INDOPOSCO.ID – Di tengah bayang-bayang fluktuasi harga minyak global dan tekanan perubahan iklim, secercah harapan justru muncul dari tempat yang tak terduga: desa.
Bukan sekadar bertahan, sejumlah desa di Indonesia kini mulai melompat maju. Mereka memanfaatkan energi terbarukan sebagai fondasi baru ekonomi sekaligus tameng menghadapi krisis iklim yang kian nyata.
Salah satu kisah paling mencolok datang dari Desa Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Di desa ini, perubahan tidak datang dalam bentuk janji melainkan panel surya yang bekerja nyata.
Melalui Program Desa Energi Berdikari (DEB), Pertamina menghadirkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 4,4 kWp lengkap dengan baterai 10 kWh. Energi ini menghidupkan aerator dan mesin pakan tambak dua komponen vital dalam budidaya.
Hasilnya tak main-main. Produktivitas tambak melonjak hingga 40 persen, sementara pendapatan warga meningkat signifikan, mencapai Rp6 hingga Rp8 juta per bulan. Namun perjalanan desa ini tidak selalu mulus.
Bencana yang melanda Sumatra dan Aceh pada 2025 sempat meluluhlantakkan tambak warga. Udang dan ikan hilang dalam sekejap. Harapan nyaris padam jika saja energi tidak tetap menyala.
PLTS yang terpasang tetap berfungsi, menjadi satu-satunya penopang di tengah kehancuran.
“Pascabanjir, kami sempat kehilangan segalanya. Berkat dukungan Program DEB Pertamina, kami bisa bangkit kembali, memulai usaha, dan menjalani kehidupan dengan lebih mandiri,” kata Muhrizal, Local Hero di Program Gampong Berdikari budi daya udang vaname di Desa Padang Sakti, Jumat (3/4/2026).
Dari titik nol, masyarakat kembali menata usaha. Energi bersih tak hanya memberi listrik tetapi juga daya tahan.
Secara keseluruhan, dampak program ini jauh melampaui satu desa. Program DEB tercatat menghasilkan nilai ekonomi hingga Rp5,5 miliar per tahun, sekaligus menekan emisi karbon hingga 1,09 juta ton CO2eq setiap tahun.
Capaian tersebut mengantarkan Pertamina ke panggung global. Bersama 23 perusahaan dunia seperti Aviva Plc, British Airways, CEMEX, General Motors, Lenovo, hingga Saudi Aramco, Pertamina meraih penghargaan Sustainability, Environmental Achievement & Leadership (SEAL) Awards 2026 dalam kategori Inisiatif Lingkungan.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan, pengakuan ini merupakan hasil kerja bersama lintas pihak.
“Apresiasi internasional ini adalah kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari masyarakat desa yang telah menjadi bagian dari penggerak perubahan, serta pemerintah daerah dan mitra lokal. Ini menjadi motivasi bagi Pertamina untuk terus menghadirkan inovasi yang berdampak nyata, terutama dalam memperkuat resiliensi desa menghadapi dinamika global,” ujarnya.
Hingga kini, Pertamina telah membangun 252 Desa Energi Berdikari di seluruh Indonesia. Menariknya, 64 persen berada di luar Pulau Jawa menunjukkan upaya pemerataan pembangunan energi bersih.
Tak hanya energi, program ini juga berdampak pada sektor pangan. Sebanyak 156 desa menghasilkan 15,8 ribu ton beras dan 890,4 ton pangan non-beras, memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Pemanfaatan energi baru terbarukan Pertamina DEB terdiri dari panel surya, mikrohidro, biogas dan energi terbarukan lainnya. Kami berharap dengan pemanfaatan energi transisi, masyarakat desa tak hanya memiliki ketahanan energi, tapi juga penggerak aktivitas ekonomi,” ungkap Baron.
Ke depan, ekspansi program energi bersih berbasis masyarakat akan terus diperluas. Targetnya jelas: menciptakan desa yang bukan hanya tahan krisis, tetapi juga mandiri secara energi dan ekonomi.
“Pemanfaatan energi baru terbarukan ini juga sejalan dengan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) Pemerintah pada tahun mendatang. Pertamina berkomitmen mendorong transisi energi, tak hanya menjadi sumber energi namun sebagai upaya menurunkan emisi karbon di Indonesia,” tambahnya.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen besar menuju Net Zero Emission 2060 serta pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), dengan penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis. (her)










