INDOPOSCO.ID – Langit kota Milan seperti sudah bersiap menyambut pesta. Inter Milan kini berdiri di ambang kejayaan, hanya sejengkal dari trofi Serie A musim 2025/2026.
Semua bermula dari hasil yang tak sepenuhnya mereka kendalikan. Di tempat lain, Napoli gagal memaksimalkan peluang saat bertandang ke markas Como 1907 pada pekan ke-35. Hasil imbang itu menjadi hadiah tak langsung bagi Nerazzurri, sebuah dorongan yang membuat posisi mereka di puncak semakin sulit disentuh.
Kini, skenarionya sederhana tapi sarat makna, satu hasil positif lagi, dan segalanya selesai.
Kesempatan itu hadir di hadapan publik sendiri, saat Inter menjamu Parma pada Senin (4/5/2026) dini hari WIB. Sebuah laga yang bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan panggung potensial untuk mengunci sejarah, Scudetto ke-21.
Di bawah arahan Cristian Chivu, Inter tak hanya unggul, tapi hampir tak terkejar. Dengan selisih yang bisa melebar hingga 10 poin dan hanya tiga pertandingan tersisa, perburuan gelar praktis sudah kehilangan dramanya. Bahkan dalam skenario paling ekstrem sekalipun, para pesaing hanya mampu mendekat tanpa benar-benar menyentuh. Namun, sepak bola tak pernah sepenuhnya tentang matematika.
Inter tahu betul, ada detail kecil yang tak boleh diabaikan. Rekor pertemuan melawan Napoli musim ini tidak berpihak pada mereka. Itulah mengapa satu poin tambahan terasa begitu krusial, bukan sekadar angka, melainkan jaminan mutlak tanpa perlu menoleh ke hasil tim lain.
Di sisi lain, AC Milan mungkin masih berusaha menjaga asa, tetapi realitas berkata lain. Bahkan jika Rossoneri menyamai poin Napoli, mereka tetap tak cukup kuat untuk menggoyang dominasi Inter, selama sang pemuncak mampu mengamankan minimal hasil imbang kontra Parma nanti.
Maka, malam di Giuseppe Meazza nanti bisa menjadi lebih dari sekadar pertandingan. Ia berpotensi berubah menjadi perayaan besar. Sorak-sorai, warna biru-hitam, dan euforia yang telah lama dinanti. Satu poin lagi dan satu langkah lagi.
Dan ketika peluit akhir berbunyi tanpa kekalahan, Inter Milan tak hanya menang dalam laga, mereka mengunci musim, menaklukkan liga, dan membuka pesta juara bahkan sebelum cerita musim ini benar-benar usai. (her)











