INDOPOSCO.ID – Kampanye ketahanan energi nasional tak lagi sebatas wacana. Ia menjelma menjadi aksi nyata ketika Komisaris Utama PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Tony Setia Boedi Hoesodo, memasang converter kit bahan bakar gas (BBG) pada kendaraan pribadinya. Langkah ini menjadi simbol kuat bahwa pemanfaatan energi alternatif yang lebih hemat dan ramah lingkungan bisa dimulai dari diri sendiri.
Pemasangan converter kit ini memungkinkan kendaraan beroperasi dengan sistem dual fuel BBM dan BBG yang dapat diaktifkan hanya dengan menekan tombol switch di dekat kemudi. Teknologi ini memberi fleksibilitas bagi pengguna untuk beralih ke BBG kapan saja, sekaligus menikmati efisiensi biaya dan emisi yang lebih rendah.
“Kami ingin memberikan contoh nyata bahwa pemakaian BBG adalah pilihan yang cerdas untuk kebutuhan sehari-hari. Kendaraan bisa mendapatkan penghematan biaya bahan bakar karena harganya yang terjangkau dan stabil, daya tempuh lebih jauh, serta lebih ramah lingkungan,” ujar Tony saat pemasangan converter kit BBG di Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Seluruh proses instalasi dilakukan oleh teknisi bersertifikasi dengan standar keselamatan ketat, mulai dari penempatan tabung hingga pengaturan sistem aliran bahan bakar. Hal ini menegaskan bahwa teknologi BBG telah matang dan siap digunakan secara luas oleh masyarakat.
Tony juga menekankan pentingnya kualitas layanan agar manfaat BBG dapat dirasakan optimal oleh pengguna.
Perluasan pemanfaatan BBG PGN dijalankan melalui anak usahanya, PT Gagas Energi Indonesia (Gagas). Direktur Utama Gagas, Santiaji Gunawan, menyebut langkah Komisaris Utama PGN ini sebagai momentum penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap energi alternatif.
“Ini menjadi momentum penting untuk mendorong pemanfaatan energi alternatif yang lebih luas di masyarakat. Dukungan ini juga memberikan dorongan positif bagi pengembangan ekosistem BBG di Indonesia,” jelasnya.
Ekosistem ini juga diperkuat melalui kolaborasi Gagas dengan Komunitas Mobil Gas (Komogas), yang aktif mengedukasi masyarakat tentang keamanan, efisiensi, serta menghadirkan layanan bengkel keliling bagi pengguna BBG di berbagai daerah.
Langkah sederhana dari seorang pimpinan perusahaan negara ini mengirim pesan kuat: ketahanan energi nasional dapat dimulai dari keputusan kecil di level individu. Dan BBG, dengan harga yang stabil, emisi lebih bersih, serta teknologi yang siap pakai, kini semakin relevan sebagai solusi transisi energi di Indonesia. (rmn)










