• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Kesetaraan Bukan Sekadar Angka: Cara Industri Sawit Memberi Ruang bagi Perempuan

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Kamis, 26 Maret 2026 - 11:22
in Ekonomi
Pekerja

Tiga pekerja beristirahat di sela aktivitas di perkebunan kelapa sawit, mencerminkan kolaborasi dan peran penting tenaga kerja dalam rantai produksi, termasuk kontribusi besar perempuan dalam berbagai tahapan pekerjaan di industri ini. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Industri kelapa sawit terus bergerak menegaskan komitmennya dalam menghadirkan lingkungan kerja yang inklusif bagi perempuan. Prinsip kesetaraan tidak hanya dipahami sebagai akses yang sama terhadap pekerjaan, tetapi juga mencakup keadilan dalam peluang dan perlindungan hak-hak tenaga kerja tanpa diskriminasi gender.

Ketua Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Sumarjono Saragih, menegaskan bahwa optimalisasi potensi sumber daya manusia, termasuk perempuan, menjadi fokus penting dalam industri ini. Ia menilai bahwa penerapan kesetaraan harus tetap mempertimbangkan karakteristik khusus yang dimiliki perempuan dalam dunia kerja.

BacaJuga:

Rig PDSI #25.2 Rampungkan Pengeboran Sumur KRG-042 Lebih Cepat, Uji Produksi Tembus 777 BOPD

Patra Jasa Perkuat Ekspansi Bisnis dan ESG, Pendapatan Tembus Rp5,5 Triliun

Inilah Spesifikasi Mitsubishi New Xforce: Elevated Urban SUV dengan Teknologi Hybrid Generasi Terbaru

“Bahwa kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan itu memang harus setara, tetapi kita juga harus mempertimbangkan kekhasan perempuan dari sisi kecocokan pekerjaan hingga kekuatan fisik perempuan. Jadi, kesetaraan itu bukan berarti 50:50,” kata Sumarjono di Jakarta, Kamis (26/3/2026).

Dalam praktiknya, perempuan di sektor kelapa sawit banyak berkontribusi pada pekerjaan yang dinilai memiliki beban fisik lebih ringan, seperti perawatan tanaman dan administrasi. Namun, keterlibatan mereka tidak berhenti di situ—di sektor hulu, perempuan juga mengambil peran sebagai pemanen hingga pengumpul brondolan, menunjukkan fleksibilitas peran yang cukup luas.

“Adapun di sektor hilir, perempuan menjadi anggota koperasi atau pengelola lahan plasma,” ungkapnya.

Data dari Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) menunjukkan dominasi perempuan dalam proses awal produksi sawit, mencapai 86 persen tenaga kerja. Mereka aktif dalam berbagai kegiatan penting seperti pemupukan, penyiangan gulma, penyemprotan pestisida, hingga pengumpulan hasil panen, yang menjadi tulang punggung rantai pasok.

“Tidak semua bidang pekerjaan itu cocok untuk semua gender. Kalau saat panen, itu membutuhkan fisik yang lebih kuat sehingga biasanya laki-laki lebih cocok untuk itu,” tutur Sumarjono.

Dari sisi perlindungan tenaga kerja, industri sawit diklaim tidak membedakan perlakuan antara pekerja laki-laki dan perempuan. Hak-hak dasar seperti jaminan sosial dan keselamatan kerja tetap diberikan secara setara, meskipun terdapat kebutuhan khusus yang melekat pada perempuan.

“Walaupun perempuan punya kekhasan sendiri karena berkaitan dengan reproduksi seperti cuti hamil dan cuti haid. Akan tetapi, yang sifatnya hak universal, hak tentang jaminan sosial, hak tentang kondisi kerja yang aman, itu sama saja antara laki-laki dan perempuan,” terangnya.

Sebagai bentuk penguatan komitmen tersebut, industri sawit juga mendorong pembentukan komite perempuan di lingkungan kerja. Forum ini berfungsi sebagai ruang aman untuk menyalurkan aspirasi sekaligus mendeteksi potensi permasalahan yang dapat merugikan pekerja perempuan.

“Kalau ada perempuan di direksi, dialah pemimpinnya. Ini adalah wadah atau kelompok yang ada di tempat kerja untuk mewadahi aspirasi, keluhan, pengaduan perempuan pekerja,” katanya.

Ke depan, dukungan pemerintah dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat pengarusutamaan gender di sektor ini. Sumarjono mendorong peran aktif Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) agar upaya kesetaraan terus berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Harus ada gerakan terus-menerus karena membangun kesadaran, menjadikan budaya penghormatan dan kesetaraan itu kan proses yang harus dilakukan secara berkelanjutan. Tidak boleh hanya sekali,” tambahnya. (her)

Tags: gapkiKelapa SawitSDMtenaga kerja

Berita Terkait.

pdsi
Ekonomi

Rig PDSI #25.2 Rampungkan Pengeboran Sumur KRG-042 Lebih Cepat, Uji Produksi Tembus 777 BOPD

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:28
patrajasa
Ekonomi

Patra Jasa Perkuat Ekspansi Bisnis dan ESG, Pendapatan Tembus Rp5,5 Triliun

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:16
bishi
Ekonomi

Inilah Spesifikasi Mitsubishi New Xforce: Elevated Urban SUV dengan Teknologi Hybrid Generasi Terbaru

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:06
ferry
Ekonomi

Kemenkop Pastikan Tak Ada Toleransi Korupsi dalam Pelaksanaan Koperasi Merah Putih

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:45
Telkom
Ekonomi

Transformasi TLKM 30 Berbuah Hasil, Pendapatan Telkom Tumbuh 3,9 Persen pada Semester I 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:21
panasonic
Ekonomi

Panasonic Produksi Lokal AC Komersial PB5 Series, Kantongi TKDN 41,25 Persen

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:43

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2062 shares
    Share 825 Tweet 516
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    1993 shares
    Share 797 Tweet 498
  • Blak-blakan Soal Keputusannya Gabung Persib, Mariano Peralta Tegaskan Hal Ini

    1031 shares
    Share 412 Tweet 258
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3145 shares
    Share 1258 Tweet 786
  • Sertifikasi Mutu KKP Dorong Belut Kalimantan Tembus Pasar Global

    819 shares
    Share 328 Tweet 205
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.