• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Kisah Sukses Mantan Pengemudi Ojol Berhasil Olah Lada di Kawasan Transmigrasi Mahalona

Dilianto Editor Dilianto
Kamis, 9 April 2026 - 08:56
in Nusantara
mentrans

Tauri Saputra, transmigran asal Solo, memulai harinya menyusuri kebun yang kini menjadi sumber harapan sekaligus bukti perjalanan hidupnya yang berliku. Foto: Dokumen pribadi Transmigran KT Mahalona Tauri Saputra.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di sudut Desa Mahalona, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, pagi datang bersama aroma tanah basah dan barisan tanaman lada yang tumbuh rapi. Di antara hamparan itu, Tauri Saputra, transmigran asal Solo, memulai harinya menyusuri kebun yang kini menjadi sumber harapan sekaligus bukti perjalanan hidupnya yang berliku.

Tak banyak yang tahu, sebelum berdiri di tengah kebun lada yang menjanjikan, Tauri pernah menghabiskan hari-harinya sebagai pengemudi ojek online dan pekerja serabutan tanpa kepastian penghasilan. Hidup berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain, tanpa kepastian. Hingga sebuah keputusan mengubah arah hidupnya dengan mengikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) di Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BBPPMT) Yogyakarta.

BacaJuga:

Gempa Bumi Kategori Dangkal Guncang Aceh, Wilayah Ini Terdampak

Bea Cukai dan Barantin Resmikan SSM QC di Cikarang Dry Port, Percepat Layanan Impor Terintegrasi

Bea Cukai Edukasi Mahasiswa di Tiga Daerah, Perkuat Pemahaman Cukai dan Budaya Integritas

“Saya mantan ojek online dan pekerja serabutan yang sedang berjuang di tanah transmigrasi. Hidup adalah perjalanan, dan Sulawesi adalah pelabuhan berikutnya,” tutur Tauri, mengenang titik balik itu.

“Kalau pengemudi ojek online penghasilannya pas-pasan,” lanjutnya.

Dari ruang kelas pelatihan, ia membawa pulang lebih dari sekadar pengetahuan. Ada keyakinan baru, juga keberanian untuk memulai kembali di tanah yang belum sepenuhnya ia kenal. Luwu Timur menjadi lembaran berikutnya tempat ia menanam harapan, secara harfiah, di atas sebidang lahan transmigrasi.

Pilihan Tauri jatuh pada lada, komoditas yang dikenal sebagai “emas hitam” di Sulawesi Selatan. Berbekal ilmu yang ia dapatkan selama pelatihan, ia mulai mengolah lahan yang belum optimal. Satu per satu bibit ditanam, dirawat dengan telaten, mengikuti teknik budidaya yang telah dipelajarinya dari penanaman hingga perawatan intensif.

Hari-harinya kini diisi dengan rutinitas yang berbeda di Kawasan Transmigrasi Mahalona. Bukan lagi mengaspal di jalanan kota, melainkan menjalani berbagai pekerjaan di kebun lada, mulai dari memetik merica, menyemprot hama, membersihkan rumput, hingga menanam tiang penyangga tanaman.

Ia menjadi bagian dari program transmigrasi sejak tahun 2023 dan kini mulai merasakan peluang ekonomi dari komoditas lada yang harganya mencapai sekitar 125 ribu per kilogram. Dalam sekali panen, ia bisa mengantongi jutaan rupiah.

Hasilnya belum hanya soal panen, tetapi juga tentang kestabilan hidup yang mulai ia rasakan. Dari kerja keras yang konsisten, kebun lada itu tumbuh menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan.

Kisah Tauri Saputra menjadi potret program transmigrasi berjalan lebih dari sekadar perpindahan penduduk. Di dalamnya ada proses pembelajaran, adaptasi, hingga keberanian untuk mengubah nasib. Melalui pelatihan dan pendampingan, para transmigran didorong untuk mengenali dan mengelola potensi daerah secara produktif.

Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara selalu mengingatkan kawasan transmigrasi hari ini menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru apabila dirancang dengan baik, termasuk melalui pengembangan industri, investasi, serta konektivitas distribusi.

“Kawasan transmigrasi dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru apabila dirancang dengan baik, termasuk melalui pengembangan industri, investasi, serta konektivitas distribusi,” katanya dalam rapat koordinasi bersama perguruan tinggi mitra, Kamis (26/2/2026).

Di Kawasan Transmigrasi Mahalona, gagasan itu menemukan wujud nyatanya. Pada sosok Tauri, pada kebun lada yang ia rawat setiap hari, dan pada keyakinan bahwa perubahan hidup bisa tumbuh dari tanah yang digarap dengan ilmu dan ketekunan.

Kini, Tauri menaruh harapan besar pada kehidupan barunya di kawasan transmigrasi, “Semoga bisa sukses, dan apa yang di harapkan bisa tercapai”.

Dari ruang kelas pelatihan hingga hamparan kebun lada, perjalanan Tauri adalah cerita tentang keberanian untuk melangkah. Di balik setiap perpindahan, selalu ada peluang bagi mereka yang mau belajar serta bekerja keras, tanah baru bisa menjadi awal dari kehidupan yang lebih baik. (adv)

Tags: Kementerian TransmigrasiLuwu TimurSulawesi Selatan

Berita Terkait.

aceh
Nusantara

Gempa Bumi Kategori Dangkal Guncang Aceh, Wilayah Ini Terdampak

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:20
Launching
Nusantara

Bea Cukai dan Barantin Resmikan SSM QC di Cikarang Dry Port, Percepat Layanan Impor Terintegrasi

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:38
Edukasi
Nusantara

Bea Cukai Edukasi Mahasiswa di Tiga Daerah, Perkuat Pemahaman Cukai dan Budaya Integritas

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:27
Awasi Jalur Pengiriman Barang, Kanwil Bea Cukai Banten Perketat Pengawasan Rokok Ilegal
Nusantara

Awasi Jalur Pengiriman Barang, Kanwil Bea Cukai Banten Perketat Pengawasan Rokok Ilegal

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:25
Gempa-Cilacap
Nusantara

Usai Gempa Dangkal M 6,7 Guncang Sulteng, Kini Bergeser ke Cilacap di Jawa Tengah

Rabu, 17 Juni 2026 - 00:38
Perwira-NHM
Nusantara

NHM Inisiasi Aksi Bersih di Tanjung Barnabas dan Dukung Penghijauan MTs Bukit Tinggi

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:26

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7119 shares
    Share 2848 Tweet 1780
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1775 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1042 shares
    Share 417 Tweet 261
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1101 shares
    Share 440 Tweet 275
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    993 shares
    Share 397 Tweet 248
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.