• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Krisis Resiliensi Generasi Ancam Masa Depan Bangsa, Pendidikan Harus Berbenah

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 16 April 2026 - 13:02
in Gaya Hidup
Wisuda

Pengukuhan Prof. Dr. Susanto, MA, Guru Besar di Universitas PTIQ Jakarta yang berlangsung di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Depok pada Rabu (8/4/2026). Foto: istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Guru Besar di Universitas PTIQ Jakarta, Prof. Dr. Susanto menegaskan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi krisis ketangguhan mental (resiliensi) generasi yang serius akibat disrupsi peradaban. Secara global remaja usia sekolah saat ini tengah menghadapi krisis resiliensi. Data WHO melaporkan, 1 dari 7 anak remaja usia 10 – 19 tahun mengalami masalah mental. Indonesia sebanyak 15.5 juta menghadapi masalah kesehatan mental (Kemenkes 2024). Singapura 16, 2 persen mengalami depresi atau kecemasan. Amerika serikat 31.9 remaja memgalami tantangan masalah mental dan inggris 25.8 persen mengalami hal yg sama.

Dalam orasi ilmiah pengukuhan Guru Besar di Universitas PTIQ Jakarta yang berlangsung di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Depok pada Rabu (8/4/2026) lalu Prof Dr. Susanto, menyampaikan bahwa fenomena ini tidak bisa lagi dipandang sebagai persoalan individual, melainkan ancaman sistemik terhadap masa depan bangsa. Dalam pidato berjudul “Disrupsi Peradaban dan Krisis Resiliensi Rekonstruksi Paradigma Pembelajaran Pendidikan Islam untuk Membangun Ketangguhan Mental Generasi”, Prof. Susanto menguraikan bahwa perubahan global yang bersifat disruptif telah melahirkan tekanan psikologis baru bagi generasi muda.
”Ditengah kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi, justru muncul paradoks berupa meningkatnya kerentanan mental,’’ ujarnya.

BacaJuga:

Daihatsu Makin Dekat dengan Masyarakat Jateng Lewat GIIAS Semarang 2026

Suara Pelanggan Jadi Inspirasi JAECOO J5 EV Genuine Body Kit

Anti Ribet Patungan Makan dan Ngopi, ShopeePay Luncurkan Fitur Split Bill Real-Time

Dikisahkannya, fenomena krisis resiliensi tersebut oleh Murphy (2018) disebut sebagai strawberry generation yaitu generasi yang tampak cerdas, menarik dan adaptif terhadap perubahan teknologi, namun pada saat yang sama ternyata menyisakan persoalan kerentanan psikologis yaitu mudah rapuh, mudah menyerah, mudah terdistraksi, kurang tahan terhadap tantangan, kurang mandiri, mudah frustrasi dan cenderung memilih solusi instan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Menanggapi istilah strawberry generation, Prof. Susanto menilai bahwa pelabelan tersebut kurang tepat karena menggeneralisasi kelompok usia tertentu. Ia menawarkan pendekatan yang lebih akurat melalui konsep strawberry mentality, yakni kondisi psikologis individu yang rapuh, mudah menyerah, dan cenderung menghindari tantangan.

“Ini bukan persoalan generasi, melainkan persoalan mentalitas yang dapat terjadi pada siapa saja. Bahkan sering kali ditemukan pada individu dengan prestasi akademik tinggi, tetapi tidak tahan menghadapi tekanan,” ujarnya.
Menurut Prof. Susanto jika tidak segera ditangani, krisis resiliensi akan menimbulkan dampak luas lintas sektor meliputi :

• Menurunnya kualitas sumber daya manusia dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan global
• Meningkatnya burnout dan rendahnya keterlibatan di dunia kerja
• Lemahnya kapasitas kepemimpinan dalam menghadapi ketidakpastian
• Lonjakan gangguan kesehatan mental pada generasi muda
• Melemahnya kohesi sosial dan meningkatnya potensi konflik
• Menurunnya daya saing bangsa dalam kompetisi global

“Krisis ini berpotensi menggerus fondasi sosial, ekonomi, dan kepemimpinan jika tidak diintervensi melalui sistem pendidikan,” tegasnya.

Strategi Mencegah Krisis Sejak Usia Sekolah

Sebagai respons, Prof. Susanto menekankan pentingnya transformasi paradigma pendidikan, khususnya pendidikan Islam, dengan menempatkan resiliensi sebagai tujuan utama pembelajaran. Strategi yang ditawarkan meliputi:

1. Penguatan nilai spiritual dan moral, seperti; syukur, sabar, tawakal dan ikhlas sebagai fondasi internal peserta didik
2. Penerapan pembelajaran berbasis tantangan terukur untuk melatih daya tahan mental
3. Pengembangan pembelajaran berbasis masalah guna meningkatkan kemampuan adaptif dan berpikir kritis
4. Pendekatan productive failure yang menjadikan kegagalan sebagai bagian dari proses belajar
5. Integrasi refleksi spiritual untuk membangun kesadaran diri dan regulasi emosi
6. Reformasi sistem evaluasi pendidikan dari orientasi hasil menuju penghargaan terhadap proses dan usaha

Mengapa rasa syukur itu menjadi input yang penting bagi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran?. Karena hasil penelitian Robert Emmons (University of California); menemukan; hubungan langsung antara syukur dan kesuksesan dalam meraih target penting mereka (seperti: akademik, kesehatan dan interpersonal), dibandingkan kelompok yang “fokus pada keluhan”.

