• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Mendag: Perang Global Berkepanjangan Potensi Menekan Ekspor 

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Jumat, 27 Maret 2026 - 16:31
in Nasional
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso. 

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso. 

Share on FacebookShare on Twitter
INDOPOSCO.ID – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan konflik geopolitik global yang berkepanjangan berpotensi menekan pertumbuhan ekspor Indonesia, meski permintaan dari pasar internasional masih relatif stabil.

Ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan Jakarta, Jumat, Budi menyampaikan dampak utama konflik saat ini belum terlihat pada sisi permintaan barang, melainkan lebih terasa pada rantai logistik dan distribusi perdagangan internasional.

Namun, apabila konflik tidak segera berakhir maka akan berisiko menahan laju pertumbuhan ekspor nasional dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya.

BacaJuga:

Mensesneg Sebut Prabowo Konsisten Ingatkan Kabinet Jauhi Korupsi

Menkop Tekankan Pentingnya Koperasi Masuk Ekosistem Industri Gula

Hasto: Rupiah Anjlok Imbas Tata Kelola Pemerintahan Tidak Baik

“Tentu kalau ini (perang) nggak selesai, misalnya, nggak selesai terus-menerus ya bisa dampaknya ke ekspor kita. Paling tidak ekspor kita bisa pertumbuhannya bisa lebih rendah daripada tahun lalu. Tapi mudah-mudahan cepat selesai,” kata Budi.

Ia menjelaskan kenaikan harga minyak dunia menyebabkan biaya transportasi meningkat, sementara penutupan sejumlah pelabuhan internasional memaksa pelaku usaha melakukan pengalihan rute pengiriman yang lebih panjang.

“Kemarin kita komunikasi juga dengan eksportir. Jadi menurut mereka, ini masih memenuhi permintaan sebenarnya. Permintaan ekspor ke Timur Tengah masih berjalan. Cuma itu tadi, cost-nya mungkin lebih tinggi untuk biaya transportasinya,” ujar Budi

Pemerintah tetap optimistis kinerja perdagangan luar negeri Indonesia akan tetap positif.

Menurut dia, hal ini didukung oleh kenaikan harga sejumlah komoditas unggulan seperti minyak kelapa sawit (CPO) dan batu bara yang sebelumnya sempat mengalami penurunan harga.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi melalui diversifikasi pasar ekspor agar ketergantungan pada kawasan tertentu dapat dikurangi.

“Kalau kita punya peluang di situ, artinya kita bisa memanfaatkan peluang itu dengan baik, kita sebenarnya bisa masuk ke pasar-pasar itu, seperti pasar-pasar Amerika Selatan atau negara RCEP, kemudian Asia Tenggara dan juga Amerika Latin,” jelasnya.

Ia menambahkan pemerintah terus memantau perkembangan situasi global sebelum menetapkan proyeksi pertumbuhan ekspor secara lebih rinci, sambil berharap konflik internasional dapat segera mereda sehingga perdagangan dunia kembali stabil.

Sementara itu, Budi menyebut bahwa ekspor Indonesia ke Timur Tengah pada 2025 mencapai 9,87 miliar dolar AS atau setara Rp167 triliun. Sementara itu, total ekspor Indonesia ke Iran mencapai 250 juta dolar AS.

Komoditas utama ekspor Indonesia ke Iran antara lain buah-buahan senilai 86,4 juta dolar AS, kendaraan dan bagiannya sebesar 34,1 juta dolar AS, serta lemak dan minyak hewan nabati sebesar 22 juta dolar AS. (bro) 

Tags: Ekspor Indonesiakementerian perdaganganKonflik Geopolitik

Berita Terkait.

Hasto: Rupiah Anjlok Imbas Tata Kelola Pemerintahan Tidak Baik
Nasional

Mensesneg Sebut Prabowo Konsisten Ingatkan Kabinet Jauhi Korupsi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 23:01
Hasto: Rupiah Anjlok Imbas Tata Kelola Pemerintahan Tidak Baik
Nasional

Menkop Tekankan Pentingnya Koperasi Masuk Ekosistem Industri Gula

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:31
Hasto: Rupiah Anjlok Imbas Tata Kelola Pemerintahan Tidak Baik
Nasional

Hasto: Rupiah Anjlok Imbas Tata Kelola Pemerintahan Tidak Baik

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:16
Mensesneg Buka Suara Soal Kritik Komunikasi BI Terkait Rupiah
Nasional

Mensesneg Buka Suara Soal Kritik Komunikasi BI Terkait Rupiah

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:05
Terpilih Aklamasi Jadi Ketum Kosgoro 1957, Sari Yuliati Targetkan Keterwakilan Perempuan di Pemilu 2029
Nasional

Isu Reshuffle Mencuat, Pakar Tekankan Pentingnya Komunikasi Publik

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:03
RUU P2SK Melaju ke Paripurna, Pemerintah-DPR Kompak Perkuat Fondasi Keuangan Nasional
Nasional

Tolak Mundur, Purbaya Ikuti Arahan Presiden Prabowo

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:31

BERITA POPULER

  • Timnas-U19

    Piala AFF U-19: Pastikan Rotasi Kontra Timor Leste, Nova Minta Garuda Muda Nikmati Laga

    2216 shares
    Share 886 Tweet 554
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1146 shares
    Share 458 Tweet 287
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1220 shares
    Share 488 Tweet 305
  • Malam Ini Indonesia vs Myanmar di Piala AFF U-19: Langkah Awal Pertahankan Mahkota

    954 shares
    Share 382 Tweet 239
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    947 shares
    Share 379 Tweet 237
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.