• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Bukan Sekedar Ibadah, Kurban Dompet Dhuafa Bagian dari ‘Green Jobs’ dan Ekonomi Hijau

Dilianto Editor Dilianto
Rabu, 29 April 2026 - 00:11
in Ekonomi
Dompet Dhuafa yang mempertegas komitmennya dalam mendukung transisi ekonomi berkelanjutan melalui partisipasi dalam ajang ‘Green Jobs Fest 2026’ di Cibis Park, Jakarta Selatan, Sabtu (25/4/2026). Foto: Dok. Dompet Dhuafa

Dompet Dhuafa yang mempertegas komitmennya dalam mendukung transisi ekonomi berkelanjutan melalui partisipasi dalam ajang ‘Green Jobs Fest 2026’ di Cibis Park, Jakarta Selatan, Sabtu (25/4/2026). Foto: Dok. Dompet Dhuafa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ibadah kurban bisa menjadi bagian dari solusi krisis iklim. Hal ini diangkat oleh Dompet Dhuafa yang mempertegas komitmennya dalam mendukung transisi ekonomi berkelanjutan melalui partisipasi dalam ajang ‘Green Jobs Fest 2026’ di Cibis Park, Jakarta Selatan, Sabtu (25/4/2026).

Pada sesi talkshow “Green Talks” kedua bertema “The Human Side of Transition: Menjembatani Ilmu Sosial ke dalam Ekosistem Kerja Berkelanjutan” yang dimoderatori oleh Fitrianti Sofyan, Ali Bastoni selaku Ketua Kurban Dompet Dhuafa 2026, berbagi perspektif menarik tentang bagaimana program Tebar Hewan Kurban (THK) kini bergerak dalam koridor ekonomi berkelanjutan selain itu mengajak peserta untuk berdonasi melalui https://digital.dompetdhuafa.org/donasi/mangroveuntukindonesia

BacaJuga:

Naik Kereta Rp45 Ribu ke Jakarta, Petani dan Pedagang Kini Punya Gerbong Khusus

Tak Bisa Asal Jual Polis, Mulai 1 Juli Agen Asuransi Wajib Bersertifikasi

Minapadi Salin sebagai Pengembangan Padi Biosalin, PGN-BRIN Tingkatkan Produktivitas dan Nilai Ekonomi Pesisir Batang

“Di Dompet Dhuafa, kami melihat kurban sebagai siklus ekonomi yang kompleks. Dalam konteks ekonomi hijau ada aspek nutrisi, spiritual, hingga pengelolaan limbah yang harus dipikirkan dampak ekologinya,” ujar Ali.

Ali Bastoni menekankan bahwa di tengah tantangan angka pengangguran yang tinggi, kurban hadir sebagai penggerak ekonomi di akar rumput. Melalui program THK yang diinisiasi sejak tahun 1994, Dompet Dhuafa mendampingi peternak kecil agar mandiri dan memiliki daya saing.

Namun, Ali juga mengingatkan adanya tantangan ekologis. Di sisi hulu, melalui kemitraan DD Farm, limbah peternakan dikelola secara khusus menjadi pupuk organik untuk meminimalisir emisi metana.

“Jika tidak dikelola, memiliki efek samping seperti limbah dan gas metana. Karena itu, misalnya DD Farm di Riau, kami menginisiasi pengelolaan limbah di DD Farm agar menjadi pupuk organik dan tidak mencemari lingkungan,” jelasnya di hadapan peserta yang didominasi generasi muda.

Sementara ada cerita menarik di sisi hilir, di balik paket daging kurban yang diterima masyarakat di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Dompet Dhuafa mulai mengganti kantong plastik dengan kearifan lokal seperti daun jati dan wadah rotan. Selain mengurangi sampah plastik, langkah ini juga memberdayakan pengrajin lokal.

Salah satu poin penting yang juga disampaikan Ali adalah tentang endowment fund dan kemandirian. Dompet Dhuafa tidak hanya memberi bantuan sesaat, tetapi juga pendampingan bagi mereka yang kehilangan pekerjaan—misalnya pascabencana—untuk menjadi peternak yang tangguh.

“Membantu itu satu hal, tapi membuat mereka mandiri dan melakukan pendampingan berkelanjutan adalah hal lain yang menciptakan dampak jauh lebih besar. Dari penerima manfaat, turut menjadi pemberi manfaat,” pungkas Ali.

Pada kesempatan yang sama, pemateri lain Wilda Romadona selaku Manager Strategic Partnerships di Krealogi, dalam sudut pandang Human Resources, mengatakan bahwa “Bagi kami, pekerjaan ini tidak terbatas pada jurusan tertentu. Namun juga dibutuhkan soft skill: human communication, stakeholders management, dan analytical thinking. Juga dibutuhkan Gen-Z yang dinamis dan kaya cara akan bertahan hidup.”

