INDOPOSCO.ID – Upaya membangun desa tidak selalu dimulai dari beton dan aspal. Di Kampung Sirambang, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, langkah itu justru dimulai dari tanah, bibit, dan harapan jangka panjang. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menyerahkan dua juta bibit kelapa dan dua juta bibit pinang kepada masyarakat sebagai investasi ekonomi, ekologi, dan ketahanan pangan desa.
Menurut Yandri, kelapa dan pinang merupakan komoditas strategis yang sekali tanam dapat memberi manfaat lintas generasi.
“Dua produk ini enak, sekali tanam hampir untuk selama-lamanya. Pohon kelapa bisa ratusan tahun berbuah. Ini bermanfaat untuk anak-cucu kita, sekaligus bagian dari kelestarian alam,” ujarnya saat memberi arahan kepada warga.
Yandri mengatakan, pembangunan desa harus bertumpu pada potensi alam dan komoditas yang berkelanjutan. Bibit yang ditanam hari ini, kata dia, adalah fondasi ekonomi desa di masa depan.
Dalam kesempatan itu, Yandri juga menyinggung kedekatannya dengan Sumatera Barat yang menurutnya merupakan tanah kelahiran banyak pemikir dan pendiri bangsa. Ia mengutip pemikiran Mohammad Hatta tentang desa sebagai pusat kemajuan ekonomi dan kesetaraan sosial.
“Indonesia tidak akan terang dengan obor Monas di Jakarta, tetapi Indonesia akan terang dengan lilin-lilin yang menyala di setiap desa,” kutipnya, mengulang pesan Bung Hatta.
Penyerahan bibit ini turut dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Anggota DPR RI daerah pemilihan (dapil) II Sumatera Barat, Arisal Aziz, Wali Kota Pariaman Yota Balad, serta Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra. Mendes didampingi Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Agustomi Masik dan Kepala Kepala Badan Pengembangan dan Informas (BPI) Kemendes PDT Mulyadin Malik.
Melalui gerakan penanaman massal ini, pemerintah berharap desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi subjek yang mandiri secara ekonomi dengan memanfaatkan kekuatan alamnya sendiri. (her)










