INDOPOSCO.ID – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membuka tahun 2026 dengan performa solid di tengah dinamika ekonomi global. Hingga Maret 2026, total kredit perseroan tumbuh 5,6 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp994 triliun, ditopang permintaan yang tetap terjaga.
Dari sisi pendanaan, dana giro dan tabungan (CASA) mencapai Rp1.089 triliun atau naik 11,2 persen YoY, mendominasi sekitar 85,2 persen dari total Dana Pihak Ketiga (DPK). Kinerja tersebut turut mengantarkan laba BCA dan entitas anak menyentuh Rp14,7 triliun.
“Mengawali 2026, kinerja BCA dipengaruhi momentum Ramadan dan Idulfitri yang mendukung kinerja kredit. Tak hanya itu, BCA Expoversary 2026 yang dilaksanakan sejak Februari 2026 juga mendapatkan antusiasme tinggi dari nasabah dan masyarakat,” kata Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong.
“Sejalan dengan itu, kami memperpanjang pelaksanaan BCA Expoversary hingga 30 April 2026. Kami optimistis menjaga kinerja BCA tetap solid di tengah kondisi global yang dinamis melalui pengembangan berbagai lini bisnis secara pruden,” lanjutnya.
Penyaluran kredit didominasi segmen produktif yang mencapai Rp760,2 triliun, tumbuh 7,8 persen YoY. Sementara itu, pembiayaan berkelanjutan juga terus diperkuat dengan pertumbuhan 10,0 persen YoY menjadi Rp258,4 triliun atau setara 26,0 persen dari total portofolio.
Kontribusi signifikan datang dari sektor UMKM yang tumbuh 12 persen YoY menjadi Rp146 triliun. Di sisi lain, pembiayaan hijau naik 7,7 persen YoY menjadi Rp113 triliun, termasuk lonjakan pembiayaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sebesar 53,5 persen YoY.
BCA tetap menjaga kualitas aset dengan rasio loan at risk (LAR) di level 5,1 persen dan non performing loan (NPL) sebesar 1,8 persen. Rasio pencadangan pun terjaga kuat masing-masing 69,7 persen dan 174,6 persen.
Total DPK tercatat Rp1.292,4 triliun atau tumbuh 8,3 persen YoY, sejalan dengan penguatan layanan transaksi berbasis digital. Perseroan juga terus memperkaya fitur aplikasi myBCA, termasuk layanan pemesanan banknotes hingga transaksi cabang.
Tak hanya itu, BCA menghadirkan “UFood Delivery” melalui fitur Lifestyle di myBCA, memperluas pengalaman nasabah dalam satu aplikasi terpadu.
Di sisi solusi bisnis, BCA meluncurkan platform digital Ocean by BCA untuk membantu pelaku usaha mengelola operasional secara lebih efisien melalui dasbor terintegrasi dan akses ke berbagai layanan.
“Kami juga meluncurkan Ocean by BCA, sebuah portal bisnis digital terintegrasi untuk membantu pelaku usaha mengelola kebutuhan bisnis secara lebih mudah dan efisien. Ocean by BCA memungkinkan pelaku usaha mengakses dasbor bisnis terintegrasi, rekomendasi solusi dan akses langsung ke e-channel, serta help center dari satu platform,” tutur Hendra.
“Kami turut menggandeng sejumlah mitra strategis, dengan harapan Ocean by BCA dapat membantu pelaku usaha mengelola bisnis mereka secara lebih efisien dan membuka peluang ekspansi usaha,” sambungnya.
Komitmen inovasi juga ditandai dengan perolehan dua sertifikasi internasional, yakni ISO 27701:2019 untuk privasi data dan ISO 42001:2023 terkait manajemen kecerdasan buatan. BCA menjadi bank pertama di Asia Tenggara yang mengantongi standar AI tersebut.
Melalui Bakti BCA, perseroan juga memperluas dampak sosial dengan program beasiswa bagi 700 mahasiswa serta promosi desa wisata binaan di ajang internasional. Salah satunya, Desa Wisata Kampung Prai Ijing/Tebara yang meraih penghargaan di ASEAN Sustainable Tourism Awards 2026.
Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan, BCA turut berpartisipasi dalam Earth Hour dengan mematikan lampu selama satu jam di sejumlah kantor cabang.
“Tahun ini, Bakti BCA kembali meluncurkan Genera-Z Berbakti, sebuah program call for proposal yang memberikan wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ide inovasi sosial dan berkontribusi bagi masyarakat,” tambahnya.(her)










