INDOPOSCO.ID – Komando Gabungan Militer Iran menyatakan bahwa Amerika Serikat terpaksa menghancurkan pesawat dan personelnya sendiri guna menjaga reputasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Langkah tersebut dituding sebagai upaya Washington menutupi “kerapuhan” citra militer AS di mata dunia.
Pilot kedua dari jet tempur F-15E Strike Eagle yang jatuh di Iran berhasil ditemukan dalam kondisi selamat saat militer AS melakukan evakuasi pada Minggu (5/4/2026).
Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya Ebrahim Zolfaghari mengatakan, beberapa pesawat AS memasuki wilayah udara Iran untuk melaksanakan operasi penyelamatan terhadap awak pesawat tempur AS yang jatuh.
“Sejumlah pesawat tersebut, termasuk dua pesawat angkut militer C-130 dan dua helikopter Black Hawk, dihantam (oleh Iran) dan terpaksa melakukan pendaratan darurat di wilayah selatan Isfahan,” kata Zolfaghari dalam pernyataan yang disiarkan di TV Iran seperti dilansir dari Al Jazeera, Senin (6/4/2026).
Sumber-sumber militer AS menyebutkan bahwa pasukan Amerika sengaja meledakkan dua pesawat angkut milik mereka sendiri, yang mengalami gangguan teknis dan terpaksa ditinggalkan.
Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim telah menembak jatuh jet tempur F-35 Amerika Serikat untuk kedua kalinya di atas wilayah udara Iran tengah baru-baru ini.
Dalam unggahan di kanal Telegram resminya, Kantor Berita Fars melaporkan jet tersebut hancur total saat jatuh. Nasib pilot pesawat tersebut sebelumnya belum diketahui hingga akhirnya bisa ditemukan, kemarin. (dan)











