INDOPOSCO.ID – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho kembali menegaskan strategi pengurai kepadatan arus balik Lebaran dengan mengandalkan jalur fungsional Tol Jakarta–Cikampek (Japek) II Selatan. Ruas ini kini menjadi alternatif penting bagi kendaraan dari arah Jawa Barat menuju Jakarta.
Dalam peninjauan langsung di kawasan Setu, Bekasi, jalur tersebut terlihat mulai memainkan peran krusial dalam membagi beban lalu lintas yang selama ini terpusat di ruas utama.
“Pada hari ini kami bersama pihak Jasa Marga juga memantau arus balik dari arah Jawa Barat melalui jalur tol fungsional yang sangat strategis untuk memecah arus menuju Jakarta. Untuk kendaraan pribadi non-bus diarahkan melalui Sadang hingga Setu,” kata Agus dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026).
Langkah ini tidak sekadar pengalihan rute, tetapi merupakan bagian dari skema besar rekayasa lalu lintas untuk menghindari penumpukan di titik-titik rawan seperti KM 66 Tol Cikampek. Kendaraan pribadi diarahkan masuk melalui Sadang, Purwakarta, lalu keluar di Setu, Bekasi—jalur yang kini terbukti cukup efektif.
Dari hasil pemantauan di lapangan, arus kendaraan di ujung tol fungsional, khususnya di titik pertemuan dengan jalan arteri, masih terpantau lancar tanpa hambatan berarti.
Volume kendaraan yang melintasi jalur ini pun menunjukkan angka signifikan. Agus mengungkapkan bahwa penggunaan tol fungsional tersebut terus meningkat sejak difungsikan untuk arus balik.
“Hari ini pemantauan dilakukan di ruas Japek II Selatan yang difungsikan untuk arus balik, mulai dari Sadang hingga Burangkeng atau Setu. Penggunaan ruas tol fungsional ini tercatat telah mencapai hampir 49 ribu kendaraan, dengan rata-rata harian sekitar 6 ribu kendaraan, dan pada puncaknya mencapai 16 ribu kendaraan,” jelas Agus.
Tak hanya membantu mengurai kepadatan, jalur ini juga memberikan fleksibilitas bagi pengguna jalan. Akses keluar dari tol telah terhubung langsung dengan jalan nasional dan sejumlah pintu tol strategis menuju JORR 2, memudahkan distribusi kendaraan ke berbagai arah.
“Keberadaan jalur fungsional ini sangat membantu mengurai arus balik menuju KM 66 Tol Cikampek. Di lokasi ini juga telah disiapkan akses keluar menuju jalan nasional yang terhubung langsung dengan pintu tol menuju JORR (Jakarta Outer Ring Road) 2 atau Tol Lingkar Luar Jakarta 2,” tutur Agus.
Dengan konektivitas tersebut, pengendara kini memiliki lebih banyak pilihan rute untuk mencapai tujuan, baik ke wilayah Cimanggis, Cibitung, maupun Bekasi.
“Dengan demikian, masyarakat memiliki kemudahan dalam memilih jalur sesuai tujuan, baik menuju Cimanggis, Cibitung, maupun Bekasi, sehingga perjalanan arus balik dapat berjalan lebih lancar,” tambahnya.
Korlantas memastikan evaluasi akan terus dilakukan secara berkala, dengan mempertimbangkan proyeksi serta realisasi volume kendaraan dari jalur Trans Jawa maupun kawasan Jawa Barat. Strategi adaptif ini diharapkan mampu menjaga kelancaran arus balik hingga puncaknya berakhir. (her)









