INDOPOSCO.ID – Indonesia masih tertinggal dalam peta riset klinis global. Dari 894 uji klinis onkologi fase 2 dan 3 yang disponsori industri di Asia, hanya dua studi (0,48 persen) yang melibatkan Indonesia. Kesenjangan ini bukan sekadar angka, tetapi cerminan terbatasnya akses pasien terhadap terapi inovatif tahap lanjut.
Di tengah tantangan tersebut, Siloam International Hospitals mengambil langkah strategis dengan menggandeng ICON Clinical Research Limited (ICRL), organisasi riset global, untuk memperkuat kapasitas penelitian dan pelaksanaan uji klinis berstandar internasional di Indonesia.
Penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dilakukan oleh Chief Medical Officer Siloam, dr. Grace Frelita, MM, dan Vice President and TA Head, APAC Project Delivery ICON, Suhail Ali, di Ballroom Siloam Hospitals Lippo Village, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Jumat (17/4/2026).
Kemitraan ini menggabungkan kekuatan Siloam sebagai jaringan rumah sakit swasta terbesar di Indonesia dengan pengalaman global ICON dalam pengelolaan riset medis dan uji klinis lintas negara. Tujuannya jelas: meningkatkan jumlah, kompleksitas, dan kualitas penelitian klinis di Tanah Air.
“Kami bangga dapat bermitra dengan ICON dan sangat antusias terhadap potensi besar yang dihadirkan melalui kolaborasi ini. Melalui jaringan uji klinis yang lebih terstruktur, pasien di Indonesia akan mendapatkan akses lebih awal terhadap terapi inovatif dan pengobatan terkini,” ujar dr. Grace Frelita.
Sementara itu, Suhail Ali menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan klinis. “Dengan keunggulan klinis Siloam, infrastruktur yang terus berkembang, serta reputasi profesional yang kuat, kami yakin kolaborasi ini akan mempercepat pengembangan terapi transformatif dan meningkatkan akses masyarakat terhadap penelitian berkualitas tinggi,” ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, ICON akan memberikan dukungan prioritas kepada Siloam dalam proses pengenalan, rekomendasi, dan pemilihan lokasi studi untuk berbagai peluang uji klinis global. Kedua pihak juga akan mempercepat proses tahap awal (start-up) studi, memperkuat kepatuhan regulasi, meningkatkan kualitas data, serta memanfaatkan teknologi untuk memastikan efisiensi dan integritas penelitian.
Dengan jaringan rumah sakit yang luas, infrastruktur modern, tenaga medis profesional, serta volume pasien yang besar, Siloam berada pada posisi strategis untuk menjadi mitra penelitian klinis yang kompetitif di tingkat global.
Lebih jauh, kemitraan ini diharapkan mampu mendorong Indonesia menjadi pusat penelitian klinis regional yang diperhitungkan, meningkatkan kepercayaan sponsor internasional, sekaligus membuka jalan lebih luas bagi pasien Indonesia untuk mengakses terapi dan pengobatan terbaru berbasis bukti ilmiah. (rmn)










