• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

PGE-PLN IP Kunci Tarif, Teknologi Bottoming Siap Dongkrak Listrik Bersih

Dilianto Editor Dilianto
Selasa, 14 April 2026 - 02:20
in Ekonomi
PLTP Lahendong

Fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong di Provinsi Sulawesi Utara, yang menjadi lokasi pengembangan proyek bottoming unit berkapasitas 15 Megawatt (MW) oleh PGE bersama PLN Indonesia Power. Foto: PGE

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Langkah konkret menuju optimalisasi energi bersih kembali ditunjukkan oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk atau PGE bersama PT PLN Indonesia Power (PLN IP). Konsorsium keduanya resmi mengamankan kesepakatan tarif listrik dengan PT PLN (Persero) untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong Bottoming Unit berkapasitas 15 Megawatt (MW).

Penandatanganan kesepakatan yang berlangsung di Kota Bandung, Provinsi Jawa Baratr, pada Jumat (10/4/2026) ini menjadi penanda penting proyek telah melewati salah satu fase krusial dalam skema Independent Power Producer (IPP). Kesepakatan tarif ini sekaligus membuka jalan menuju tahap pengembangan berikutnya.

BacaJuga:

Perry Warjiyo Mendadak Mundur dari Jabatan Gubernur Bank Indonesia

PLN EPI Siapkan Biomassa Indonesia Masuk Era Hidrogen Rendah Karbon

One Stop Drilling Solution Jadi Senjata Pertamina Drilling Perkuat Ketahanan Energi

Berbeda dari pembangkit konvensional, proyek Lahendong mengandalkan teknologi binary atau bottoming cycle, yakni sebuah pendekatan yang memanfaatkan panas sisa dari operasi pembangkit eksisting. Energi yang sebelumnya terbuang kini diolah kembali menjadi listrik tambahan, meningkatkan efisiensi tanpa perlu eksplorasi sumber baru.

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk atau PGE, Ahmad Yani, mengatakan capaian ini bukan sekadar administratif, melainkan bagian dari strategi jangka panjang energi nasional.

“Kami menyambut baik perkembangan proyek ini yang terus berjalan sesuai rencana. Pemanfaatan teknologi bottoming memungkinkan potensi energi panas bumi yang masih tersedia dari operasi pembangkit eksisting dapat dimanfaatkan secara lebih optimal,” ujar Ahmad Yani dalam keterangannya, Senin (13/4/2026).

Ia menambahkan inovasi ini membawa dampak ganda, yakni efisiensi sekaligus kontribusi terhadap energi bersih.

“Melalui teknologi ini, panas sisa yang sebelumnya belum termanfaatkan dapat dikonversi kembali menjadi listrik, sehingga meningkatkan efisiensi pembangkitan sekaligus memperkuat kontribusi panas bumi dalam bauran energi bersih nasional,” jelasnya.

“Ke depan, kami siap melanjutkan proyek ini ke tahapan berikutnya agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.

Setelah tarif disepakati, proyek akan memasuki serangkaian tahapan lanjutan, mulai dari pembentukan joint venture, proses Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC), hingga finalisasi Power Purchase Agreement (PPA). Targetnya, proyek ini bisa mencapai Commercial Operation Date (COD) pada 2028.

Sebelumnya, pada akhir 2025, kolaborasi kedua entitas ini juga berhasil mengunci tarif untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulubelu Bottoming Unit berkapasitas 30 MW. Kedua proyek tersebut menjadi bagian dari pengembangan 19 aset panas bumi eksisting dengan total potensi sekitar 530 MW.

Sebagai pemain utama di sektor panas bumi nasional, PGE saat ini mengelola kapasitas terpasang 727 MW dari enam wilayah operasi. Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun, perusahaan terus mendorong inovasi untuk memaksimalkan potensi energi terbarukan Indonesia.

Proyek Lahendong pun menjadi bukti bahwa masa depan energi tidak selalu tentang sumber baru, melainkan bagaimana memanfaatkan yang sudah ada dengan cara yang lebih cerdas.(her)

Tags: panas bumipgePLN IPTeknologi Bottoming

Berita Terkait.

perry
Ekonomi

Perry Warjiyo Mendadak Mundur dari Jabatan Gubernur Bank Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 - 09:13
epi
Ekonomi

PLN EPI Siapkan Biomassa Indonesia Masuk Era Hidrogen Rendah Karbon

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:23
driling
Ekonomi

One Stop Drilling Solution Jadi Senjata Pertamina Drilling Perkuat Ketahanan Energi

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:40
farmasi
Ekonomi

Produk Farmasi Indonesia Kantongi Potensi Transaksi Rp34 Miliar di Pameran Kesehatan Internasional

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:11
apski
Ekonomi

Kementerian UMKM Gandeng Perguruan Tinggi Cetak Pengusaha Muda Berkualitas

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:22
smk
Ekonomi

Kemendikdasmen: Revitalisasi SMK Harus Selaras dengan Kebutuhan Industri

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:28

BERITA POPULER

  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1425 shares
    Share 570 Tweet 356
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    1150 shares
    Share 460 Tweet 288
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2943 shares
    Share 1177 Tweet 736
  • Citilink dan Aqua Hadirkan Flomiland, Instalasi Seni Interaktif Baru di Terminal 1C

    726 shares
    Share 290 Tweet 182
  • Persija Revisi Agenda Pramusim, Piala Presiden Jadi Ujian Sebelum TC Thailand

    691 shares
    Share 276 Tweet 173
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.