• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Operasi Ketupat 2026 Ditutup, Polri Tancap Gas KRYD Hadapi Arus Balik

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Kamis, 26 Maret 2026 - 16:22
in Nasional
Antrean kendaraan mengular menuju akses tol arah Bandung–Jakarta saat arus balik Lebaran 2026, mencerminkan masih tingginya mobilitas masyarakat meski Operasi Ketupat telah resmi ditutup dan pengamanan dilanjutkan melalui KRYD. Foto: Dok. Korlantas Polri

Antrean kendaraan mengular menuju akses tol arah Bandung–Jakarta saat arus balik Lebaran 2026, mencerminkan masih tingginya mobilitas masyarakat meski Operasi Ketupat telah resmi ditutup dan pengamanan dilanjutkan melalui KRYD. Foto: Dok. Korlantas Polri

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kemeriahan pengamanan arus mudik resmi mencapai garis akhir. Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Agus Suryonugroho, menutup Operasi Ketupat 2026 dalam seremoni di Alun-alun Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (25/3/2026) malam.

Namun, berakhirnya operasi bukan berarti pengawasan mereda. Korlantas Polri langsung mengalihkan fokus pada kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi lonjakan arus balik susulan.

BacaJuga:

Luruskan RUU Perampasan Aset, Legislator: Bukan untuk Permudah Penyitaan, tapi Tegaskan Tata Kelola

Legilsator DPR Soroti RUU Kewarganegaraan: Potensi Multitafsir hingga Celah Politisasi

Akhiri Ego Sektoral, Baleg DPR Usulkan Pembentukan Badan Nasional Pusat Data dan Statistik di Bawa Presiden

“Operasi Ketupat sudah ditutup, namun kegiatan rutin yang ditingkatkan tetap berjalan. Anggota masih berada di lapangan untuk mengantisipasi arus balik, termasuk arus balik kedua,” kata Agus dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).

Selama pelaksanaan Operasi Ketupat, Polri mengelompokkan pengamanan dalam lima sektor krusial: jalur arteri, ruas tol, pelabuhan penyeberangan, pusat ibadah, serta destinasi wisata.

Kondisi di lapangan menunjukkan mobilitas masyarakat belum sepenuhnya surut. Kawasan aglomerasi seperti Bandung, Bali, hingga Malang Raya masih dipadati aktivitas warga yang melanjutkan tradisi silaturahmi.

“Operasi Ketupat sendiri memiliki lima klaster pengamanan. Pertama adalah jalan arteri, yang hingga saat ini masih cukup padat di wilayah aglomerasi seperti Bandung, Bali, dan Malang Raya, karena masih banyak masyarakat melakukan silaturahmi lokal,” tuturnya.

Untuk menjaga kelancaran, berbagai skenario rekayasa lalu lintas terus digulirkan, mulai dari penerapan one way berskala nasional hingga skema lokal presisi, ditambah contraflow yang diperluas secara bertahap di sejumlah titik Tol Trans Jawa.

“Dengan manajemen rekayasa lalu lintas yang terukur, arus mudik dan arus balik dapat dikelola dengan baik meskipun volumenya tinggi,” jelas Agus.

Dari aspek keselamatan, capaian tahun ini terbilang menggembirakan. Angka fatalitas korban kecelakaan berhasil ditekan hingga 30,89 persen, sementara jumlah insiden kecelakaan turun sebesar 5,75 persen.

Agus juga menyoroti pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menyukseskan operasi ini, termasuk peran aktif masyarakat yang semakin disiplin di jalan.

“Operasi Ketupat adalah operasi kemanusiaan. Negara hadir untuk memastikan perjalanan mudik dan balik berjalan aman, nyaman, dan penuh makna,” tambahnya. (her)

Tags: arus balik lebaranKorlantas PolriOperasi Ketupat 2026

Berita Terkait.

harman
Nasional

Luruskan RUU Perampasan Aset, Legislator: Bukan untuk Permudah Penyitaan, tapi Tegaskan Tata Kelola

Selasa, 31 Maret 2026 - 08:18
rieke
Nasional

Legilsator DPR Soroti RUU Kewarganegaraan: Potensi Multitafsir hingga Celah Politisasi

Selasa, 31 Maret 2026 - 06:06
forman
Nasional

Akhiri Ego Sektoral, Baleg DPR Usulkan Pembentukan Badan Nasional Pusat Data dan Statistik di Bawa Presiden

Selasa, 31 Maret 2026 - 05:55
sugeng
Nasional

Susun RUU Ketenagalistrikan, Komisi XII Kembali Serap Masukan MKI

Selasa, 31 Maret 2026 - 04:44
rifqi
Nasional

Di Depan Mendagri dan MenPAN-RB, Komisi II Dorong Efisiensi Anggaran Daerah di Tengah Tekanan APBN

Selasa, 31 Maret 2026 - 03:33
abdul
Nasional

Mendikdasmen: SEB Pelaksanaan Upacara Bendera Bagian Pendidikan Karakter Siswa

Selasa, 31 Maret 2026 - 02:20

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1239 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Warga Aceh Dikeroyok di Polda Metro Jaya, DPD RI: Ini Tamparan Keras bagi Penegakan Hukum

    995 shares
    Share 398 Tweet 249
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    953 shares
    Share 381 Tweet 238
  • DPR Minta OJK yang Baru Segera Tangani Kasus Dana Syariah Rp2,47 Triliun

    766 shares
    Share 306 Tweet 192
  • Kemnaker: Ratusan Aduan Pelanggaran THR, 173 Kasus Sudah Selesai dan 1.400-an Berproses

    726 shares
    Share 290 Tweet 182
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.