INDOPOSCO.ID – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat Kalimantan Timur terkait polemik penggunaan fasilitas publik dan sorotan terhadap rencana renovasi rumah jabatan (Rumjab) gubernur yang belakangan menjadi perhatian publik.
Dalam pernyataannya, Gubernur Kaltim mengatakan kritik keras yang muncul merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap daerah dan menjadi masukan penting bagi pemerintah daerah.
“Sebagai Gubernur Kaltim saya memahami ketika menyangkut kebijakan dan penggunaan fasilitas publik, wajar jika muncul pertanyaan. Kritik yang keras adalah bentuk kepedulian masyarakat terhadap daerah yang kita cintai bersama,” ujar Rudy dalam keterangan, Selasa (28/4/2026).
Gubernur Kaltim juga menyampaikan telah melakukan refleksi terhadap dinamika yang terjadi dan menyadari ada hal yang perlu diperbaiki, terutama dalam sikap maupun komunikasi publik.
Sorotan masyarakat sebelumnya muncul terkait paket renovasi rumah jabatan senilai Rp25 miliar yang di dalamnya terdapat sejumlah item yang menuai perhatian publik, termasuk kursi pijat dan akuarium air laut.
Menanggapi hal itu, Gubernur Kaltim menegaskan akan menanggung secara pribadi pembiayaan item renovasi yang dinilai berada di luar fungsi kedinasan.
“Sebagai bentuk komitmen, saya akan menanggung secara pribadi item renovasi rumah dinas yang di luar fungsi kedinasan, termasuk kursi pijat dan akuarium air laut,” tegasnya.
Selain itu, seluruh paket renovasi disebut akan dievaluasi dan diaudit ulang secara terbuka agar masyarakat dapat ikut mengawasi prosesnya.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan komitmen agar penggunaan anggaran fasilitas pimpinan ke depan lebih sederhana dan lebih berpihak pada kebutuhan masyarakat.
“Pemerintah provinsi akan menjadikan polemik ini sebagai momentum pembenahan tata kelola dan penguatan kepercayaan publik,” katanya.(nas)