Menambahkan hal itu, Veronica selaku Founder & Director of Saka Dala menyampaikan, “Jika bicara produk, saya kira Indonesia sangat baik. Juga unggul dalam bahan baku rempah, hingga salah satu faktor penyebab Indonesia dijajah karena hal itu. Tantangannya Indonesia mungkin kurang branding dan umumnya hanya follow, belum benar-benar break the rules di lingkup global dalam program sustainability.”

Partisipasi Dompet Dhuafa dalam ajang yang diselenggarakan oleh Coaction Indonesia, Seasoldier, dan Cibis Park ini membuktikan bahwa sektor filantropi memiliki peran krusial dalam menciptakan lapangan kerja baru yang ramah lingkungan bagi para peternak kecil di seluruh pelosok Indonesia. Di sana, Dompet Dhuafa melalui tim Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) menghadirkan layanan medis serta ambulans dan Gerai Berbagi Berkah.

Melalui kehadiran di Green Jobs Fest 2026 ini, Dompet Dhuafa ingin mengajak kita semua untuk melihat kurban dengan kacamata yang lebih luas: sebagai bentuk ketaatan kepada Tuhan, kepedulian terhadap sesama, dan tanggung jawab pada bumi.

Ibadah maksimal, lingkungan tetap terjaga. Berkurban melalui digital.dompetdhuafa.org/kurban. Dan turut jadi bagian dari solusi krisis iklim bersama Dompet Dhuafa dan Seasoldier. Tanam kebaikanmu hari ini melalui Tanam Kebaikan, Tumbuhkan Masa Depan. Gerakan Sejuta Mangrove Untuk Indonesia.

Dompet Dhuafa adalah lembaga filantropi islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya, welasasih (filantropis) dan wirausaha sosial. Sudah berjalan lebih tiga dekade (32 tahun), Dompet Dhuafa berkontribusi menghadirkan layanan bagi pemberdayaan dan pengembangan umat melalui lima pilar program yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial kebencanaan, dakwah dan budaya, serta CSR.

Dompet Dhuafa juga menerapkan tata kelola sesuai prinsip GCG (transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran) dan memastikan organisasi berjalan sesuai regulasi, kepatuhan syariah dan ketentuan-ketentuan lainnya. (adv)

Tags: BostantenDompet DhuafaPanti Asuhan Kampung Melayu

Berita Terkait.

Tak Bisa Asal Jual Polis, Mulai 1 Juli Agen Asuransi Wajib Bersertifikasi
Ekonomi

Naik Kereta Rp45 Ribu ke Jakarta, Petani dan Pedagang Kini Punya Gerbong Khusus

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:03
Tak Bisa Asal Jual Polis, Mulai 1 Juli Agen Asuransi Wajib Bersertifikasi
Ekonomi

Tak Bisa Asal Jual Polis, Mulai 1 Juli Agen Asuransi Wajib Bersertifikasi

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:02
Menanam
Ekonomi

Minapadi Salin sebagai Pengembangan Padi Biosalin, PGN-BRIN Tingkatkan Produktivitas dan Nilai Ekonomi Pesisir Batang

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:38
anwar
Ekonomi

UMKM Berbasis Budaya Jadi Andalan, Pemerintah Soroti Potensi Besar Kalimantan Timur

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:28
pansus
Ekonomi

Pansus DPR: RUU Desain Industri Tak Hanya Lindungi Karya, Tapi Juga Dorong Akses Pembiayaan UMKM

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:18
pertamina
Ekonomi

Penyesuaian Harga Pertamax Hanya Separuh Selisih Pasar, Ini Penjelasan Pertamina

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:08

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7134 shares
    Share 2854 Tweet 1784
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1776 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    994 shares
    Share 398 Tweet 249
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1108 shares
    Share 443 Tweet 277
Debut Pahit Uzbekistan di Piala Dunia 2026, Cannavaro: Pemain Saya Kena Mental
Olahraga

Debut Pahit Uzbekistan di Piala Dunia 2026, Cannavaro: Pemain Saya Kena Mental

Editor Nasuha
Kamis, 18 Juni 2026 - 20:33

INDOPOSCO.ID - Timnas Kolombia berhasil meraih poin sempurna setelah menaklukkan Timnas Uzbekistan 3-1 dalam laga Grup K Piala Dunia 2026...

SelengkapnyaDetails
ronaldo

Piala Dunia: Ronaldo Buka Suara Usai ‘Menghilang’ di Laga Portugal vs Kongo

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:13
tuchel

Tuchel Ungkap Rahasia Inggris Bangkit dan Tekuk Kroasia 4-2

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:11
Ronaldo

Portugal Diimbangi Kongo, Roberto Martinez Soroti Tumpulnya Lini Serang

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:40
Kane

Inggris Libas Kroasia, Ghana Tersenyum di Ujung Laga

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:49
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.