INDOPOSCO.ID – Predikat Jakarta sebagai kota teraman kedua di ASEAN seolah kontras dengan realitas di lapangan. Aksi premanisme terhadap pedagang di Tanah Abang, Jakarta Pusat, baru-baru ini kembali mencoreng citra keamanan ibu kota tersebut.
Menanggapi isu keamanan tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebutkan bahwa mustahil bagi wilayah sebesar Jakarta untuk terus-menerus berada dalam kondisi tanpa riak atau masalah.
“Kota dengan penduduk 11 juta lebih. Kalau dengan aglomerasinya hampir 42 juta. Menurut PBB, tentunya gak mungkin semuanya adem-ayem gak ada apa-apa. Jadi itulah yang ditindak dengan tegas,” kata Pramono Anung di Jakarta, Sabtu (11/4/2026).
Ia menegaskan, bahwa pihaknya telah menindaklanjuti dengan sigap kasus premanisme terhadap pedagang di kawasan Kampung Bali, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
“Saya pada saat itu juga langsung menelpon ke Kepala Dinas Satpol PP untuk mengambil tindakan. Dan apa yang memalak yang memecahkan mangkok langsung ditangkap,” ucap Pramono.
Baru-baru ini, publik Jakarta dihebohkan oleh unggahan video di media sosial memperlihatkan aksi intimidasi terhadap seorang pedagang bakso di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Video itu memperlihatkan seorang pria menghancurkan sejumlah piring milik pedagang bakso, yang diduga dipicu oleh upaya penagihan uang secara paksa.
Setelah video tersebut viral, aparat kepolisian langsung menyelidiki dan menangkap para pelaku. “Dan (pelaku) ditahan. Itu menunjukkan bahwa kita bereaksi cepat terhadap hal itu,” jelas eks Seskab selama dua periode (2015–2024) itu.
Sementara itu, Global Residence Index 2026 melaporkan bahwa Jakarta menempati peringkat kedua sebagai kota teraman di Asia Tenggara (ASEAN) pada laporan per Januari 2026, dengan skor 0,72.
Pencapaian itu menempatkan Jakarta di bawah Singapura dan mengungguli kota besar lain seperti Bangkok dan Kuala Lumpur, berkat peningkatan toleransi, keamanan di ruang publik, dan stabilitas kota. “Jadi Jakarta ini yang menempatkan kota nomor dua itu bukan Gubernur. Tetapi hasil survei dunia,” imbuh politikus PDIP itu. (dan)










