• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Di Depan Mendagri dan MenPAN-RB, Komisi II Dorong Efisiensi Anggaran Daerah di Tengah Tekanan APBN

Dilianto - Editor Dilianto -
Selasa, 31 Maret 2026 - 03:33
in Nasional
rifqi

Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPR RI bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kepala Badan Kepegawaian Negara, serta Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026). Foto: Biro Pemberitaan DPR RI/Munchen/Karisma

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda menekankan pentingnya efisiensi anggaran dan penguatan peran pemerintah daerah di tengah tekanan terhadap APBN akibat kenaikan harga minyak dunia.

Hal tersebut disampaikan saat memimpin Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPR RI bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kepala Badan Kepegawaian Negara, serta Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026).

BacaJuga:

Jawab Berbagai Tantangan di Dunia Pendidikan, Kemenag Luncurkan Belajar Mandiri KBC

Meski Hujan, Tarif Tetap Bersahabat: Maxim Apresiasi Pelanggan Setia di Hari Konsumen

Setara Institute Rilis IKT 2025: Salatiga Unggul, Toleransi Jadi Kunci Stabilitas dan Ekonomi

Dalam rapat tersebut, Rifqi mengungkapkan bahwa harga minyak mentah dunia saat ini berada pada kisaran 105 hingga 108 dolar AS per barel, jauh di atas asumsi APBN yang ditetapkan sebesar 70 dolar AS per barel. Kondisi ini, menurutnya, memberikan tekanan signifikan terhadap postur APBN, terutama pada sektor subsidi energi.

“Kita mengapresiasi Presiden dan seluruh jajaran pemerintah yang tetap mengedepankan kepentingan rakyat dengan tidak menaikkan harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi,” ujar Rifqi.

Ia menjelaskan, dalam APBN 2026, alokasi subsidi energi mencapai sekitar Rp359 triliun dengan asumsi harga minyak 70 dolar AS per barel. Dengan lonjakan harga yang terjadi saat ini, lanjutnya, kondisi tersebut berpotensi mengoreksi APBN sehingga diperlukan langkah efisiensi di berbagai sektor anggaran.

Komisi II, kata Rifqi, meminta Kementerian Dalam Negeri untuk memperkuat pembinaan terhadap pemerintah daerah, baik gubernur, bupati, wali kota, maupun DPRD, agar mampu menyisir dan memprioritaskan penggunaan APBD secara tepat sasaran.

“Di tengah situasi seperti ini, daerah harus benar-benar memilah mana yang prioritas untuk rakyat dan mana yang hanya bersifat sekunder atau tersier. Pengadaan yang tidak mendesak, seperti pembangunan gedung untuk kepentingan pejabat atau kendaraan dinas, sangat sensitif,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran Kemendagri sebagai “mata dan telinga” pemerintah pusat dalam memastikan disiplin anggaran di daerah. Selain efisiensi, Rifqi mendorong pemerintah untuk menyiapkan skenario alternatif pembiayaan (alternative financing) sebagai langkah antisipatif terhadap ketidakpastian global, termasuk dampak konflik geopolitik di Timur Tengah terhadap harga energi.

“Kita berharap situasi global segera mereda, tetapi skenario terburuk tetap harus disiapkan. Jika diperlukan dukungan regulasi, Komisi II siap membahasnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Komisi II DPR RI juga meminta Kemendagri menjadi katalisator dalam pelaksanaan program-program strategis nasional di daerah, seperti program makan bergizi gratis dan penguatan ekonomi berbasis koperasi.

Rifqi menilai, daerah tidak boleh hanya menjadi pelaksana teknis, tetapi harus mampu membangun ekosistem ekonomi yang mendukung, mulai dari penyediaan bahan pangan hingga pemberdayaan pelaku lokal.

“Jangan sampai dapurnya di daerah, tapi bahan bakunya justru dari luar. Daerah harus mampu menyediakan telur, daging, ikan, dan sayur. Ekosistem ini harus dibangun dengan baik,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengusulkan keterlibatan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) melalui program pengabdian masyarakat untuk membantu daerah dalam mengakselerasi program strategis pemerintah.

Di sisi lain, Rifqi turut menyoroti pentingnya penguatan regulasi dan pengawasan terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Ia menyebut, saat ini kewenangan pembinaan BUMD masih terbatas secara regulatif.

“Jika RUU BUMD belum juga selesai karena proses di tingkat pemerintah, maka kami mendorong Kemendagri untuk setidaknya menerbitkan Peraturan Menteri Dalam Negeri sebagai dasar penguatan pembinaan dan pengawasan BUMD,” jelasnya.

Ia mengingatkan agar BUMD tidak menjadi beban tambahan bagi APBD di tengah kondisi fiskal daerah yang juga terdampak oleh potensi penurunan transfer ke daerah. “Sekitar 80–90 persen daerah masih bergantung pada transfer keuangan pusat. Ketika APBN terkoreksi, maka daerah juga akan terdampak. Ini harus kita antisipasi bersama,” pungkasnya. (dil)

Tags: APBNDPR RIKomisi IIMendagriMenpan RB

Berita Terkait.

menag
Nasional

Jawab Berbagai Tantangan di Dunia Pendidikan, Kemenag Luncurkan Belajar Mandiri KBC

Rabu, 22 April 2026 - 21:21
maxim
Nasional

Meski Hujan, Tarif Tetap Bersahabat: Maxim Apresiasi Pelanggan Setia di Hari Konsumen

Rabu, 22 April 2026 - 21:11
setara
Nasional

Setara Institute Rilis IKT 2025: Salatiga Unggul, Toleransi Jadi Kunci Stabilitas dan Ekonomi

Rabu, 22 April 2026 - 21:01
said
Nasional

DPR Sahkan UU PPRT, KSPI: Kemenangan bagi Pekerja Domestik

Rabu, 22 April 2026 - 20:22
Kain Batik
Nasional

Filosofi Batik untuk Birokrasi: Pesan Rini Widyantini kepada ASN

Rabu, 22 April 2026 - 20:02
Workshop
Nasional

Komdigi Gandeng Media, Kisah Koperasi Desa Disulap Jadi Narasi Ekonomi Rakyat yang Menginspirasi

Rabu, 22 April 2026 - 18:37

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1277 shares
    Share 511 Tweet 319
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    896 shares
    Share 358 Tweet 224
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    768 shares
    Share 307 Tweet 192
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.