• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Tekan Harga, Pemerintah Pangkas Bea Masuk LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0 Persen

Dilianto Editor Dilianto
Selasa, 28 April 2026 - 21:31
in Ekonomi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (28/4/2026). Foto: Bakom RI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (28/4/2026). Foto: Bakom RI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah mengambil langkah agresif untuk meredam tekanan ekonomi global dengan membebaskan bea masuk Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan sejumlah bahan baku plastik menjadi 0 persen. Kebijakan ini diharapkan mampu menekan harga di pasaran dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus melindungi industri dalam negeri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa tarif impor LPG diturunkan dari 5 persen menjadi nol persen agar industri petrokimia memiliki alternatif bahan baku selain nafta.

BacaJuga:

Jualan Online Tanpa NIB Siap-Siap Ditolak Marketplace, Ini Kata Mendag

Lapangan Bukit Panjang Masuki Tahap Fabrikasi, Tambah Produksi Migas Nasional hingga 50 MMSCFD

Legalitas hingga Akses KUR Terintegrasi, Superapps Sapa UMKM Jadi Solusi Baru

“Dengan kebijakan ini, refinery bisa beralih dari nafta ke LPG sebagai bahan baku alternatif,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Langkah ini merupakan bagian dari paket percepatan ekonomi yang dijalankan melalui satuan tugas (satgas) berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 2026.

Tak hanya LPG, pemerintah juga menghapus bea masuk untuk bahan baku utama industri plastik seperti polypropylene, polyethylene, Linear Low-Density Polyethylene (LLDPE), dan High-Density Polyethylene (HDPE). Kebijakan ini bertujuan menekan biaya produksi sekaligus mencegah lonjakan harga produk plastik di pasar.

Menurut Airlangga, pembebasan tarif impor ini bersifat sementara dengan masa berlaku enam bulan. Pemerintah akan melakukan evaluasi berdasarkan kondisi ekonomi global dan domestik.

“Seluruhnya diberikan bea masuk 0 persen untuk enam bulan. Setelah itu akan kita lihat perkembangan situasinya,” jelasnya.

Selain insentif fiskal, pemerintah juga memangkas proses perizinan impor guna mempercepat masuknya bahan baku ke dalam negeri. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kelancaran pasokan industri.

Dengan kombinasi kebijakan tersebut, pemerintah berharap biaya produksi industri plastik dapat ditekan, pasokan tetap stabil, dan harga produk di tingkat konsumen tetap terjangkau.

Kebijakan ini, lanjut Airlangga, sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara keberlangsungan industri dan daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global. (dil)

Tags: Airlangga HartartoBahan Baku PlastikLPGMenko Perekonomian

Berita Terkait.

jualan
Ekonomi

Jualan Online Tanpa NIB Siap-Siap Ditolak Marketplace, Ini Kata Mendag

Kamis, 18 Juni 2026 - 04:44
pc
Ekonomi

Lapangan Bukit Panjang Masuki Tahap Fabrikasi, Tambah Produksi Migas Nasional hingga 50 MMSCFD

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:53
kur
Ekonomi

Legalitas hingga Akses KUR Terintegrasi, Superapps Sapa UMKM Jadi Solusi Baru

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:43
phkt
Ekonomi

PHKT Tambah Produksi Hampir 1.900 BOPD dari Lapangan Sejadi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:13
rosan
Ekonomi

Danantara Raih USD1,5 Miliar dari Pasar Internasional, Akademisi Sebut Indonesia Makin Dilirik Investor

Rabu, 17 Juni 2026 - 22:35
umkm
Ekonomi

Dari Warung ke Naik Kelas, Festival UMKM Siapkan Jurus Legalitas hingga KUR

Rabu, 17 Juni 2026 - 22:12

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7124 shares
    Share 2850 Tweet 1781
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1775 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1042 shares
    Share 417 Tweet 261
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    993 shares
    Share 397 Tweet 248
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1106 shares
    Share 442 Tweet 277
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.