INDOPOSCO.ID – Komitmen terhadap keselamatan kerja di sektor pertambangan kembali ditunjukkan oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM). Anggota holding industri pertambangan MIND ID ini mengirimkan tim terbaiknya untuk mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi International Mine Rescue Competition (IMRC) 2026 yang akan berlangsung di Zambia pada 25 April hingga 7 Mei 2026.
Partisipasi ini bukan sekadar keikutsertaan dalam kompetisi, tetapi menjadi representasi standar keselamatan dan kompetensi sumber daya manusia pertambangan Indonesia di panggung global.
Perwakilan ANTAM tergabung dalam Garuda Mine Rescue Team (GMRT), tim gabungan Emergency Response Team (ERT) dari berbagai perusahaan pertambangan di Indonesia yang berada di bawah koordinasi Perhimpunan Tanggap Darurat di Bidang Pertambangan dan Energi Indonesia (PERTAPINDO).
Tim ERG ANTAM yang memperkuat GMRT terdiri dari Yoga Prasetya (UBPE Pongkor), Fani Farizal (UBPP Logam Mulia), Laode Maliki (UBPN Kolaka), serta Mohammad Asril Sarimuddin (HSSE Kantor Pusat) yang ditunjuk sebagai Pemimpin sekaligus Manager GMRT delegasi Indonesia.
Ajang IMRC kerap dijuluki sebagai “Olimpiade Penyelamatan Tambang Dunia” karena menghadirkan simulasi kondisi darurat yang sangat realistis dan menuntut presisi, kecepatan, serta ketahanan fisik dan mental para peserta. Kompetisi ini menitikberatkan pada evaluasi keterampilan teknis, pertukaran pengetahuan, serta penerapan standar keselamatan tambang kelas dunia.
Pada IMRC 2026, sembilan negara ambil bagian, yakni Polandia, Indonesia, Kanada, Australia, Kolombia, Tiongkok, Zambia, Cote d’Ivoire, dan India. Para peserta akan berlaga dalam sejumlah kategori seperti Under Ground Mine Rescue, First Aid, Fire Fighting, Bench Test, hingga High Angle Rope Rescue.
Sebelum bertolak ke Zambia, tim telah menjalani pemusatan pelatihan intensif di Banyuwangi pada 5-19 April 2026 guna mematangkan kesiapan menghadapi berbagai skenario darurat di lingkungan pertambangan.
Corporate Secretary ANTAM, Wisnu Danandi, mengatakan keikutsertaan ini merupakan cerminan komitmen perusahaan dalam menjadikan keselamatan kerja sebagai prioritas utama operasional.
“Keikutsertaan ANTAM dalam ajang ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam mengimplementasikan standar keselamatan kerja yang unggul serta meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia dalam penanganan kondisi darurat di industri pertambangan,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (22/4/2026).
Wisnu menambahkan, IMRC juga menjadi ruang pembelajaran berharga melalui pertukaran pengalaman dengan tim rescue dari berbagai negara, yang diharapkan dapat memperkuat praktik keselamatan kerja berkelanjutan di lingkungan ANTAM.
Sebagai perusahaan tambang nasional, ANTAM secara konsisten menempatkan aspek keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan sebagai bagian integral dari operasional. Penguatan kapasitas tim tanggap darurat menjadi langkah strategis untuk memastikan kegiatan operasional berjalan aman, bertanggung jawab, dan sesuai standar global.
Melalui ajang ini, ANTAM tidak hanya membawa nama perusahaan, tetapi juga membawa standar keselamatan pertambangan Indonesia untuk diuji di panggung dunia. (srv)










