posisi rentan terhadap dampak krisis iklim, termasuk ancaman El Nino ekstrem yang disebut sebagai “El Nino Godzilla”.

“Sebagai negara kepulauan, kita memiliki risiko besar terhadap perubahan iklim. Transformasi menuju energi campuran (energy mix) seperti B50 adalah langkah krusial untuk menjaga ketahanan energi nasional dari guncangan global,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut implementasi UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), pemerintah juga mempercepat pembentukan Komite Keuangan Berkelanjutan (KKB). Forum tersebut nantinya akan menjadi ruang sinkronisasi kebijakan antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelum dibahas di level Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Menutup pernyataannya, Juda mengajak pelaku usaha dan sektor jasa keuangan memanfaatkan Kalkulator Hijau 2.0 sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang.

“Kalkulator ini memiliki posisi tepat: sederhana dalam penggunaan, namun serius dan berstandar internasional dalam metodologi. Inilah jembatan yang kita butuhkan antara sektor riil dan sektor keuangan untuk membangun Indonesia yang lebih kokoh dan sustainable,” tutupnya.(her)

Tags: Ekonomi HijauKarbon BIwamenkeu

Berita Terkait.

Ekspor
Ekonomi

Bea Cukai Makassar Lepas Ekspor 44 Ton Arang Cangkang Kemiri ke Tiongkok

Selasa, 12 Mei 2026 - 12:11
Penghargaan
Ekonomi

Pegadaian Raih Predikat ‘Best of the Best’ di BUMN Entrepreneurial Marketing Awards 2026

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:39
PTBA Perkuat SDM Lokal, Persiapkan di Wilayah Operasional Perusahaan Ala Militer
Ekonomi

PTBA Perkuat SDM Lokal, Persiapkan di Wilayah Operasional Perusahaan Ala Militer

Selasa, 12 Mei 2026 - 01:01
Program MBG Dipercepat di Pesantren, Kemenag Siapkan Skema Mandiri
Ekonomi

Kebutuhan Gas PLN Tumbuh 4,5 Persen per Tahun, LNG Jadi Andalan Transisi Energi

Senin, 11 Mei 2026 - 23:59
Rumah Anyaman Pandan Berdiri, UMKM “Rano” Naik Kelas Berkat Dukungan PetroChina
Ekonomi

Rumah Anyaman Pandan Berdiri, UMKM “Rano” Naik Kelas Berkat Dukungan PetroChina

Senin, 11 Mei 2026 - 23:31
The Jungle Tawarkan Liburan Hemat untuk Pelajar dan Mahasiswa
Ekonomi

Swiss-Belresidences Kalibata Luncurkan Program 24 Jam Penuh Mulai Rp850 Ribu

Senin, 11 Mei 2026 - 23:11

BERITA POPULER

  • madura

    Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    976 shares
    Share 390 Tweet 244
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    792 shares
    Share 317 Tweet 198
  • PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    720 shares
    Share 288 Tweet 180
  • Brigpol Arya Supena Tewas Ditembak Pelaku Curanmor, Ketua Komisi III: Polisi Teladan, Insya Alloh Syahid

    673 shares
    Share 269 Tweet 168
  • Lisa Blackpink dan Ningning aespa Tuai Kontroversi, Seruan Boikot Menguat

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.