INDOPOSCO.ID – Pernyataan lugas dari Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya soal anggaran Pesta Rakyat “pokoknya ada” ternyata memantik respons yang tak kalah menarik dari analis komunikasi politik Hendri Satrio.
Alih-alih sekadar mengomentari, pria yang akrab disapa Hensa itu justru melihat peluang besar dari prinsip tersebut, yakni sebuah pendekatan sederhana yang bisa diperluas untuk menyentuh lebih banyak lapisan masyarakat.
“Bagus kalau buat rakyat kecil yang penting anggarannya ada. Seharusnya pemerintah sering-sering bikin acara (seperti Pesta Rakyat) ini yang melibatkan orang kecil,” kata Hensa melalui gawai, Senin (30/3/2026).
Bagi Hensa, program semacam ini bukan sekadar perayaan, melainkan instrumen sosial yang bisa meredam tekanan ekonomi. Ia membayangkan dampak yang lebih luas jika kebijakan serupa dilakukan secara konsisten dan menyasar kelas menengah hingga akar rumput.
“Diharapkan beban masyarakat itu berkurang, sehingga mereka bisa lebih menjalani hidup dengan bahagia,” ungkapnya.
Namun, di balik apresiasi tersebut, Hensa tetap menyisipkan catatan penting. Ia mengingatkan bahwa keberadaan anggaran bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan kebijakan publik.
“Apresiasi bila program kegiatan selalu ada anggarannya, tapi akan sangat baik bila penempatan alokasi anggaran juga jelas dan tepat,” tegasnya.
Pandangan ini mencerminkan kegelisahan klasik dalam pengelolaan kebijakan: antara ketersediaan dana dan efektivitas penggunaannya. Hensa menilai, tanpa arah yang jelas, anggaran berpotensi kehilangan daya ungkitnya.
Lebih jauh, founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu mendorong pemerintah untuk melangkah lebih strategis. Bantuan langsung, lanjut Hensa, perlu dilengkapi dengan pendekatan pemberdayaan yang berkelanjutan.
“Perumpamaannya seperti ini, bukan cuma ngasih ikan doang, tapi kailnya. Perlu juga dibuat program yang mengutamakan UMKM-nya jadi lebih maju,” tuturnya.
Dalam pandangannya, semangat “pokoknya anggarannya ada” seharusnya tidak berhenti pada satu program saja. Ia mendorong agar prinsip itu menjadi fondasi bagi berbagai agenda prioritas pemerintah—mulai dari Makan Bergizi Gratis, penguatan UMKM, hingga Sekolah Rakyat.
“Dari MBG, pokoknya anggarannya ada. UMKM, pokoknya anggarannya ada. Sekolah Rakyat, pokoknya anggarannya ada. Pokoknya, kalau buat rakyat, anggarannya ada,” tutupnya.
Di tengah dinamika ekonomi yang masih menekan, pesan Hensa terasa sederhana namun mengena: anggaran memang harus ada, tetapi dampaknya harus terasa. (her)









