• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Rupiah Tersungkur ke Rp17.394, Dihantam Sentimen Global dan Kontraksi Manufaktur

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Senin, 4 Mei 2026 - 15:45
in Ekonomi
Rupiah

Ilustrasi - Petugas menghitung uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (15/9/2025). Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pelemahan signifikan di tengah meningkatnya tensi geopolitik global dan tekanan dari harga komoditas energi. Pada penutupan perdagangan Senin (4/5/2026), rupiah tercatat melemah 57 poin ke level Rp17.394 per USD.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan rupiah kali ini lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal, terutama konflik yang memanas di kawasan Eropa Timur dan Timur Tengah.

BacaJuga:

Perkuat Rantai Pasok Biomassa, PLN EPI Ajak Pengusaha Daerah Kelola Sampah Jadi Barang Bernilai Ekonomis

PLN Icon Plus Tawarkan Solusi Digital dan Energi Hijau untuk Industri Hulu Migas

Kedaulatan Energi Berlanjut, Pipa WNTS-Pemping Siap Alirkan Gas Natuna ke Pembangkit Listrik

“Pelemahan rupiah ini masih didominasi faktor eksternal, khususnya dari geopolitik. Di Eropa Timur, Ukraina terus menyerang wilayah kilang minyak Rusia menggunakan drone jarak jauh, yang menyebabkan kebakaran besar dan mendorong kenaikan harga minyak dunia,” ujar Ibrahim melalui gawai, Senin (4/5/2026).

Ia menjelaskan, meskipun Rusia mengklaim telah menghancurkan puluhan drone Ukraina, intensitas serangan yang meningkat tetap berdampak pada terganggunya produksi energi. Kondisi ini kemudian memicu lonjakan harga minyak global.

Selain itu, ketegangan di Timur Tengah juga turut memperburuk sentimen pasar. Ibrahim menyoroti dinamika terbaru terkait potensi konflik di sekitar Selat Hormuz.

“Di Timur Tengah, ada dorongan dari Donald Trump untuk membebaskan Selat Hormuz dari pengaruh Iran. Namun Iran juga telah bersiap menghadapi perang panjang, sehingga ketegangan ini menjadi cukup masif,” jelasnya.

Kenaikan harga minyak mentah akibat konflik geopolitik tersebut dinilai berpotensi mendorong inflasi global. Dampaknya, bank-bank sentral dunia diperkirakan akan mengambil langkah pengetatan kebijakan moneter.

“Jika harga minyak bertahan di atas USD100 per barel, kemungkinan besar bank sentral akan menaikkan suku bunga. Ini yang membuat dolar kembali menguat dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah,” ungkap Ibrahim.

Dari sisi domestik, sebenarnya terdapat sejumlah indikator positif. Neraca perdagangan Indonesia tercatat masih surplus selama 19 bulan berturut-turut, didukung kuatnya aktivitas ekspor-impor, terutama dengan Tiongkok. Namun, sentimen positif tersebut tertutupi oleh data sektor manufaktur yang menunjukkan kontraksi.

“PMI manufaktur Indonesia mengalami kontraksi di bawah 50 persen. Ini sinyal penting bagi investor, karena menunjukkan adanya perlambatan aktivitas industri, salah satunya akibat kenaikan biaya impor karena harga minyak yang tinggi,” ungkapnya.

Ibrahim menambahkan, pelemahan rupiah sepanjang hari perdagangan menunjukkan tekanan yang meningkat secara bertahap.

“Di awal perdagangan hanya melemah sekitar 8 poin, sempat mendekati 36 poin di pertengahan, dan akhirnya ditutup melemah 57 poin di level Rp17.394,” katanya.

Untuk perdagangan Selasa (5/5/2026), rupiah diperkirakan masih berada dalam tekanan dengan kisaran pergerakan di level Rp17.390 hingga Rp17.440 per USD.

“Kami melihat potensi pelemahan masih berlanjut, dengan resistensi di Rp17.440. Bahkan dalam sepekan ke depan bisa terjadi pelemahan hingga sekitar 50 poin, tergantung perkembangan geopolitik global,” tutup Ibrahim.(her)

Tags: Dolar AmerikaIbrahim Assuaibinilai tukar rupiahrupiah

Berita Terkait.

Perkuat Rantai Pasok Biomassa, PLN EPI Ajak Pengusaha Daerah Kelola Sampah Jadi Barang Bernilai Ekonomis
Ekonomi

Perkuat Rantai Pasok Biomassa, PLN EPI Ajak Pengusaha Daerah Kelola Sampah Jadi Barang Bernilai Ekonomis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:06
PLN Icon Plus Tawarkan Solusi Digital dan Energi Hijau untuk Industri Hulu Migas
Ekonomi

PLN Icon Plus Tawarkan Solusi Digital dan Energi Hijau untuk Industri Hulu Migas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 02:01
Pekerja PLN
Ekonomi

Kedaulatan Energi Berlanjut, Pipa WNTS-Pemping Siap Alirkan Gas Natuna ke Pembangkit Listrik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:07
PLN Icon Plus Tawarkan Solusi Digital dan Energi Hijau untuk Industri Hulu Migas
Ekonomi

Cetak Wirausaha Muda Produktif, Kementerian UMKM Akselerasi Target Rasio Kewirausahaan Nasional

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:07
Langkah Strategis TLKM, Tunjuk Pejabat Baru Audit Internal demi Keterbukaan Informasi
Ekonomi

Langkah Strategis TLKM, Tunjuk Pejabat Baru Audit Internal demi Keterbukaan Informasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:37
Farida Farichah
Ekonomi

Farida Ajak KNPI Menjadi Penggerak KDKMP

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:06

OLAHRAGA

Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid
Olahraga

Sentuhan Magis Pertamina di Bandara Lombok: Antarkan Semarak MotoGP Langsung Saat Mendarat

Editor Ali Rachman
Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:23

INDOPOSCO.ID - Perjalanan menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 ternyata tidak dimulai saat mesin motor menderu di Pertamina Mandalika...

SelengkapnyaDetails
novendra

Novendra Priasmoro Berjaya, Percasi DKI Siapkan Skuad Terbaik untuk Kejurnas 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:13
PB FORKI

GGK Indonesia Diperkuat, PB FORKI Siapkan Program Bela Diri untuk Perempuan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:35
elkan

Elkan Baggott Usai Indonesia Juara: Kami adalah Raja Asia Tenggara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:07
timnas

Soal Bonus Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Kata Prabowo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:06

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2714 shares
    Share 1086 Tweet 679
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1212 shares
    Share 485 Tweet 303
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    973 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Pernyataan SBY Gugatan PHPU Salah Alamat, Analis: MK Bisa Nilai Keabsahan Pencalonan Gibran

    873 shares
    Share 349 Tweet 218
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.