INDOPOSCO.ID – Paris Saint-Germain (PSG) tak sekadar menatap leg pertama semifinal Liga Champion, mereka ingin merayakannya. Di bawah sorotan Parc des Princes, Rabu (29/4/2026) dini hari WIB, pelatih Luis Enrique justru meminta timnya bermain dengan rasa bebas, bukan terbebani.
Bagi Enrique, laga sebesar ini bukan hanya soal taktik atau strategi, melainkan soal menghargai momen langka di panggung elite Eropa.
“Kita perlu menikmati momen-momen ini karena kita tidak pernah tahu apakah pertandingan seperti ini akan terulang lagi. Semua pemain siap untuk semifinal ini kecuali Quentin Ndjantou, jadi kita akan lihat tim terbaiknya seperti apa,” ujarnya dalam keterangan resmi klub, Selasa (28/4/2026).
PSG datang dengan kepercayaan diri tinggi. Enrique melihat timnya sedang berada di jalur yang tepat, terutama saat memasuki fase krusial musim.
“Setiap pelatih ingin memasuki babak akhir musim dengan timnya dalam kondisi terbaik, dan keajaiban Liga Champions memberikan energi kepada para pemain. Saat ini kami bermain sangat baik,” lanjutnya.
Di sisi lain, Bayern Munich bukan lawan yang dipandang sebelah mata. Enrique bahkan terang-terangan mengagumi filosofi menyerang yang diusung klub raksasa Jerman tersebut, termasuk sosok pelatih Vincent Kompany.
“Bayern adalah salah satu tim yang paling saya sukai karena mereka selalu menyerang. Saya menyukai setiap manajer, tetapi terutama manajer yang berorientasi menyerang, dan dia (Kompany) adalah salah satunya.”
Meski begitu, kepercayaan diri PSG tetap tak goyah. Enrique menegaskan Les Parisiens datang bukan untuk kompromi, melainkan untuk menang, dengan gaya bermain agresif yang sudah menjadi identitas.
“Setelah kami gagal masuk delapan besar (di fase liga), saya mengatakan bahwa tidak ada tim yang lebih baik dari kami. Anda perlu lebih banyak menyerang daripada bertahan jika ingin menang, dan kami tahu betapa sulitnya itu, tetapi kami di sini bukan untuk bernegosiasi, kami ingin menang,” tegasnya.
Kunci laga nanti, menurut Enrique, terletak pada intensitas, baik saat menguasai bola maupun ketika harus bertahan.
“Dalam pertandingan nanti, akan ada saat-saat di mana kami tidak menguasai bola, dan atmosfer seperti itu, yang sudah biasa kami rasakan. Selalu sangat penting untuk membantu kami memenangkan pertandingan sistem gugur seperti ini,” tegas Enrique.
Dukungan publik Parc des Princes pun diyakini akan menjadi pembeda. Enrique menilai koneksi emosional antara tim dan suporter bisa menjadi energi tambahan untuk menaklukkan Bayern.
“Untuk memenangkan pertandingan seperti ini, Anda perlu bermain bagus baik di kandang maupun tandang. Bayern mampu melakukan hal yang sama. Mereka bermain di Parc des Princes musim dingin lalu, tetapi yang selalu kami tunjukkan adalah koneksi khusus dengan para penggemar kami. Itu akan sangat penting,” tambah eks arsitek Barcelona itu.
Dengan dua tim sama-sama mengusung filosofi menyerang, duel di Paris dipastikan bukan sekadar pertarungan taktik, melainkan adu mental, keberanian, dan siapa yang paling siap menikmati tekanan. (her)