Implementasi paradigma baru ini akan menghasilkan perubahan berjenjang

Output (jangka pendek):
Terbentuknya fleksibilitas kognitif, ketahanan emosional, kemampuan belajar mandiri, serta ketekunan dalam mencapai tujuan.

Outcome (jangka menengah):
Lahirnya individu dengan pola pikir tangguh (antifragile mindset), kemandirian intelektual, resiliensi adaptif, serta integritas moral dan spiritual.

Impact (jangka panjang):
Terwujudnya masyarakat yang adaptif dan resilien, pemimpin yang visioner dan berintegritas, sistem sosial yang kuat, serta hadirnya insan paripurna sebagai agen perubahan peradaban. Pendidikan sebagai Proyek Peradaban
Menutup orasinya, Prof. Susanto menegaskan bahwa pendidikan harus dimaknai sebagai investasi strategis dalam membangun peradaban, bukan sekadar transfer pengetahuan.

“Jika kita gagal membangun resiliensi, kita akan mewariskan generasi yang rapuh. Namun jika berhasil, kita akan melahirkan generasi yang mampu menghadapi zaman dengan keberanian, kebijaksanaan, dan keteguhan,” pungkasnya. Transformasi pendidikan berbasis ketangguhan mental menjadi langkah mendesak untuk memastikan generasi masa depan mampu bertahan dan berkembang di tengah disrupsi global yang semakin kompleks. Sebagai kata akhir, “Generasi yang hebat tidak lahir dari air yang tenang, melainkan lahir dari terjangan ombak dan badai,’’ pungkasnya. (ney)

Tags: pendidikanPengukuhanUniversitas PTIQ Jakarta

Berita Terkait.

Suara Pelanggan Jadi Inspirasi JAECOO J5 EV Genuine Body Kit
Gaya Hidup

Daihatsu Makin Dekat dengan Masyarakat Jateng Lewat GIIAS Semarang 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:05
Suara Pelanggan Jadi Inspirasi JAECOO J5 EV Genuine Body Kit
Gaya Hidup

Suara Pelanggan Jadi Inspirasi JAECOO J5 EV Genuine Body Kit

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:01
Sokong Indonesia ASRI, Mendagri dan Menteri PKP Geber 2.200 Rumah di Papua Hingga Gerakan Gentengisasi ​
Gaya Hidup

Anti Ribet Patungan Makan dan Ngopi, ShopeePay Luncurkan Fitur Split Bill Real-Time

Rabu, 30 September 2026 - 11:02
Sabet Emas Ketiga Indonesia, Todotua Pasaribu: Perjuangan Belum Selesai!
Gaya Hidup

Festival Generasi Cerdas 2026: Wadah Apresiasi Inovasi Guru dan Siswa Binaan

Rabu, 30 September 2026 - 09:31
Menkop: Penempatan Manajer KDKMP untuk Pemerataan SDM di Seluruh Wilayah
Gaya Hidup

GAGA Bawa Teh Melati Indonesia Naik Kelas Lewat JAWARA Tea Series

Rabu, 30 September 2026 - 02:14
hni
Gaya Hidup

HNI Ajak Ribuan Warga Bekasi Bangun Kebersamaan Lewat Jalan Sehat

Selasa, 29 September 2026 - 12:22

OLAHRAGA

Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia
Olahraga

Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia

Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:38

INDOPOSCO.ID - Bek Timnas Indonesia Justin Hubner memberikan sindiran tajam kepada suporter Timnas Malaysia seusai membawa skuad Garuda melangkah ke...

SelengkapnyaDetails
MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Siagakan 7 SPBU dan 10 Extra Flight

MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Siagakan 7 SPBU dan 10 Extra Flight

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:28
Menang Dramatis Usai ‘Diteror’ Malaysia, Garuda Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup!

Menang Dramatis Usai ‘Diteror’ Malaysia, Garuda Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:36
Libas Bangladesh 9-2, Indonesia Ungguli Malaysia dan Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup

Libas Bangladesh 9-2, Indonesia Ungguli Malaysia dan Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:07
Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan

Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:58

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3895 shares
    Share 1558 Tweet 974
  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3922 shares
    Share 1569 Tweet 981
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1136 shares
    Share 454 Tweet 284
  • Bukan Lartas, Kemendag Sebut Wajib Halal untuk Jaga Mutu dan Kepercayaan Konsumen

    768 shares
    Share 307 Tweet 192
  • Mulyadi Jayabaya Sambut Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Kamtibmas Diharap Makin Kuat

    732 shares
    Share 293 Tweet 183
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.