INDOPOSCO.ID – Ketua Umum (Ketum) Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Prof. Eduart Wolok, menegaskan bahwa pembatasan kampus pusat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) pada pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 bertujuan untuk menghindari kecurangan.
Menurutnya, pada tahun-tahun sebelumnya praktik joki kerap terjadi di pusat UTBK tertentu.
“Jadi setelah kami pelajari tahun lalu misalnya, bahwa modus kecurangan yang menggunakan praktik perjokian itu relatif berada di tempat pusat UTBK yang sudah ditentukan, pada sesi yang sama,” ungkap Eduart di Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Ia menjelaskan, meskipun ada pembatasan pada kampus pusat pelaksanaan UTBK, panitia tetap memberikan keleluasaan bagi peserta untuk memilih daerah sesuai dengan jangkauan masing-masing.
“Justru ini (pembatasan) menjadi sarana kami memberikan kepastian kepada calon peserta untuk bisa bersaing secara fair,” katanya.
“Kami tidak bermaksud mempersulit peserta, tetapi dengan ini kami ingin memberikan rasa adil kepada peserta,” imbuhnya.
Sebelumnya, Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 telah mengumumkan hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Eduart Wolok mengungkapkan, tahun ini SNPMB diikuti oleh 146 Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
“Mereka terdiri atas 76 PTN Akademik, 26 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), dan 44 Politeknik Negeri sebagai PTN Vokasi,” ujarnya.
Untuk total peserta SNBP 2026, mencapai 806.242 siswa sekolah lanjutan tingkat atas, terdiri atas 509.858 siswa SMA, 190.498 siswa SMK, 104.786 siswa MA, dan 1.100 siswa lainnya.
“Mereka bersaing untuk memperebutkan 189.017 kursi daya tampung,” ungkapnya.
Pada PTN Akademik, sebanyak 774.263 peserta mendaftar untuk 162.116 kursi. Jumlah peserta yang dinyatakan lulus adalah 155.543 orang, dengan 142.212 peserta lulus pada pilihan pertama dan 13.331 peserta pada pilihan kedua, dengan persentase diterima sebesar 20,09 persen.
“Dari jumlah tersebut, 53.897 (19,67 persen) merupakan peserta pendaftar Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah,” ujarnya.
Sementara itu, untuk PTN Vokasi, terdapat 77.256 peserta yang mendaftar untuk 26.929 kursi. Sebanyak 23.438 peserta dinyatakan lulus, dengan 19.381 peserta lulus pada pilihan pertama dan 4.057 peserta pada pilihan kedua.
“Persentase diterima sebesar 30,34 persen. Dari jumlah tersebut, 10.574 (31,97 persen) merupakan peserta pendaftar KIP Kuliah,” katanya. (nas)










