• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Rupiah Tersungkur ke Rp17.394, Dihantam Sentimen Global dan Kontraksi Manufaktur

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Senin, 4 Mei 2026 - 15:45
in Ekonomi
Rupiah

Ilustrasi - Petugas menghitung uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (15/9/2025). Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pelemahan signifikan di tengah meningkatnya tensi geopolitik global dan tekanan dari harga komoditas energi. Pada penutupan perdagangan Senin (4/5/2026), rupiah tercatat melemah 57 poin ke level Rp17.394 per USD.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan rupiah kali ini lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal, terutama konflik yang memanas di kawasan Eropa Timur dan Timur Tengah.

BacaJuga:

Rupiah di Jalur Penguatan, Dua Agenda Besar Jadi Penentu Langkah Berikutnya

Semester I 2026, Penjualan EMP Tumbuh 19 Persen dan Laba Bersih Naik 27 Persen

Energi Surya Terangi Upacara Kemerdekaan Perdana Warga Pulau Sembur

“Pelemahan rupiah ini masih didominasi faktor eksternal, khususnya dari geopolitik. Di Eropa Timur, Ukraina terus menyerang wilayah kilang minyak Rusia menggunakan drone jarak jauh, yang menyebabkan kebakaran besar dan mendorong kenaikan harga minyak dunia,” ujar Ibrahim melalui gawai, Senin (4/5/2026).

Ia menjelaskan, meskipun Rusia mengklaim telah menghancurkan puluhan drone Ukraina, intensitas serangan yang meningkat tetap berdampak pada terganggunya produksi energi. Kondisi ini kemudian memicu lonjakan harga minyak global.

Selain itu, ketegangan di Timur Tengah juga turut memperburuk sentimen pasar. Ibrahim menyoroti dinamika terbaru terkait potensi konflik di sekitar Selat Hormuz.

“Di Timur Tengah, ada dorongan dari Donald Trump untuk membebaskan Selat Hormuz dari pengaruh Iran. Namun Iran juga telah bersiap menghadapi perang panjang, sehingga ketegangan ini menjadi cukup masif,” jelasnya.

Kenaikan harga minyak mentah akibat konflik geopolitik tersebut dinilai berpotensi mendorong inflasi global. Dampaknya, bank-bank sentral dunia diperkirakan akan mengambil langkah pengetatan kebijakan moneter.

“Jika harga minyak bertahan di atas USD100 per barel, kemungkinan besar bank sentral akan menaikkan suku bunga. Ini yang membuat dolar kembali menguat dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah,” ungkap Ibrahim.

Dari sisi domestik, sebenarnya terdapat sejumlah indikator positif. Neraca perdagangan Indonesia tercatat masih surplus selama 19 bulan berturut-turut, didukung kuatnya aktivitas ekspor-impor, terutama dengan Tiongkok. Namun, sentimen positif tersebut tertutupi oleh data sektor manufaktur yang menunjukkan kontraksi.

“PMI manufaktur Indonesia mengalami kontraksi di bawah 50 persen. Ini sinyal penting bagi investor, karena menunjukkan adanya perlambatan aktivitas industri, salah satunya akibat kenaikan biaya impor karena harga minyak yang tinggi,” ungkapnya.

Ibrahim menambahkan, pelemahan rupiah sepanjang hari perdagangan menunjukkan tekanan yang meningkat secara bertahap.

“Di awal perdagangan hanya melemah sekitar 8 poin, sempat mendekati 36 poin di pertengahan, dan akhirnya ditutup melemah 57 poin di level Rp17.394,” katanya.

Untuk perdagangan Selasa (5/5/2026), rupiah diperkirakan masih berada dalam tekanan dengan kisaran pergerakan di level Rp17.390 hingga Rp17.440 per USD.

“Kami melihat potensi pelemahan masih berlanjut, dengan resistensi di Rp17.440. Bahkan dalam sepekan ke depan bisa terjadi pelemahan hingga sekitar 50 poin, tergantung perkembangan geopolitik global,” tutup Ibrahim.(her)

Tags: Dolar AmerikaIbrahim Assuaibinilai tukar rupiahrupiah

Berita Terkait.

rupiah
Ekonomi

Rupiah di Jalur Penguatan, Dua Agenda Besar Jadi Penentu Langkah Berikutnya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:21
kilang
Ekonomi

Semester I 2026, Penjualan EMP Tumbuh 19 Persen dan Laba Bersih Naik 27 Persen

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:55
nre
Ekonomi

Energi Surya Terangi Upacara Kemerdekaan Perdana Warga Pulau Sembur

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:46
Kebaya Putih dan Selendang Hitam Ketua DPR, Simbol Duka di Hari Kemerdekaan
Ekonomi

Kemerdekaan Bangun Kehidupan, Program Ini Perkuat Masa Depan Keluarga Ultra Mikro

Selasa, 18 Agustus 2026 - 03:37
Mendagri Siapkan Rencana Prioritas Penanganan Korban Gempa di NTT
Ekonomi

Jejak PHE di Hari Kemerdekaan: Memburu Sumber Energi Baru, Menjaga Ketahanan Negeri

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:47
“Kumpul Bersama Rakyat”, Momentum UMKM Unjuk Produk dan Kuliner Nusantara
Ekonomi

“Kumpul Bersama Rakyat”, Momentum UMKM Unjuk Produk dan Kuliner Nusantara

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:31

BERITA POPULER

  • antam

    Harga Emas Pekan Depan Bakal Berayun, Selisih Proyeksi Capai Rp300 Ribu

    2907 shares
    Share 1163 Tweet 727
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3858 shares
    Share 1543 Tweet 965
  • METOO Dorong Kesadaran Kesehatan Mulut Lewat Inovasi Perfume Toothpaste

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    873 shares
    Share 349 Tweet 218
  • FBR Kutuk Newport terkait Tantangan Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

    778 shares
    Share 311 Tweet 195
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.