• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Rupiah Terseret Isu Hukum dan Krisis Energi Global, Melemah 0,48 Persen

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Rabu, 29 April 2026 - 17:16
in Ekonomi
Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Rupiah menutup perdagangan Rabu (29/4/2026) dengan tekanan cukup tajam. Mata uang Garuda melemah 84,50 poin atau 0,48 persen ke posisi Rp17.326 per dolar AS di pasar spot.

Tekanan terhadap rupiah tidak datang dari satu arah. Analis mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, melihat kombinasi faktor domestik dan global menjadi pemicu utama pelemahan.

BacaJuga:

BRMS Raup Laba Bersih USD18 Juta di Kuartal 1 2026, Naik 22 Persen Meski Produksi Turun

Budaya Bukan Sekadar Wacana, PDC Dorong Aksi Nyata lewat AoC

Menkop Ferry Juliantono Dorong Merek Kolektif Jadi Agunan Kredit Perbankan

Dari dalam negeri, ia menilai ambisi pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen sulit terealisasi jika ketidakpastian hukum masih membayangi.

“Ketidakpastian hukum yang ditimbulkan membuat para pengambil keputusan cenderung berhati-hati secara berlebihan, bahkan enggan bertindak,” ujar Ibrahim kepada awak media di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Menurutnya, bayang-bayang kriminalisasi kebijakan membuat ruang gerak pejabat publik semakin sempit, khususnya dalam pengambilan keputusan strategis yang berkaitan dengan bisnis.

“Keputusan bisnis pada dasarnya selalu mengandung risiko. Namun, jika risiko tersebut berujung pada potensi pidana, maka pejabat negara akan cenderung menghindari pengambilan keputusan,” jelasnya.

Sentimen domestik ini diperkuat oleh sorotan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap Danantara. Isu tata kelola menjadi perhatian, terutama struktur pelaporan yang dinilai terlalu terpusat karena langsung berada di bawah Presiden.

Fitch juga menilai adanya potensi pemanfaatan Danantara untuk menutup kebutuhan pembiayaan pemerintah saat terjadi kesenjangan anggaran. Hal ini memunculkan keraguan atas peran lembaga tersebut sebagai sovereign wealth fund (SWF) yang seharusnya berorientasi komersial.

Dari eksternal, pasar global tengah bergejolak menyusul langkah OPEC yang ditinggalkan oleh Uni Emirat Arab. Keputusan yang mulai berlaku pekan ini dinilai berpotensi mengganggu keseimbangan pasokan minyak dunia.

Tekanan semakin dalam dengan berlanjutnya konflik Iran. Penutupan Selat Hormuz, jalur vital bagi sekitar 20 persen distribusi minyak dan LNG global, membuat pasar energi berada dalam kondisi rapuh.

Di sisi lain, Amerika Serikat terus menekan Iran melalui perpanjangan blokade pelabuhan. Kebijakan ini disebut sebagai upaya menahan ekspor minyak Iran, sekaligus memperpanjang gangguan distribusi energi global.

Ketegangan geopolitik yang belum menemukan titik temu ini membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati.

Fokus kini tertuju pada keputusan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve, yang akan diumumkan Kamis dini hari pukul 01.00 WIB. Bank sentral tersebut diperkirakan kembali menahan suku bunga di kisaran 3,50–3,75 persen.

Keputusan ini menjadi penting untuk membaca arah kebijakan moneter ke depan, terutama di tengah tekanan inflasi yang dipicu lonjakan harga energi. (her)

Tags: ekonomi globalIbrahim Assuaibikebijakan moneternilai tukar rupiah

Berita Terkait.

BRMS Raup Laba Bersih USD18 Juta di Kuartal 1 2026, Naik 22 Persen Meski Produksi Turun
Ekonomi

BRMS Raup Laba Bersih USD18 Juta di Kuartal 1 2026, Naik 22 Persen Meski Produksi Turun

Jumat, 1 Mei 2026 - 01:00
PDC
Ekonomi

Budaya Bukan Sekadar Wacana, PDC Dorong Aksi Nyata lewat AoC

Kamis, 30 April 2026 - 23:04
Menkop Ferry Juliantono Dorong Merek Kolektif Jadi Agunan Kredit Perbankan
Ekonomi

Menkop Ferry Juliantono Dorong Merek Kolektif Jadi Agunan Kredit Perbankan

Kamis, 30 April 2026 - 21:46
SKK Migas Nilai Ekspansi Jadestone Jadi Indikator Kuat Daya Saing RI
Ekonomi

SKK Migas Nilai Ekspansi Jadestone Jadi Indikator Kuat Daya Saing RI

Kamis, 30 April 2026 - 19:04
Temmy-Satya-Permana
Ekonomi

UMKM Digital Finance Tour Jadi Jembatan Akses Modal Lebih Luas

Kamis, 30 April 2026 - 15:46
SC
Ekonomi

BUIDL Jadi Senjata Baru, Kolaborasi OKX-BlackRock-Standard Chartered Ubah Lanskap Kripto

Kamis, 30 April 2026 - 15:06

BERITA POPULER

  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2554 shares
    Share 1022 Tweet 639
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1471 shares
    Share 588 Tweet 368
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1026 shares
    Share 410 Tweet 257
  • Gempa Bumi Dangkal Guncang Semarang Pagi Ini, Begini Catatan BMKG

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Begini Penampakan Gerbong Perempuan KRL Usai Ditabrak KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur

    783 shares
    Share 313 Tweet 196
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.