INDOPOSCO.ID – Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) DKI Jakarta mendesak, pemerintah memastikan rantai pasok minyak goreng rakyat merek Minyakita sampai ke pedagang pasar tradisional dan tidak tertahan di gudang besar.
Minyakita dilaporkan langka dan mahal di berbagai daerah per April 2026, dengan harga melampaui HET Rp15.700 per liter. Kelangkaan dipicu oleh tingginya permintaan, pergeseran konsumsi ke pasar modern, serta dugaan praktik bundling oleh distributor.
“Yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana distribusi tersebut benar-benar berjalan efektif dan merata hingga ke pasar tradisional,” kata Ketua DPW IKAPPI DKI Jakarta Miftahudin dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (18/4/2026).
Ia mengungkapkan, fakta di lapangan menunjukkan bahwa dalam beberapa momentum, masih terdapat ketidakseimbangan pasokan yang dirasakan oleh pedagang.
“Hal ini menandakan bahwa persoalan tidak berhenti pada ketersediaan stok, tetapi juga menyangkut kelancaran distribusi,” ujar Miftahudin.
Dalam hal ini, Perum Bulog sebagai institusi yang memiliki mandat menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, perlu memastikan bahwa distribusi Minyakita tidak mengalami hambatan di setiap rantai penyaluran.
Pernyataan pemerintah yang menyebutkan bahwa stok Minyakita dalam kondisi aman tentu patut diapresiasi sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan. Namun, hal itu tidak digunakan untuk menyalahkan pedagang pasar tradisional.
“Kami mengingatkan, jangan sampai narasi ‘stok aman’ justru berujung pada penyudutan pedagang pasar tradisional,” ujar Miftahudin. Sebab, pedagang tidak memiliki kapasitas untuk mengatur suplai, apalagi mempengaruhi distribusi dalam skala besar.
Ia menambahkan, pedagang pasar tradisional adalah bagian penting dari ekosistem pangan nasional. “Kami bukan sumber masalah, melainkan pihak yang paling awal merasakan dampak dari setiap kebijakan yang tidak berjalan optimal di lapangan,” imbuhnya. (dan)











