INDOPOSCO.ID – Gelombang aksi unjuk rasa “No Kings” kembali menggeliat di berbagai belahan Amerika Serikat (AS) pada hari Sabtu (28/3/2026) waktu lokal. Ribuan orang turun ke jalan dalam aksi yang digelar secara serentak sebagai bentuk penolakan terhadap kepemimpinan Presiden Donald Trump.
Para demonstran menilai kepemimpinan Presiden Donald Trump menunjukkan kecenderungan otoriter dalam menjalankan pemerintahan negara tersebut. Mengutip laporan Washington Post pada hari Minggu (29/3/2026), para peserta demonstrasi berkumpul dalam lebih dari 3.300 lokasi aksi yang tersebar ke semua 50 negara bagian di AS.
Gerakan No Kings dikenal sebagai gerakan oposisi yang menggunakan cara tanpa kekerasan, dengan tujuan menentang apa yang dianggap oleh pengunjuk rasa sebagai konsentrasi kekuasaan yang berlebihan di tangan pemerintah pusat di Gedung Putih.
Salah satu titik fokus utama aksi berlangsung di luar kompleks gedung Capitol negara bagian Minnesota, di mana acara tersebut juga dihadiri oleh sejumlah tokoh publik ternama, di antaranya musisi ternama Bruce Springsteen dan aktris berpengalaman Jane Fonda.
Aksi serupa juga berlangsung di berbagai daerah tersebar, mulai dari Staunton di Virginia, Salisbury di Maryland, Rockford di Illinois, hingga Beaver di Pennsylvania. Tak hanya itu, lokasi lain seperti Eugene di Oregon, Chillicothe di Ohio, Port Huron di Michigan, serta Flatwoods di West Virginia.
Selain ribuan lokasi lainnya di seluruh negeri. Beberapa laporan juga mencatat bahwa aksi protes turut terjadi di beberapa kota di luar wilayah AS. Dilansir dari USA Today, gerakan No Kings menggunakan simbol-simbol yang berasal dari era Revolusi Amerika untuk menyampaikan pesan penolakan terhadap kemungkinan munculnya model kepemimpinan yang dianggap mirip dengan sistem monarki atau pemerintahan otoriter.
Para peserta menegaskan bahwa nilai-nilai demokrasi harus terus dijaga melalui aktifnya partisipasi masyarakat serta pemeliharaan hak kebebasan berpendapat setiap warga negara. Aksi No Kings pada kesempatan ini mencakup area yang lebih luas dibandingkan sebelumnya.
Bahkan disebut-sebut melampaui skala banyak aksi demonstrasi satu hari yang pernah terjadi di AS dalam kurun waktu lebih dari setengah abad terakhir. Demonstrasi tidak hanya berkonsentrasi di kota-kota besar seperti New York, Los Angeles, dan Austin, tetapi juga menjangkau wilayah pedesaan serta daerah-daerah yang selama ini dikenal sebagai basis pendukung kuat bagi Partai Republik, partai yang mencalonkan Trump pada pemilihan umum sebelumnya. (nas)










