INDOPOSCO.ID – Bayang-bayang kekalahan dari Persebaya Surabaya belum sepenuhnya sirna dari benak Arema FC. Tapi di ujung musim, waktu tak pernah benar-benar memberi jeda. Singo Edan dipaksa bangkit cepat, atau tertinggal.
Di pekan ke-31 Super League 2025/26, Arema langsung dihadapkan pada ujian emosional lain, derbi Jawa Timur (Jatim) kontra Persik Kediri di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Minggu (3/5/2026). Bukan sekadar pertandingan, ini soal gengsi, rivalitas, dan pembuktian diri.
Pelatih Marcos Santos memahami betul bahwa luka lama tak boleh dibawa terlalu jauh. Ia memastikan timnya sudah dipersiapkan bukan hanya dari sisi strategi, tapi juga mental bertanding.
“Persiapan kami untuk pertandingan berjalan dengan baik. Kami melakukan persiapan yang bagus, dan kami juga harus memotivasi serta menggerakkan para pemain,” ujar Marcos dalam keterangan resmi klub, Minggu (3/5/2026).
Di atas kertas, posisi Arema relatif aman dari ancaman degradasi. Namun, Marcos menolak jika timnya dianggap bermain tanpa beban. Baginya, profesionalisme tidak mengenal situasi klasemen.
“Para pemain adalah atlet profesional, mereka dibayar untuk memberikan yang terbaik bagi Arema. Kami terus menuntut sikap tersebut di akhir musim ini karena kami masih punya peluang untuk naik di klasemen,” jelasnya.
Lebih dari sekadar tiga poin, laga ini menjadi panggung untuk menguji karakter. Apakah Singo Edan mampu bangkit, atau kembali terjebak dalam bayang-bayang kekalahan?
Marcos pun tegas. Ia tidak ingin kesalahan yang sama kembali terulang.
“Saya tidak akan membiarkan dalam empat pertandingan terakhir kami menunjukkan sikap yang sama seperti saat melawan Persebaya,” tambahnya.(her)











