INDOPOSCO.ID – Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam (Pendis), Kementerian Agama (Kemenag) Amien Suyitno menegaskan, bahwa ijazah Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) Ula memiliki legalitas yang sah dan diakui negara, serta setara dengan lulusan Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI).
“Lulusan PKPPS Ula memiliki hak yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, baik ke SMP maupun MTs. Ini adalah bentuk nyata pengakuan negara terhadap sistem pendidikan pesantren,” ujar Suyitno dalam keterangan, Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, keberadaan PKPPS menjadi jembatan penting antara tradisi pendidikan pesantren dengan sistem pendidikan nasional, tanpa harus menghilangkan kekhasan pesantren itu sendiri.
“Pesantren tetap dengan cirinya, yaitu penguatan akhlak dan pembelajaran kitab kuning, namun juga mendapatkan pengakuan formal melalui sistem kesetaraan,” tegasnya.
Sebelumnya, Ujian Akhir Nasional (UAN) Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) jenjang Ula Tahun Ajaran 2025/2026 mulai dilaksanakan pada 4 hingga 16 Mei 2026 mendatang.
UAN PKPPS Tahun Ajaran 2025/2026 diikuti oleh 69.176 santri secara nasional dan dilaksanakan secara bertahap, meliputi jenjang Ulya, Wustha, dan Ula. Seluruh pelaksanaan ujian dilakukan berbasis Computer Based Test (CBT) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Direktur Pesantren, Basnang Said menambahkan, bahwa UAN PKPPS jenjang Ula tidak hanya menjadi sarana evaluasi hasil belajar. Tetapi juga bagian dari afirmasi negara terhadap pendidikan dasar di pesantren.
“Ini adalah pengakuan bahwa pendidikan di pesantren, termasuk pada jenjang dasar, memiliki kualitas dan standar yang setara dengan pendidikan formal lainnya,” jelas Basnang.
Ia menegaskan, bahwa santri PKPPS Ula tetap mendapatkan pembelajaran khas pesantren. Dengan menekankan pada pembentukan karakter dan nilai-nilai keislaman, sekaligus memenuhi standar kompetensi dasar nasional.
“Santri tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga akhlak dan kemandirian. Itulah kekuatan utama pesantren,” ujarnya.(nas)











