INDOPOSCO.ID – Langkah cepat langsung ditunjukkan dalam kolaborasi sektor hulu migas. Hanya berselang dua hari sejak penandatanganan kerja sama, aliran minyak dari sumur masyarakat di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, resmi masuk ke sistem produksi Medco E&P Grissik Ltd. (MEPG).
Kesepakatan yang diteken pada 20 April 2026 di Jakarta antara MEPG dan PT Keban Berkah Energi (KBE) tak berhenti di atas kertas. Pada 22 April 2026, realisasi langsung terjadi, menandai salah satu implementasi tercepat dalam kemitraan antara Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan pelaku UMKM di sektor energi.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, memberikan apresiasi atas eksekusi cepat tersebut.
“Tidak perlu menunggu lama, hanya dalam waktu dua hari sejak perjanjian ditandatangani, telah mengalir minyak dari UMKM Keban Berkah Energi (KBE) kepada Medco E&P Grissik Ltd. (MEPG). Kami menyampaikan apresiasi kepada MEPG dan KBE atas langkah cepat, cermat, dan terukur sehingga perjanjian kerja sama tersebut dapat segera diimplementasikan,” ujar Djoko dalam keterangannya, Selasa (28/4/2026).
Menurutnya, percepatan ini menjadi sinyal kuat bahwa kolaborasi antara KKKS dan mitra lokal mampu menjadi motor tambahan bagi produksi minyak nasional, khususnya di tengah tantangan pasokan energi global.
Meski bergerak cepat, aspek kehati-hatian tetap menjadi perhatian utama.
“Dalam pelaksanaan kerja sama ini, MEPG tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta memastikan seluruh kegiatan dijalankan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelas Djoko.
Dari sisi kualitas, minyak yang dihasilkan juga telah memenuhi standar. Hasil uji menunjukkan kadar BS&W berada di angka 0,1 persen, sesuai ketentuan dalam GEP dan kontrak kerja sama yang berlaku.
SKK Migas pun memastikan pengawasan terus berjalan guna menjaga keberlanjutan pasokan dari sumur masyarakat.
“SKK Migas terus melakukan pemantauan dan memberikan dukungan untuk realisasi kerja sama antara MEPG dan KBE, agar pengiriman minyak selanjutnya dapat dilakukan secara berkelanjutan dalam rangka membantu penyediaan pasokan minyak mentah untuk mendukung ketahanan energi di tengah krisis global,” tuturnya.
Lebih jauh, Djoko menegaskan bahwa model kemitraan seperti ini akan terus didorong di berbagai wilayah yang memiliki potensi sumur rakyat.
“SKK Migas terus mendorong KKKS yang di wilayah operasinya terdapat sumur rakyat yang telah memenuhi syarat agar realisasi kerja sama dengan mitra di wilayah tersebut dapat diakselerasi pelaksanaannya, sehingga pada tahun 2026 kontribusi lifting minyak dari sumur rakyat dapat signifikan. Potensi dari sumur rakyat sangat besar, sehingga harus dioptimalkan,” tambahnya.
Di sisi lain, PT Keban Berkah Energi sebagai UMKM yang ditunjuk oleh Gubernur Sumatera Selatan tidak hanya berfokus pada produksi. Perusahaan juga tengah membenahi tata kelola sumur melalui penyemenan area, sebagai langkah bertahap memperbaiki dampak lingkungan.
Upaya ini menjadi penting, tidak hanya untuk menjaga keberlanjutan produksi, tetapi juga memastikan bahwa pengelolaan sumur masyarakat semakin tertata dan ramah lingkungan.
Kolaborasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa potensi energi dari akar rumput jika dikelola dengan baik dapat menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan energi nasional.(her)










