INDOPOSCO.ID – Peta perburuan gelar Super League 2025/2026 berubah drastis dalam waktu singkat, dan kali ini, tekanan justru berbalik menghantam Persib Bandung.
Tim yang sempat melaju nyaman di puncak kini mulai goyah dan semua berawal dari laga yang seharusnya menjadi pijakan kokoh. Bermain di kendang sendiri, Persib justru terpeleset oleh Arema FC dimana Maung bandung hanya mampu meraih satu poin usai ditahan imbang 0-0 oleh Singo Edan.
Di saat yang sama, pesaing utama mereka, Borneo FC malah menunjukkan wajah berbeda. Pesut Etam tampil trengginas usai menghajar Semen Padang FC 3-0. Bukan sekadar menang, itu adalah pesan tegas, perebutan gelar belum selesai. Kini, kedua tim berdiri sejajar di angka 66 poin.
Namun, klasemen masih memihak Persib, bukan karena produktivitas gol, melainkan satu detail krusial yakni head-to-head. Dalam regulasi musim ini, pertemuan langsung menjadi penentu utama, dan Persib masih unggul.
Faktanya jelas, kemenangan 3-1 di pertemuan pertama dan hasil imbang 1-1 di laga kedua membuat Persib mengoleksi empat poin dari dua duel melawan Borneo. Keunggulan tipis, tetapi sangat menentukan, setidaknya untuk saat ini.
Masalahnya, keunggulan itu bisa jadi tidak cukup. Dengan lima pertandingan tersisa, tekanan justru berada di pundak Persib. Sementara Borneo diprediksi memiliki jalur yang lebih mulus, sementara Persib harus menghadapi rintangan berat, termasuk duel panas melawan Persija Jakarta.
Laga klasik ini bukan sekadar pertandingan biasa. Intensitas tinggi, rivalitas panjang, dan tekanan mental bisa menjadi titik jatuh Persib. Di sisi lain, motivasi Persija jelas, menjegal langkah sang rival.
Selisih tujuh poin membuat peluang juara Persija hampir tertutup, tetapi satu hal yang masih bisa mereka lakukan adalah memastikan Persib gagal mengangkat trofi. Situasi inilah yang diprediksi akan membuat Persib berada di jalur rawan tersandung.
Jika Borneo mampu menjaga konsistensi, sementara Persib kembali kehilangan poin di laga krusial, maka keunggulan head-to-head tak akan lagi berarti.
Perburuan gelar kini bukan soal siapa yang memimpin, tetapi siapa yang mampu bertahan di bawah tekanan. Dan saat ini, semua tanda mengarah pada satu kemungkinan yang mulai sulit dihindari, Persib bisa saja gagal mencapai garis akhir sebagai juara. (her)










