INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Heryawan, mendorong Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk bergerak cepat dalam menyediakan lahan guna mendukung Program Strategis Nasional (PSN) di sektor ketahanan energi.
Dorongan ini sejalan dengan langkah Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, yang tengah mempercepat penyediaan lahan serta penyederhanaan perizinan tata ruang. ATR/BPN telah mengidentifikasi potensi lahan mencapai 849.000 hektare secara nasional, termasuk sekitar 60.000 hektare di Pulau Jawa yang berasal dari HGU dan HGB yang tidak diperpanjang.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menegaskan, ketahanan energi nasional tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan produksi, tetapi juga sangat bergantung pada kesiapan lahan dan kepastian tata ruang.
“Kalau lahannya siap dan izinnya jelas, investasi akan masuk. Ini kunci mempercepat transisi energi dan memperkuat kemandirian nasional,” katanya kepada wartawan, Rabu (8/4/2026).
Mantan Gubernur Jawa Barat dua periode ini juga mengapresiasi langkah ATR/BPN dalam mengidentifikasi lahan potensial. Ia menyebut, optimalisasi aset negara yang selama ini belum termanfaatkan bisa menjadi “game changer” dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur energi, termasuk energi baru terbarukan dan kendaraan listrik.
Lebih lanjut pria yang akrab disapan Aher ini menyoroti pentingnya percepatan penerbitan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) sebagai fondasi perizinan.
Menurutnya, proses yang cepat dan transparan akan memangkas hambatan birokrasi sekaligus memberikan kepastian hukum bagi investor.
“KKPR harus dipercepat. Ini bukan sekadar administrasi, tapi pintu masuk bagi investasi besar di sektor energi,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian, khususnya antara ATR/BPN dan Kementerian ESDM, agar kebijakan penyediaan lahan, tata ruang, dan pengembangan energi berjalan terintegrasi dan tidak tumpang tindih.
“Kalau koordinasi kuat, kebijakan akan lebih tepat sasaran. Kita optimistis target ketahanan energi nasional bisa tercapai dan Indonesia makin kompetitif di sektor energi global,” pungkas Aher. (dil)










